
Prajurit yang menjaga kota tidak pernah menyangka ada saatnya datang orang-orang, yang dengan mudahnya membunuh binatang buas yang menyerang kota. Meski tidak semuanya mati, sebagian besar binatang buas yang malam ini menyerang kota mati di tangan lima pemuda, dan sisanya melarikan diri.
Melihat hanya enam pemuda yang bertarung dengan binatang buas sedangkan sebelumnya mereka terlihat berenam, dengan pemuda yang saat ini tak terlihat keberadaannya.
Mereka yang mengetahui keberadaan enam pemuda, yang menawarkan diri membantu mereka menjaga kota. Meraka yakin jika array formasi kuat yang saat ini masih melindungi kota merupakan ciptaan pemuda yang saat ini tak diketahui keberadaannya. Jelas saja mereka tahu jika array formasi itu bukanlah ciptaan penguasa kota, karena mereka sudah tahu sekuat apa array formasi ciptaan penguasa kota, yang sudah berkali-kali berhasil dihancurkan kawanan binatang buas.
Swuussh...
Saat semua orang terfokus pada Shen Huang dan ke-empat saudaranya, sosok Luo Feng muncul di atas benteng kota, sambil menenteng kepala pria yang selama beberapa waktu terakhir mengerahkan kekuatan binatang buas menyerang kota.
Luo Feng menyerahkan kepala itu pada pemimpin prajurit, yang malam ini memimpin ribuan prajurit penjaga kota, menggantikan penguasa kota yang sedang terluka. “Dia adalah orang yang memanggil kawanan binatang buas untuk menyerang kota ini, dan tujuannya adalah menjadikan kota ini sebagai wilayah kekuasaannya!” ucap Luo Feng.
Mendengar itu, pemimpin prajurit melebarkan kedua matanya karena terkejut, dia tak menyangka jika binatang buas yang menyerang kota, merupakan binatang yang dipanggil oleh seseorang.
Sebelumnya dia mengira apa yang terjadi adalah murni datangnya gelombang serangan binatang buas, yang memang biasanya terjadi, tapi gelombang binatang buas biasanya hanya terjadi selama dua sampai tiga hari, tak seperti apa yang terjadi saat ini dimana binatang buas terus datang selama berhari-hari.
Sekarang pemimpin prajurit tahu kenapa serangan binatang buas terus berlangsung selama berhari-hari, bahkan kekuatan binatang buas setiap harinya semakin meningkat. Nyatanya seoama ini yang dihadapinya bukanlah gelombang serangan binatang buas, melainkan serangan binatang buas yang direncanakan oleh orang, yang kepalanya sudah berada di tangannya.
“Tuan Muda, apa hanua karena ingin menguasai kota ini yang menjadi alasan dia terus mengerahkan kekuatan binatang buas?” tanya pemimpin prajurit pada Luo Feng.
Mendengarnya, pelan Luo Feng menggelengkan kepala lalu berkata, “Dia bukan sekedar ingin menguasai kota ini dan menjadikannya sebagai wilayah kekuasaannya, tapi dia ada tujuan yang lebih besar! Dia ingin menjadikan kota ini sebagai pondasi awal berdirinya Klan Qing di Pulau Kecil Yue Dao.”
Pemimpin prajurit jelas saja tahu siapa itu Klan Qing karena saat ini, Klan Qing adalah Klan terkuat di seluruh Alam Semesta. Namun, dia tidak menyangka jika Klan Qing melakukan hal yang begitu hina hanya untuk mendirikan wilayah kekuasaannya.
...----------------...
Setelah berakhirnya masalah serangan binatang buas yang setiap malamnya menghantui mereka yang tinggal di dalam kota, malam ini semua orang bisa istirahat dengan tenang.
Luo Feng dan ke lima muridnya saat ini juga telah berada di kamar penginapan terbaik untuk beristirahat. Sebelumnya sebagai ucapan terimakasih, penguasa kota yang tahu akan bantuan mereka, penguasa kota menyarankan mereka untuk beristirahat di kediamannya, tapi Luo Feng dengan halus menolak dan memilih bermalam di penginapan.
__ADS_1
Berbeda dengan keadaan kota yang kembali merasakan kedamaian malam, kondisi di kediaman agung Klan Qing sedang dibuat kebingungan, dengan kematian tiba-tiba utusan yang dikirim ke Pulau Kecil Yue Dao.
Tak ada pesan kematian dari orang itu, yang membuat tak ada yang tahu apa penyebab kematian orang itu, padahal mereka yakin di Pulau Kecil Yue Dao tak ada sosok yang lebih kuat darinya.
Dari Tetua Klan yang berada di kediaman agung Klan Qing, hanya Tetua Kesepuluh yang saat ini dapat dimintai saran oleh pria tua yang bertugas menjaga aula giok jiwa.
Pria tua itu saat ini sedang menghadap Tetua Kesepuluh untuk mengabarkan hancurnya giok jiwa milik utusan Klan Qing yang pergi ke Pulau Kecil Yue Dao. Hancurnya giok jiwa menunjukkan kalau pemilik pasangan giok jiwa itu telah mati, tapi pria tua yang menjaga aula giok jiwa tak bisa menyelidiki penyabab kematian orang itu.
Sedangkan Tetua Kesepuluh yang mendengar kabar dari pria tua di hadapannya, dia menghala napas panjang, dikarenakan sudah ada dua kabar buruk, yang harus dia sampaikan pada Patriak Klan begitu dia keluar dari latihan tertutup. Ditambah salah satu kabar buruk yang dia maksud adalah kabar kematian salah satu putra Patriak.
Tetua Kesepuluh yakin Patriak Klan Qing akan sangat marah begitu mendengar kematian salah satu putra yang sangat disayanginya.
“Entah kenapa aku merasa kematian salah satu putra Patriak dan kematian utusan Klan Qing di Pulau Kecil Yue Dao saling berhubungan. Dari kita yang tak bisa mengetahui siapa pembunuh mereka, serta kematian keduanya yang tak berselang lama. Dua hal itu membuatku yakin jika kematian mereka saling berhubungan!”
Pria tua yang mendengar ucapan Tetua Kesepuluh, dia memiliki pemikiran yang sama dengan Tetua Kesepuluh. Dia juga merasa kematian salah satu putra Patriak dan kematian utusan Klan Qing di Pulau Kecil Yue Dao saling berhubungan.
Untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di kedua tempat yang menyebabkan kematian orang-orang penting Klan Qing, Tetua Kesepuluh mengirim muridnya pergi ke Klan Yun di Pulau Kecil Bai Dao, untuk menyelidiki penyebab kematian salah satu putra Patriak.
Dia sudah mengambil keputusan apa yang ingin dilakukannya, lalu dengan tegas dia berkata pada pria tua di hadapannya, “Sebentar lagi Tetua Kedepan dan Tetua Kesembilan akan selesai dengan pelatihan tertutupnya. Begitu mereka keluar dari pelatihan tertutup, ceritakan semua yang terjadi selama Patriak dan para Tetua melakukan latihan tertutup, dan katakan pada mereka kemana aku pergi!”
Pria tua yang mendengar itu mengangguk, lalu dia berjanji akan melakukan semua seperti yang diperintahkan Tetua Kesepuluh, tanpa ada yang terlewat.
Segera setelahnya, Qing Ciao, sosok Tetua Kesepuluh Klan Qing di kediaman agung Klan Qing, bersama dengan dua ratus muridnya, dia segera pergi ke Pulau Kecil Yue Dao.
...----------------...
Pagi hari di kota yang tak lagi terlihat ketegangan, setelah semua orang mendengar kabar berakhirnya serangan binatang buas, yang selama beberapa waktu terakhir menjadi ketakutan semua orang yang tinggal di dalam kota.
Di penginapan tempat Luo Feng dan kelima muridnya bermalam, mereka telah siap pergi meninggalkan kota setelah menghabiskan seluruh hidangan yang mereka pesan untuk mengusir perut di pagi hari.
__ADS_1
Sebenarnya pagi ini penguasa kota mengundang mereka untuk sarapan bersama di kediamannya, tapi lagi-lagi mereka menolak, dan karena tak lagi ingin berurusan dengan urusan kota yang mereka singgahi, mereka memutuskan secepatnya pergi meninggalkan kota, dan melanjutkan perjalanan menuju daratan tengah Pulau Kecil Yue Dao.
“Guru, sebaiknya kita segera pergi sebelum orang-orang dari kediaman penguasa kota kembali datang ke tempat ini, dan memaksa kita tinggal lebih lama di tempat ini!” ucap Shen Huang yang ingin segera melanjutkan perjalanan.
Luo Feng hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban karena dia sendiri juga ingin segera pergi melanjutkan perjalanan, dan bertepatan dengan kedatangan dua orang utusan penguasa kota yang datang kepenginapan, mereka pergi meninggalkan penginapan dengan keluar melalui jendela kamar Luo Feng, dikarenakan sebelumnya mereka berkumpul di kamar itu.
Dua utusan penguasa kota yang tahu para pemuda penyelamat kota mereka telah pergi, dengan wajah sedikit kecewa mereka kembali ke kediaman penguasa kota, lalu menceritakan tentang ke-enam pemuda penyelamat kota yang telah pergi meninggalkan penginapan, dan tak ada yang tahu kemana perginya mereka.
Meski sedikit kecewa karena tak bisa berterimakasih secara bersungguh-sungguh pada mereka yang menyelamatkan kotanya, penguasa kota tak ambi masalah dengan itu karena dia tahu kalau ke-enam pemuda itu tentu bukan sosok yang bisa lama singgah di kotanya, dikarenakan mungkin mereka saat ini sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat, dan tak sengaja semalam mereka singgah di kotanya.
Di sisi lain, Luo Feng dan kelima muridnya yang telah pergi jauh meninggalkan kota, saat ini mereka terus bergerak menuju ujung bagian barat daratan timur, dan nantinya mereka harus menyebrangi samudera luas jika ingin sampai di daratan tengah.
Luo Feng tahu tentang keberadaan samudera yang memisahkan kedua daratan dari cerita Shen Huang. Meski Shen Huang belum pernah menyebrangi samudera selama berada di Pulau Kecil Yue Dao, dia tahu secara pasti seseorang harus menyebrangi luasnya samudera jika ingin berpindah dari daratan satu ke daratan lainnya.
Dia hanya tahu tentang keberadaan samudera luas yang memisahkan daratan satu dengan daratan lain, bahkan dia pernah melihat langsung keberadaan samudera itu. Namun, dia tak tahu seberapa luas samudera karena memang belum pernah sekalipun dia menyebrangi nya.
Terus terbang di langit menuju ujung barat daratan timur, setelah seharian tebang dan melewati banyak desa serta kota, akhinya mereka melihat ujung barat daratan timur, dan jauh di depan sana mereka semua melihat luasnya samudera yang ujungnya benar-benar tak terlihat.
“Air di samudera itu terlihat sangat tenang dengan angin yang berhembus perlahan, namun ketenangan itu hanya ada di permukaan, sedangkan di dalam samudra, di tempat itu menyimpan banyak bahaya, bahkan kalian mungkin akan sedikit kesusahan saat melintas di atas samudera!” ucap Luo Feng.
Mendengar itu, Shen Huang dan empat orang lainnya menganggukkan kepalanya pelan. Mereka sudah mendengar seberapa bahaya samudera luas yang ada di Pulau Kecil Yue Dao. Namun, setelah mendengar seberapa bahaya samudera itu dari mulut Luo Feng, mereka semakin yakin jika samudera itu sangat berbahaya, dan merasa sangat wajar jika selama ini jarang orang yang menyebrangi samudera untuk pergi ke pulau lain.
Melihat keberadaan kota di pesisir pantai, Luo Feng membawa kelima muridnya untuk sejenak singgah ke kota itu, sebelum melanjutkan perjalanan ke daratan tengah. Sekalian dia ingin mengumpulkan informasi apa saja yang diketahui orang-orang tentang samudera luas di depan sana.
Baru juga mendarat tak jauh dari gerbang kota, tiba-tiba meraka melihat sosok mengerikan keluar dari lautan. Sosoknya sangat besar, dan memiliki tentakel yang langsung menyerang apa saja, yang berada di depannya.
Melihat sosok itu, Luo Feng bergumam, “Sosok besar mengerikan yang sangat mirip dengan gurita di bumi. Bukan mirip, tapi itu memang seekor gurita berukuran raksasa!”
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.