
Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng, mereka tidak berdaya di bawah kuatnya tekanan kekuatan Luo Feng. Mereka tidak pernah menduga jika ada sosok yang begitu kuat, dan jelas sosok itu adalah musuh mereka.
Tidak satupun dari mereka bisa mengetahui seberapa besar kekuatan yang dimiliki lawan, tapi mereka merasa jika kekuatan lawan, tidak jauh berbeda dengan kekuatan penguasa Pulau Besar Jin Dao. Jika benar kekuatannya setara penguasa Pulau Besar Jin Dao, mereka tentu tidak bisa melawan sosok, yang saat ini menjadi lawan mereka.
Tekanan kekuatan yang mereka rasakan benar-benar kuat, bahkan mereka tidak bisa bergerak sekalipun sudah mengerahkan seluruh kekuatan.
Sementara itu, Luo Feng sama sekali tidak peduli dengan apa yang dirasakan mereka. Ke-empat orang itu adalah musuhnya, dan di medan peperangan keberadaan musuh sudah sewajarnya dimusnahkan. Dia ingin segera melenyapkan keberadaan empat orang yang sama sekali tidak bisa memberi perlawanan padanya, tapi sebelum bisa melakukannya, ratusan ribu prajurit Pulau Besar Jin Dao maju menyerangnya.
Dalam waktu yang begitu singkat ratusan ribu prajurit yang dimiliki Pulau Besar Jin Dao telah berada di hadapan Luo Feng. Akan tetapi, sebelum mereka menyerang Luo Feng, tiga sosok bergerak cepat, melakukan serangan lebih dulu pada mereka.
Luo Feng tersenyum melihat tiga sosok yang maju menyerang prajurit Pulau Besar Jin Dao. “Aku hanya butuh tiga orang untuk menghadapi ratusan ribu prajurit lemah, yang dimiliki Pulau Besar Jin Dao!” ucap Luo Feng, dan setelahnya dia terkekeh pelan.
Luo Feng membiarkan Luo Xue, Luo Long, serta Luo Niu menghadapi ratusan ribu prajurit yang dimiliki Pulau Besar Jin Dao. Baginya, tidak perlu mengerahkan prajurit elite Klan Luo, disaat Luo Xue dan dua orang lainnya lebih dari cukup untuk berhadapan dengan ratusan ribu prajurit musuh.
Dalam pertempuran yang mempertemukan ratusan ribu prajurit musuh, melawan Luo Xue dan dua orang lainnya, tidak selamanya jumlah bisa unggul saat dipertemukan dengan tiga sosok kuat. Pada kenyataannya, kekuatan masih jauh lebih unggul dari kekuatan, terbukti dengan Luo Xue dan dua orang lainnya yang mendominasi jalannya pertarungan.
Luo Feng mengarahkan pandangannya ke arah empat orang, yang tidak bisa melakukan apa-apa, termasuk menggerakkan bagian tubuh mereka. “Aku sudah memikirkan bagaimana cara kematian terbaik untuk kalian, dan aku rasa cara kematian itu sangat pantas diberikan pada kalian!” ucap Luo Feng.
“Namun, aku terlebih dahulu ingin bertanya pada kalian, apa kalian ingin mati di tanganku, atau menjadi budak Klan Luo?” tanya Luo Feng.
Mendengar pertanyaan yang jelas ditujukan pada mereka, empat pria yang sama sekali tidak bisa bergerak, jelas mereka menolak mati di tangan lawan, tapi mereka tidak bisa mengatakan semua itu, dikarenakan mereka sama sekali tidak bisa bergerak, termasuk tidak bisa menggerakkan mulut untuk bicara.
Tidak kunjung mendengar jawaban mereka, Luo Feng kembali bicara, “Karena kalian hanya diam sedari tadi, aku anggap diam kalian adalah sebuah jawaban, dan jawaban kalian adalah kematian di tanganku!” Ekspresi Luo Feng tiba-tiba terlihat mengerikan usai dia menyelesaikan ucapannya.
Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng yang melihat ekspresi pria di hadapan mereka, mereka berempat seolah bisa merasakan jika keberadaan pria itu adalah untuk mengakhiri hidup mereka.
Luo Feng sebenarnya tahu jika mereka tidak mungkin bisa memberi jawaban akibat kuatnya tekanan aura kekuatannya, dan sebenarnya dia juga tidak peduli pada jawaban musuh, dikarenakan pada akhirnya mereka tetap akan mati di tangannya. Kematian mereka sudah pasti, dan Luo Feng akan memberikan kematian yang layak untuk mereka.
Sejenak Luo Feng mengabaikan keberadaan empat orang yang tidak bisa melakukan apa-apa, dan perhatiannya kembali tertuju pada Luo Xue dan dua orang lainnya. Terlihat mereka semakin mendominasi jalannya pertarungan, dan sudah lebih dari dua puluh ribu prajurit musuh mati di tangan mereka.
“Sepertinya ada beberapa orang yang sedang melaporkan kejadian di tempat ini, pada seseorang yang jauh dari tempat ini!” gumam Luo Feng, dan hanya dengan melambaikan tangannya, dia menarik dua prajurit musuh, yang sedang melaporkan, apa yang dilakukan oleh Luo Xue dan dua orang lainnya.
Luo Feng mencengkram kuat leher keduanya, yang sudah berada di hadapannya. Dia tidak menanyakan apapun pada keduanya, dan langsung saja dia membunuh keduanya yang terlalu lemah sekedar untuk menjadi temannya bermain.
__ADS_1
Krack... Boom...
Setelah mematahkan leher keduanya, Luo Feng memukul tubuh mereka, merubah tubuh mereka menjadi kabut darah.
Tidak ada pengampunan pada musuh, dan itulah yang sedang ditunjuk Luo Feng pada musuhnya. Dia bukan orang baik bagi siapapun yang menjadi musuhnya. Namun, dia adalah sosok baik untuk siapapun yang baik dengannya. Kembali mengarahkan pandangan pada pertarungan Luo Xue dan dua orang lainnya, Luo Feng sangat menikmati pertarungan mereka.
Boom... Boom.. Boom... Boom...
Luo Xue semakin serius menghadapi musuhnya, begitu juga dengan Luo Long dan Luo Niu. Dengan mereka lebih serius dari sebelumnya, semakin banyak musuh yang mati di tangan mereka. Tiap pukulan maupun tendangan yang mereka lakukan, bisa dipastikan saat itu juga ada prajurit musuh yang mati.
Saat lebih dari dua ratus ribu prajurit musuh mati di tangan Luo Xue dan dua orang lainnya, datang prajurit musuh dalam jumlah yang lebih besar, tapi jumlah mereka sama sekali tidak membuat Luo Xue dan dua orang lainnya gentar. Daripada gentar, mereka justru terlihat sangat bersemangat, dikarenakan bisa menguji seberapa besar kekuatan mereka langsung pada musuh.
Luo Feng tahu dan yakin jika Luo Xue dan dua orang lainnya masih sanggup menghadapi prajurit musuh, tapi dilain sisi dia ingin menunjukan pada musuhnya, seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh prajurit elite Klan Luo. Oleh karena itu, dia memanggil seratus ribu prajurit elite Klan Luo, dan mereka langsung saja bergabung dalam pertarungan yang sedang dilakukan Luo Xue dan dua orang lainnya.
Ketika seratus ribu prajurit elite Klan Luo turut serta dalam pertarungan, semakin terlihat jelas perbedaan kekuatan antara prajurit Klan Luo dan prajurit yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao. Mereka yang datang sebagai musuh Klan Luo, mereka benar-benar lemah, tidak sebanding dengan kekuatan prajurit Klan Luo.
Boom... Boom... Boom... Boom...
Prajurit yang berasal dari Pulau Besar Jin Dao musnah tidak berbentuk hanya dengan pukulan yang dilakukan prajurit elite Klan Luo, dan semua itu dapat dilihat jelas oleh Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng. Melihat semua itu, mereka semakin dibuat bingung dengan kekuatan musuh, yang selama ini mereka anggap sangat lemah.
Pertarungan masih terus berlanjut, dan hanya dalam waktu singkat setengah dari seluruh jumlah prajurit yang datang bersama Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng, mereka telah mati. Sementara sisanya, mereka tidak memiliki keberanian melawan musuh, yang mereka yakini sangat kuat, dan tidak segan membunuh mereka. Mereka yang sebelumnya yakin jika musuh sangat lemah, sekarang nyali mereka dibuat menciut begitu tahu seberapa besar kekuatan musuh.
Bagi mereka yang tidak siap mengalami kematian di medan perang, mereka memilih menyerah, jika itu bisa menyelamatkan kehidupan mereka.
Akan tetapi, sayangnya Luo Feng tidak akan membiarkan musuh menyerah, dikarenakan dia tidak ingin memberi pengampunan pada musuh. Dia ingin semua musuhnya mati, tanpa ada yang memiliki kesempatan mendapatkan pengampunan.
Dia merasa sebuah pengampunan hanya akan memberi musuh kesempatan kedua, dan tidak menutup kemungkinan mereka akan melakukan pemberontakan di masa yang akan datang.
“Siapa yang sebelumnya datang untuk menghancurkan Klan Luo? Pada kenyataannya kalian hanyalah mainan untuk Klan Luo! Meski kalian bukan kekuatan utama yang dimiliki Pulau Besar Jin Dao, keberadaan kalian menunjukkan seberapa lemah kekuatan yang dimiliki Pulau Besar Jin Dao!” ungkap Luo Feng.
Mendengar semua itu jelas saja Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng marah. Akan tetapi, sekali lagi mereka tidak bisa melakukan apa-apa untuk membungkam mulut seorang Luo Feng. Sekalipun mereka bebas, mereka tidak yakin dapat mengalahkan Luo Feng, yang mereka yakini jika kekuatan tekanan aura kekuatan yang saat ini mereka rasakan, semua itu bukanlah kekuatan puncak seorang Luo Feng.
Luo Feng yang sempat mengabaikan keberadaan Jin Fugeng, Jin Peng, Jin Weyang dan Jin Leng. Sekarang dia kembali mengarahkan perhatian pada mereka, dan dengan suara datar dia berkata, “Sudah saatnya kalian mati, dan aku akan memberi kalian kematian tanpa rasa sakit!”
__ADS_1
“Aku tidak tahu siapa-siapa kalian, tapi aku pastikan kalian tidak lama lagi akan mati di tanganku!”
Slash... Boomm...
Luo Feng melambaikan tangannya, dan kilatan petir menyambar Jin Weyang.
Kilatan petir dengan kuat menghantam tubuh Jin Weyang, dan semua orang bisa melihat keadaan Jin Weyang, setelah tersambar kuatnya sambaran petir yang begitu mengerikan.
“Aku hanya sedikit mengerahkan kekuatan yang aku miliki, tapi aku tidak menyangka jika sedikit kekuatanku sangat cukup untuk mengakhiri hidupnya!” ucap Luo Feng sambil melihat keadaan Jin Weyang yang tubuhnya telah hangus terbakar, dan bisa dipastikan jika pria itu telah mati.
Sementara itu, tiga orang yang merupakan rekan Jin Weyang, mereka hanya bisa membuka lebar kedua matanya, saat melihat apa yang terjadi pada Jin Weyang, dan bagaimana keadaan pria itu saat ini. Sebelumnya mereka hanya melihat saat Luo Feng melambaikan tangannya, tapi mereka tidak menyangka jika lambaian tangan Luo Feng adalah sebuah bencana, dan Jin Weyang adalah sosok pertama yang tertimpa bencana akibat apa yang dilakukan Luo Feng.
“Selanjutnya siapa yang ingin mengalami kematian tanpa rasa sakit?” tanya Luo Feng, dan tentu saja tidak ada jawaban yang terdengar.
Swush... Boomm...
Tidak mendengar jawaban, Luo Feng kembali melambaikan tangannya, dan saat itu juga dia kembali melambaikan tangannya, menyerang salah satu dari tiga orang yang merupakan musuhnya.
Jin Leng mengalami apa yang terjadi pada Jin Weyang. Dia mati dengan tubuh hangus terbakar, setelah sebelumnya kilatan pertir menghantam tubuhnya. Kini hanya tersisa dua orang, yang mana keduanya hanya bisa pasrah menerima datangnya kematian. Melawan jelas tidak bisa mereka lakukan, dan pasrah adalah yang bisa mereka lakukan saat ini.
“Bagaimana kalau kalian sedikit memberi perlawanan padaku?” Luo Feng menghilangkan tekanan yang membuat Jin Fugeng dan Jin Peng tidak bisa melakukan apa-apa, sehingga keduanya saat ini bisa bergerak bebas, tapi mereka tidak memiliki kesempatan pergi melarikan diri.
Luo Feng menatap dua orang yang kini sudah bangkit berdiri, dan mengarahkan sorot mata tajam penuh amarah ke arahnya. “Jika kalian marah dan ingin membunuhku, lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan, tapi aku yakinkan pada kalian, sampai kapanpun kalian tidak akan pernah bisa membunuhku, dan mungkin itu juga berlaku pada penguasa Pulau Besar Jin Dao!” ucap Luo Feng begitu tenang.
Dengan tergesa-gesa Jin Fugeng dan Jin Peng melesat maju menyerang Luo Feng. Meski mereka sudah tahu hasil akhir dari pertarungan melawan sosok yang jauh lebih kuat, keduanya tetap maju menyerang Luo Feng. Menggunakan senjata terkuat yang mereka miliki, keduanya berusaha melukai Luo Feng, sebelum kematian mendatangi mereka.
Luo Feng yang melihat datangnya serangan mereka, dia masih saja terlihat tenang, dan tanpa senjata dia akan menghadapi serangan mereka. Baginya, mereka terlalu lemah untuk bisa membuatnya mengeluarkan salah satu senjata yang dimilikinya. Dia mungkin akan mengeluarkan salah satu senjatanya, seandainya berhadapan dengan puluhan orang sekuat dua orang yang saat ini bergerak menyerangnya.
Luo Feng benar-benar menghadapi serangan Jin Fugeng dan Jin Peng hanya dengan tangan kosong. Pedang mereka bertemu dengan tangan Luo Feng. Seharusnya pedang mereka bisa melukai tangan Luo Feng, tapi apa yang terjadi sungguh di luar perkiraan Jin Fugeng dan Jin Peng.
Bukannya melukai tangan Luo Feng, yang ada pedang di tangan mereka justru patah begitu berhadapan dengan tangan Luo Feng. Pedang yang begitu kuat patah begitu saja, seolah berbenturan dengan sesuatu yang jauh lebih kuat, padahal jelas Jin Fugeng dan Jin Peng melihat jika Luo Feng hanya menggunakan tangan, untuk melawan pedang mereka.
Luo Feng terkekeh pelan melihat ekpresi terkejut Jin Fugeng dan Jin Peng, dan tidak lama kemudian dia berkata, “Sekarang tiba giliranku menyeranh kalian!”
__ADS_1
......................
Bersambung.