
Untuk menembus formasi pertahanan yang melindungi pusat wilayah tanah makam para Dewa bukanlah sesuatu yang mudah, dikarenakan Luo Feng harus menemukan cara yang tepat supaya dapat melakukan semua itu.
Luo Feng fokus mengamati bentuk formasi pertahanan yang berada di hadapannya. “Formasi pertahanan yang cukup menarik. Jika diserang, formasi pertahanan akan memanfaatkan setangan untuk memperkuat formasi, dan jika sembarangan orang menyentuh formasi, jika bukan orang pilihan, dia akan langsung hangus terbakar!” gumamnya.
Dengan langkah pasti, Luo Feng melangkahkan kakinya ke depan. Dia bermaksud menggunakan dirinya sendiri untuk menembus formasi pertahanan, yang melindungi pusat wilayah tanah makam para Dewa. Dengan keistimewaan yang ada pada dirinya, Luo Feng yakin jika dirinya dapat melewati formasi pertahanan, yang tidak sembarangan orang bisa melewatinya.
Perlahan tapi pasti langkah kaki Luo Feng membawanya semakin mendekati keberadaan formasi pertahanan. Luo Feng berharap dia bisa dengan mudah melewati formasi pertahanan di hadapannya, dan benar saja, dia bisa melewati formasi pertahanan, dan tidak ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.
Berhenti melangkah setelah melewati formasi pertahanan yang melindungi pusat wilayah tanah makam para Dewa, Luo Feng menolehkan kepalanya, melihat Luo Xue dan yang lainnya, yang saat ini masih berada di luar formasi pertahanan. Mereka terlihat tersenyum saat Luo Feng berhasil melewati formasi pertahanan tanpa mengalami kesulitan.
“Apa kalian tidak ingin masuk bersamaku ke tempat ini? Sebaiknya kalian bergegas kemati sebelum ada binatang buas datang menyerang!” ucap Luo Feng, memanggil yang lain supaya bergegas mengikutinya.
Luo Xue terlihat ragu melangkahkan kakinya, begitu juga dengan Shen Huang dan empat orang lainnya, yang saat ini masih berada di luar formasi pertahanan.
Luo Feng yang melihat keraguan mereka, akhirnya dia menghancurkan formasi pertahanan langsung dari dalam, dan dengan begitu mudah formasi pertahanan itu hancur. “Sekarang kalian tidak perlu ragu melangkahkan kaki ke tempat ini, dikarenakan formasi pertahanan sudah aku hancurkan!” ucap Luo Feng.
Tidak lagi melihat adanya formasi pertahanan di hadapannya, Luo Xue langsung saja berlari menghampiri Luo Feng. Hal yang sama juga dilakukan Shen Huang dan yang lainnya, sampai akhirnya mereka semua sudah berada di pusat wilayah tanah makam para Dewa, dan kembali mereka bisa melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Namun, belum juga mereka beranjak pergi, formasi pertahanan kembali muncul, bertepatan dengan kedatangan segerombolan binatang buas yang mencoba memasuki pusat wilayah tanah makam para Dewa.
Segerombolan binatang buas yang jumlahnya mencapai puluhan ribu, dengan kekuatan setara kekuatan kuktivator ranah Immortal God tingkat 4 sampai tingkat 10, mereka yang memaksa masuk ke pusat wilayah tanah makam para Dewa, tubuh mereka seketika berubah menjadi abu dan hanya menyisakan kristal kehidupan, saat tubuh besar mereka berbentuk dengan formasi pertahanan yang melindungi pusat wilayah tanah makam para Dewa.
Senyum lebar terlihat di bibir Luo Feng saat dia melihat adanya puluhan ribu kristal kehidupan yang sangatlah bermanfaat untuk peningkatan kekuatan orang-orang nya. Dengan adanya puluhan ribu kristal kehidupan, dia yakin banyak anggota Klan Qing dan anggota Klan sekutu yang bakalan bisa menerobos ranah Immortal God.
Meaki saat ini dirinya dan yang lainnya berada di dalam formasi pertahanan dan puluhan ribu kristal kehidupan itu berada di luar formasi pertahanan, dia yakin kristal kehidupan itu tetap akan berada di tempatnya, dikarenakan kristal kehidupan itu tidaklah berguna untuk binatang buas lainnya.
Luo Feng memutuskan membawa yang lainnya pergi menjelajahi pusat wilayah tanah makam para Dewa. Mereka terus saja berjalan dan belum menemukan adanya benda berharga di sepanjang jalan yang mereka lewati, dan mereka juga tidak merasakan adanya binatang buas di pusat wilayah tanah makam para Dewa.
Ketika mereka melangkahkan kaki lebih jauh dan semakin dekat dari cahaya yang membumbung tinggi ke langit, di depan sana mereka melihat danau dengan air yang begitu jernih, dan di sekitar danau itu tidak ada kabut beracun, yang artinya tidak ada racun di tempat itu.
Seluruh tanaman spiritual yang tumbuh di pinggir danau adalah tanaman spiritual langka, dan Luo Feng yang pernah membaca buku tentang berbagai jenis tanaman spiritual, dia tersenyum senang melihat banyaknya taman spiritual yang tanpa perlu diolah menjadi pil spiritual, tanaman spiritual itu dapat membantu kultivator menerobos ke ranah Immortal God atau tingkat yang lebih tinggi hanya dengan dikonsumsi secara langsung, selayaknya mengkonsumsi sayuran segar.
Luo Feng langsung saja memanen tanama spiritual yang siapa di panen, dan dia bakal menyisakan tanaman spiritual yang masih muda. Namun, belum juga mengambil satupun tanaman spiritual yang diinginkannya, Luo Feng dikejutkan dengan sosok Naga Putih yang keluar dari kedalaman danau. Dari auranya, Luo Feng bisa merasakan kekuatan Naga itu berada di ranah Immortal God tingkat 40. Sungguh kekuatan yang luar biasa.
“Jika kau ingin menyerangku, dengan senang hati aku akan membunuhmu!” kata Luo Feng dan dia bersiap menyerang Naga Putih yang melayang di atas permukaan air danau, dengan pandangan lurus tertuju pada sosok Luo Feng. Namun, Naga Putih bukannya menyerang, dia justru datang dan menundukkan kepala di hadapan Luo Feng, dan tidak lama Naga Hijau muncul dari kedalaman danau, lalu ikut menundukkan kepala di hadapan Luo Feng.
__ADS_1
“Kami tidak memiliki keberanian melawan sosok yang telah menjadi Tuan kami! Jika kami sampai melakukan itu, Surga akan marah pada kami, dan itu bukanlah sesuatu yang kami inginkan,” ucap Naga Putih masih dengan keadaan menundukkan kepala di hadapan Luo Feng. Dari suara sosok Naga Putih adalah seorang pria, sedangkan Naga Hijau, dia masih terdiam, jadi Luo Feng dan yang lainnya belum tahu apa Naga itu pria atau wanita.
“Siapa Tuan kalian?” tanya Luo Feng penasaran, meski dia mencoba menebak jika dirinyalah tuan mereka, tapi dia tidak tahu kenapa dirinya tiba-tiba menjadi tuan mereka.
“Pencipta kami mengatakan jika siapapun yang berhasil masuk ke tempat ini, makan orang itu adalah Tuan kami, dan kami harus mengabdikan diri padanya, bahkan mulai saat itu sampai kapanpun nyawa kami adalah miliknya. Diantara orang-orang yang datang, hanya Tuan yang memiliki aura sama dengan cincin Penguasa Alam Semesta, oleh karena itu mulai sekarang kami akan mengabdikan diri pada Tuan!” Suara merdu terdengar dari sosok Naga Hijau yang jelas dia adalah seorang wanita, dan tidak lama kemudian kedua Naga berubah wujud menjadi manusia.
Sosok pria berpakaian serba putih dan sosok wanita berpakaian serba hijau, mereka berlutut di hadapan Luo Feng dengan sebelah lutut menyentuh tanah. “Tuan bisa memberi nama pada kami, sebagai tanda jika kami selamanya akan mengabdikan diri hanya pada Tuan!” ucap pria dengan pakaian serba putih.
Meski keduanya menundukkan kepala, Luo Feng bisa melihat wajahnya penuh harap keduanya, dan sepertinya mereka sangat ingin diberi nama olehnya. “Hah, baiklah, aku akan memberi kalian nama!”
Luo Feng sejenak memikirkan nama terbaik untuk mereka, dan tidak lama kemudian dia berkata, “Naga Putih, aku memberimu nama Luo Long, dan untuk Naga Hijau, aku memberimu nama Luo Niu. Mulai sekarang dan seterusnya nama itu akan menjadi milik kalian!”
Kedua sosok dihadapan Luo Feng tersenyum, sebagai perwujudan perasaan bahagia mereka karena pada akhirnya mereka memiliki nama. Mereka sudah melakukan penantian yang sangat lama untuk memiliki nama, dan hari ini penantian mereka membuahkan hasil. “Tuan, terimakasih karena sudah menerima keberadaan kami!” ucap keduanya.
Luo Feng menghela napas lega karena melihat keduanya menyukai nama pemberiannya, dan sekarang dia ingin mendengar penjelasan dari mereka, tentang wilayah tanah makam para Dewa, sebelum nantinya ia akan mengambil banyak barang dan tanaman berharga yang berada di sekitarnya.
‘Semoga mereka bisa memberiku informasi berharga yang berhubungan dengan sejarah tempat ini,’ batin Luo Feng.
__ADS_1
......................
Bersambung.