Legenda Sang Dewa

Legenda Sang Dewa
Pergi Ke Pulau Besar Taiyang Dao


__ADS_3

Sebagai kubu yang memilih berdiri di Klan Qing, tentu Luo Feng menganggap kubu itu sebagai musuhnya, dan ia akan melakukan apapun untuk kubu yang bersikukuh tetap berada di sisi Klan Luo. Ia akan menunjukkan jika pilihan mereka tepat karena tetap setia pada Klan Luo, dan tidak bergabung pada kubu pembelot.


Tidak berhenti dengan menceritakan perpecahan Klan Yuan yang telah terpecah menjadi dua kubu, Luo Xue juga menceritakan kekuatan masing-masing kubu pada Luo Feng. “Yuan Lei yang dulunya merupakan Tetua Agung Klan Yuan, dia adalah pemimpin kubu Klan Yuan yang membelot, dan dengan bantuan sumberdaya yang diam-diam diberikan Klan Qing, kekuatan kubu Yuan Lei meningkat pesat. Jika sebelumnya kubu mereka kalah dalam kekuatan, kini kekuatan kedua kubu berimbang. Bahkan ada kabar jika saat ini kekuatan Yuan Lei sudah melampaui kekuatan yang dimiliki oleh Patriak Klan Yua.”


Jika benar kekuatan Yuan Lei lebih kuat dari Patriak Klan Yuan, Luo Feng merasa kalau dirinya harus cepat pergi ke Klan Yuan, sebelum kubu yang masih setia dengan Klan Luo hancur di tangan para pembelot.


Penasaran apa Klan Luo diam saja dengan keadaan yang dialami Klan Yuan, Luo Feng akhirnya memutuskan bertanya pada Luo Xue, “Xue’er, apa tidak ada bantuan dari Klan Luo yang diberikan pada kubu Klan Yuan, yang masih setia pada Klan Luo? Bagaimanapun juga meraka adalah orang-orang dengan kesetiaan tinggi, dan aku rasa Klan Luo pantas memberi mereka bantuan!”


“Klan Luo sudah memberi mereka bantuan, dan bantuan itulah yang selam ini mampu membuat mereka bertahan dari gempuran kubu sebelah,” jawab Luo Xue.


Sikap yang ditunjukkan Klan Luo pada Klan Yuan membuat Luo Feng senang, dikarenakan Klan Luo tidak tinggal diam, dan membiarkan kubu yang setia pada Klan Luo hancur di tangan kubi yang membelot pada Klan Qing.


Sepuluh hari adalah waktu yang tersisa sebelum ia pergi meninggalkan Klan Ye, dan tujuan selanjutnya adalah Klan Yuan. Namun, sebelum pergi meninggalkan Klan Ye, ia ingin lebih dulu memastikan tidak akan adanya perpecahan di Klan Ye, supaya tidak terjadi seperti apa yang saat ini terjadi pada Klan Yuan. “Selain memastikan tidak akan adanya perpecahan di Klan Ye, sebelum pergi aku juga ingin memastikan sumberdaya Klan mencukupi untuk kebutuhan Klan selama satu tahun ke depan!” ucap Luo Feng.


Luo Xue tahu akan ketakutan Luo Feng jika apa yang terjadi pada Klan Yuan, juga terjadi pada Klan Ye. Namun, ia merasa semua itu tidak akan terjadi pada Klan Ye karena ia tahu seluruh anggota Klan Ye memiliki kesetiaan jauh lebih besar dibandingkan anggota Klan Yuan.


Tidak lagi ada yang perlu mereka bahas tentang Klan Yuan, Luo Feng membawa Luo Xue keliling kediamannya, sekaligus ia ingin menunjukkan keberadaan lima muridnya pada Luo Xue.


...----------------...


Tanpa terasa sepuluh hari sudah berlalu dan hari ini adalah hari dimana Luo Feng, Luo Xue, dan lima orang lainnya akan pergi meninggalkan Klan Ye. Luo Feng sudah jauh-jauh hari mengatakan kepergiannya pada Patriak Ye Yong, dan ia juga telah memperkenalkan siapa Luo Xue pada semua orang, yang saat ini berada di aula kediaman Klan Ye.


Selain itu, untuk sumberdaya Klan Ye, Luo Feng telah memberi banyak sumberdaya berharga untuk Klan Ye, dan ia juga telah memberitahu Patriak Ye Yong tentang keberadaan banyak sumberdaya berharga, yang terletak di bawah tanah, bertempatkan di hutan yang selama ini dianggap tidak terdapat sumberdaya berharga.


Luo Feng menjelaskan jika sumberdaya di tempat itu terkubur sedalam dua meter di bawah permukaan tanah, dan hampir di seluruh penjuru hutan bisa ditemukan sumberdaya berharga meski harus melakukan penggalian jika ingin mendapatkan sumberdaya di tempat itu.

__ADS_1


Patriak Ye Yong sangat bersemangat mengumpulkan sumberdaya di tempat itu, begitu ia mendapat informasi dari Luo Feng, tapi Luo Feng mengingatkan untuk tidak merusak alam, dan harus mengembalikan keadaan hutan seperti sedia kala setelah melakukan penggantian.


“Tuan Muda tenang saja, aku berjanji akan mengembalikan semua seperti semula, setelah melakukan penggalian!” Patriak Ye Yong sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


Semua anggota Klan Ye yang berada di aula kediaman Klan Ye, mereka juga berjanji seperti apa yang baru dilakukan oleh Patriak Klan Ye.


“Dengan kalian semua bersedia berjanji, aku merasa tenang membiarkan kalian menggali sumberdaya berharga yang terdapat di dalam tanah hutan itu,” ungkap Luo Feng.


“Namun, jika saat aku datang dan melihat hutan itu hancur karena ulah Klan Ye, kalian akan menerima hukuman dariku, dan itu bukan hukuman yang ringan!”


Luo Feng sangatlah tegas dengan apa yang ia ucapkan, dan semua orang tentu saja mengerti kenapa ia sangatlah tegas di situasi saat ini. Mereka yang tentu tidak ingin membuat Luo Feng kecewa, mereka akan melakuk sesuai apa yang dikehendaki Luo Feng.


“Pariak, kalau begitu kami pemit pergi karena masih banyak yang harus kami lakukan, terutama melakukan persiapan sebelum tiba hari dimana Klan Luo akan kembali menunjukkan keberadaannya!” ucap Luo Feng.


Lagipula tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang mereka kembali dipertemukan dengan Luo Feng, dan mereka yakin di pertemuan selanjutnya, mereka akan melihat Luo Feng telah menjadi salah satu sosok penting bagi Klan Luo.


Semua orang berjalan ke halaman aula kediaman Klan Ye, untuk mengantarkan kepergian Luo Feng dan yang lainnya. Mereka baru membubarkan diri dari tempat itu setelah sosok Luo Feng dan yang lainnya menghilang dari pandangan mereka.


Patriak Ye Yong dan Tetua Ye Peng, keduanya masih bertahan di halaman aula kediaman Klan Ye, dan keduanya baru pergi dari tempat itu setelah tidak lagi merasakan aura keberadaan Luo Feng dan yang lainnya.


Sedangkan Luo Feng dan yang lainnya, begitu mereka meninggalkan kediaman Klan Ye, mereka langsung saja pergi menuju altar, yang akan membawa mereka pergi ke Pulau Besar Taiyang Dao. Dengan kecepatan mereka, dibutuhkan waktu setengah hari untuk mencapai lokasi keberadaan altar, yang menjadi tujuan mereka.


Setelah setengah hari melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai di tujuan. Tanpa istirahat karena memang tidak ada yang merasa lelah, mereka semua langsung saja mengalirkan energi spiritual ke altar yang mereka pijak, dan tidak lama kemudia cahaya yang menyilaukan muncul menyelimuti tubuh mereka.


Begitu cahaya yang menyilaukan menghilang, mereka melihat sekeliling, dan mereka tidak lagi di tempat yang sebelumnya, melainkan sudah berpindah tempat.

__ADS_1


“Xue’er, apa sebelumnya kamu sudah pernah pergi ke Pulau Besar Taiyang Dao? Kalau pernah, apa kamu bisa memastikan kalau saat ini kita sudah berada di tempat tujuan yang tepat?” tanya Luo Feng sembari menatap lembut Luo Xue.


“Gege, aku pernah beberapa kali pergi ke Pulau Besar Taiyang Dao dan aku pastikan kita sudah berada di tempat tujuan, dan tempat ini aku rasa tidak terlalu jauh dari kediaman Klan Yuan,” ucap Luo Xue.


Setelah sudah memastikan mereka semua berada di Pulau Besar Taiyang Dao, Luo Feng mempercayakan perjalanan kali ini pada Luo Xue, yang mengatakan jika ia tahu arah menuju kediaman Klan Yuan, dan ia yakin dalam dua hari bisa sampai di kediaman kubu Klan Yuan yang masih setia pada Klan Luo.


Perjalanan menuju kediaman Klan Yuan mereka awali dengan melewati hutan yang dihuni banyak binatang buas, maupun monster yang suka memburu manusia untuk dijadikan santapan.


Melakukan perjalanan dengan terbang di ketinggian juga tidak serta-merta membuat mereka aman. Banyaknya monster terbang, membuat kawasan langit sama berbahayanya dengan kawasan darat.


Puluhan monster bersayap menghadang perjalanan Luo Feng dan yang lainnya saat mereka bermaksud terbang melintasi lebatnya hutan. “Keberadaan mereka akan memberi kesempatan pada kita melakukan pertarungan untuk pertama kalinya, setelah berada di Pulau Besar Taiyang Dao. Oleh karena itu kalian tidak perlu sungkan atau berbelas kasih pada mereka! Bunuh saja mereka semua selagi ada kesempatan!” teriak Luo Feng.


Mendengar teriakan Luo Feng, Shen Huang dan empat orang lainnya langsung saja menyerang monster bersayap yang menghadang jalan mereka. Pertarungan pun segera terjadi, dan karena kekuatan monster bersayap yang hanya setara kultivator ranah Martial Emperor, mereka bukan lawan sepadan untuk Shen Huang dan yang lainnya, yang mana kekuatan mereka sudah berada di ranah Martial God.


Boom... Boom... Boom...


Sudah banyak monster bersayap yang mati di tangan Shen Huang dan yang lainnya, tapi bukannya jumlah mereka berkurang, yang ada jumlah mereka justru semakin banyak, dan lagi kekuatan mereka sedikit lebih kuat dari yang sebelumnya, bahkan ada dua monster bersayap yang kekuatannya setara kultivator ranah Martial God tingkat 1. Meski hanya setara tingkat 1 ranah Martial God, kekuatan kedua monster bersayap sedikit membuat kelima murid Luo Feng kewalahan saat menghadapi mereka.


Melihat jumlah musuh yang semakin banyak dan tidak mungkin dikalahkan dengan membunuh mereka satu demi satu, akhirnya Shen Huang dan yang lainnya meningkatkan daya hancur serangan mereka, dan juga meningkatkan luas jangkauan serangan mereka.


Luo Feng dan Luo Xue sendiri hanya melihat jalannya pertarungan, dan mereka sedikitpun tidak ada niatan ikut ambil bagian dalam pertarungan yang sedang terjadi. Meski jumlah musuh sangat banyak, mereka masih sangat yakin jika Shen Huang dan yang lainnya masih sangat sanggup mengalahkan semua musuh mereka.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2