LOVE OF FATE

LOVE OF FATE
KEBAHAGIAAN ELE


__ADS_3

💌 LOVE OF FATE 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


...Mulanya aku benci dicintai, namun kini aku mulai menaruh hati. Kau benar-benar membuatku bahagia lewat cara yang orang lain tak bisa....


🔸🔸🔸🔸🔸


Mentari pagi telah bersinar dengan terangnya. Hujan tadi malam, membuat udara bertambah segar. Ya.... cuaca hari ini sangatlah cerah. Terlihat awan putih yang menggantung indah di atas langit. Burung-burung pun tidak ketinggalan meramaikan pagi yang cerah ini. Ele menarik napasnya dalam-dalam, kemudian ia menghembuskannya secara perlahan-lahan.


"Segar...." Ucapnya dengan senyum bahagia.


Ele kembali mempercepat langkah kakinya saat berada di perkebunan strawberry. Ia melihat Alvin di sana.


"Alvin!" teriak Ele begitu melihat Alvin .


Mendengar suara Ele, Alvin melambaikan tangannya saat melihat wanita yang dicintainya membawakan bekal makan siang untuknya. Ele berjalan lagi. Terlihat Alvin sedang memetik buah strawberry. Itu adalah hasil tanaman Alvin sendiri.


Alvin sedang mencabut dan memangkas beberapa daun kering yang masih menempel. Ada sekitar 100 buah polybag berisi tanaman strawberry dengan daun-daun yang hijau lebat. Sebagian polybag disusun pada rak-rak kayu yang dibuatnya agar dapat menghemat tempat.


Sudah satu minggu terakhir ini alvin memanen strawberrynya yang ditanam sejak dua bulan terakhir. Pekerjaan ini telah mengalihkan perhatiannya. Ia pernah diajak menjadi kontraktor proyek-proyek pemerintah dan desa. Namun Alvin menolaknya. Ia lebih menekuni ini dan lebih memilih menanam strawberry bersama Ele. Mereka bisa memanen strawberry hingga 4 kotak dan semuanya langsung habis terjual atau diambil pembeli yang datang ke rumah.


Alvin menjual satu kotak mika dengan harga pasaran. Bahkan permintaan akan strawberry sangat tinggi karena orang suka dengan rasanya. Bagi Alvin menanam strawberry sangat mudah. Yang penting butuh ketekunan dan perawatan maksimal terutama air yang selalu menjadi prioritas utama. Semua tanaman strawberry yang ia tanam dirawat secara organik sehingga sehat dan berkualitas. Selain menanam strawberry.


"Alvin, kita makan siang dulu yuk!" Teriak Ele dari arah pondok kayu yang ada di sana.


"Sebentar Ele." Sahut Alvin dari kejauhan.


"Ini sudah waktunya makan siang. Kau tidak mau makan?" Teriak Ele lagi.


Kalau Ele sudah cerewet seperti ini, Alvin memilih mengalah. "Oke, aku datang." Kata Alvin tersenyum.


Tak berapa lama, ia pun bergegas menuju pondok kecil yang ada di sana. Tempat ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu istirahat mereka. Sepi dan tenang. Benar-benar tidak ada orang, hanya mereka berdua saja yang ada di sana.


Dua porsi nasi putih bersanding mesra dengan steak ayam yang dilumuri dengan garam, lada bubuk, oregano, tak lupa Ele menambahkan sayur brokoli juga. Makannya masih hangat. Menu makan siang itu tersaji dalam kotak bergambar. Melihatnya menu siang hari ini, Alvin menelan salivanya.


Mereka berdua pun menikmati makanannya dengan tenang sambil menatap bukit-bukit yang ada di sana. Mereka saling melempar senyum dan terus menikmati makan siangnya.


Alvin masukkan nasi dan lauk ke dalam mulutnya. "Masakanmu selalu yang terbaik." ucapnya bergumam sambil terus menikmati makanannya.


"Benarkah?"


"Hmm. Aku suka makanan sederhana seperti ini. Makanan rumahan jauh lebih nikmat dari makanan di restoran."


"Hahahaha...kamu bisa aja."

__ADS_1


"Iya, aku serius. Kamu pernah makan di restoran?"


Ele membuat gestur berpikir sambil membengkokkan bibirnya. "Pernah, tapi hanya makanan restoran biasa."


"Jika hasil panen strawberry menghasilkan lagi. Aku ingin membawamu ke kota, kita jalan-jalan sepuasnya. Bagaimana, kamu mau?"


Ele mengangguk cepat, "Tentu saja aku mau. Apalagi jika itu bersama kamu." Kata Ele antusias.


Alvin mengangguk dan kemudian tersenyum saat melihat reaksi bahagia dari Ele. Apapun ia lakukan untuk kebahagiaan wanita yang dicintainya. Mereka kembali menikmati makan siang dengan tenang sambil melakukan percakapan-percakapan kecil. Tak beberapa lama, Alvin tersenyum melepaskan sendoknya. Menandakan ia sudah selesai sarapannya. Ia mengusap mulutnya dengan tissue, lalu bangun dari duduknya.


🔸🔸🔸🔸🔸


BEBERAPA HARI KEMUDIAN.


“Ele,” panggil Alvin dengan suara khas miliknya. Mereka duduk di teras rumah sambil menatap senja yang mulai memperlihatkan keindahannya. Senja yang mulai akan tengelam meninggalkan terang dan mendatangkan malam.


“Iya?” Ele menoleh, senyumnya merekah. Entah kenapa jika berada di dekat Alvin dan mendengar suaranya, Ele tidak bisa berhenti tersenyum dan jantungnya selalu berdegup kencang. Ia telah jatuh cinta setiap hari dengan orang yang sama yaitu Alvin.


“Bagaimana jika nanti malam kita jalan-jalan?” Alvin menatap manik hitam Ele lekat, bibirnya tersenyum, pupilnya menampakkan keseriusan.


Ele hampir tak bisa bernapas karena ditatap seperti itu. Ia pun mengangguk senang. “Boleh.”


Setelah satu bulan resmi berpacaran, ini kali kedua Alvin mengajaknya jalan-jalan lagi. Walau hanya sekedar jalan sambil berpegangan tangan, membuat Ele begitu bahagia. Ia yakin kalau Alvin adalah cinta sejatinya, tempatnya melabuhkan hati. Alvin meraih tangannya, menggenggamnya, membuat debaran di jantung Ele semakin menjadi.


“Aku ingin membawamu ke suatu tempat."


“Ke suatu tempat?” matanya melebar hanya mendengar dua kalimat itu. Dalam benaknya, Alvin mengajaknya menatap bintang-bintang ditemani kembang api yang menyala-nyala? seperti kejutan ulang tahunnya dulu. Dan baginya itu terkesan romantis.


"Adakah yang lebih romantis dari kejutan ulang tahunku?" Tanya Ele dengan mata berbinar. Kekasihnya benar-benar penuh kejutan.


“Kalau begitu bersiaplah. Kita pergi jam tujuh. Dandan yang cantik, ya!”


“Siap! Pasti!” Jawab Ele sangat senang. Malam ini akan menjadi malam paling membahagiakan seumur hidupnya. Pasti.


Ele keluar kamar untuk menemui Alvin yang sudah menunggunya di ruang tamu. Dandanan gadis itu tidak terlalu mewah, malah menunjukkan siapa Ele sebenarnya. Dress hitam selutut tanpa lengan juga highheels hitam membuatnya tampak lebih misterius dari biasanya.


“Kamu cantik sekali.” puji Alvin tak henti melihat penampilan Ele yang menurutnya sangat cantik karena didandani seperti apa pun, Ele tetap saja cantik. Apalagi Alvin suka melihat rambut Ele.


"Kamu terlalu memujiku."


"Aku serius, kamu cantik sekali."


Ele hanya tersenyum sambil mengedipkan kedua matanya ke arah Alvin. Hidungnya ikut mengerut sesaat. Teaser itu mampu membuat aliran listrik dalam tubuh Alvin aktif. Ele melangkah lebih dulu melewati tubuh Alvin. Senyumnya terlihat menyeringai dan bersemangat.


“Aku sudah siap. Ayo kita pergi.” kata Ele menatap Alvin termangu di sana.


Alvin mengedipkan matanya dengan cepat, menyadari Ele telah lewat mendahuluinya. Ele kembali lagi dan segera memeluk lengan Alvin. Senyum tak lekang dari wajahnya. Ia benar-benar bahagia. Alvin membukakan pintu mobil layaknya Ele seorang tuan putri.


“Eits, sebelum kita pergi, kau harus memakai penutup mata.”


“Untuk apa?” tanya Ele tak mengerti.

__ADS_1


“Tutup saja matamu.” Alvin memakaikan penutup mata warna merah dan Ele menurutinya sambil terkikik.


“Jangan bilang kau ingin menculikku,” candanya.


“Bagaimana jika aku benar-benar menculikmu?" goda Alvin.


“Jika itu kamu, aku siap diculik.” Ele balik menggoda Alvin.


Setelah tiga puluh menit perjalanan yang mendebarkan dan penuh rasa penasaran, Ele ke luar dari mobil dan dituntun Alvin ke tempat yang sudah dijanjikannya.


“Sudah sampai?” tanya Ele tak sabar.


Alvin membuka penutup mata Ele.


“Selamat datang di firework dinner!” seru Alvin sambil merentangkan tangannya. Senyumnya merekah.


Ele tak dapat berkata apa-apa. Ia tak tahu di mana mereka sekarang. Kepalanya menelusuri setiap beluk tempat itu.


"Bukankah ini taman dimana ia pernah menangis dan Alvin mengatakan cintanya?"


Tapi taman ini benar-benar disulap. Bunga tulip membentang di sekitar mereka. Ele bahkan tak mengedip sama sekali. Ia mendapati bunga tulip aneka macam warna di sana. Merah, merah muda, kuning, ungu, dan putih. Bau harum khas bunga tulip memenuhi indera penciumannya. Ele berbalik, mencari tahu apa yang bisa membuatnya berada di tengah taman bunga ini. Ternyata ada jalan setapak yang di pinggirnya terdapat lilin-lilin kecil bercahaya, begitu romantis.


Yang paling membuat Ele bertambah takjub adalah di tengah taman bunga ini ditumbuhi rumput, membentuk hati dengan diameter sekitar 3 meter yang di pinggirnya juga diberi lilin, seolah tempat ini adalah tempat spesial untuk semua pasangan. Di hadapannya, meja juga dua kursi dan lilin yang diletakkan di tengah meja. Benar-benar romantis. Apalagi Ele sekarang menikmati malam ini dengan orang yang dicintainya.


“Bagaimana mungkin? Aku serasa berada di restoran mewah.” tanya Ele takjub. Taman ini disulap begitu indah. Ia sering mendatangi taman ini jika sedang sedih.


Alvin menuntun Ele ke kursi lalu menarik kursi tersebut. “Silakan duduk, Tuan Putri.”


“Terima kasih, Alvin.” Ele tak bisa berhenti tersenyum. Ia membuka penutup makanannya.


“Ini apa, Alvin? Steak?” tanya Ele. Entah berapa uang yang Alvin habiskan untuk makan romantis ini.


“Beef steak. Amira membuatnya sendiri untuk malam ini. Juga jus wortel kesukaanmu.”


"Benarkan?" Ele terkejut mendengar itu


Alvin tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Hmm. Jadi berterima kasihlah kepadanya."


"Tentu saja, aku akan berterima kasih kepadanya." Ele mengangguk cepat.


"Aku sangat mencintaimu, Ele.” Kata Alvin sungguh-sungguh.


Ele terharu. Matanya berkaca-kaca, bukan sedih tapi ia begitu bahagia. “Aku juga sangat mencintaimu, Alvin.” Balasnya kemudian.


Sungguh bahagia. Ele benar-benar bahagia. Ele tak akan pernah melupakan malam ini. Ia juga tak berhenti bersyukur karena Tuhan telah mempertemukannya dengan Alvin. Alvin yang membuatnya bisa terus tersenyum bahagia. Taman bunga tulip yang di tengahnya ada rerumputan berbentuk hati. Lilin-lilin kecil. Harum khas bunga tulip. Angin malam. Makanan buatan Alvin. Warna-warni di langit hitam berbintang. Tidak ada orang lain. Hanya mereka berdua. Ele tak akan melupakan kenangan indah ini.


BERSAMBUNG.....


^_^


Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini Novel ketujuh aku 😍

__ADS_1


Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.


^_^


__ADS_2