LOVE OF FATE

LOVE OF FATE
HARI BAHAGIA.


__ADS_3

๐Ÿ’Œ LOVE OF FATE ๐Ÿ’Œ


ย 


๐Ÿ€ HAPPY READING ๐Ÿ€


.


.


...Tempat yang paling indah buatku adalah di dalam pikiranmu. Dan kamu tahu, ketika aku telah menemukanmu sebagai seseorang yang spesial bagiku, saat kita diam pun terasa nyaman....


๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ธ


Hari yang ditunggu-tunggu Ele dan Alvin pun tiba. Seperti yang direncanakan, Ele memilih tanggal pernikahan mereka tepat dihari ulang tahun Alvin. Persiapan dilakukan sebaik mungkin. Dalam waktu yang begitu dekat, semuanya dapat terpenuhi. Ketika Ele mulai mengkhawatirkan banyak hal, Tuhan memberikan bantuan-Nya. Segala gundah, khawatir dan takut perlahan sirna. Berganti haru dan bahagia ketika hari H telah tiba. Begitu mendebarkan. Pernikahan dilangsungkan secara tertutup dan sederhana di gereja terbesar yang ada di kota A. Pengikatan janji suci yang mereka inginkan harus benar-benar sakral.


Ele sendiri memilih sendiri tema rustic, yang identik dengan warna-warna pastel yang lembut dan indah untuk dilihat. Dengan putih yang dipadu dengan warna cream dan furniture yang menambah kesan minimalis dan alami. Kursi-kursi gereja sudah dihiasi bunga-bunga cantik. Sederhana tapi berkesan yang bahkan tidak akan pernah mereka lupakan.


Ele berdiri di depan pintu gereja menatap lurus ke depan dengan wajah anggun dan elegan. Dengan gaunnya yang membelai lantai. Ia menggandeng tangan Edward, paman yang sengaja didatangkan dari desa memasuki gereja. Alvin sudah berdiri di sana. Di sebelahnya berdiri seorang pendeta dengan senyum terindahnya. Alvin melihat Ele. Hatinya sangat bergetar. Ele sangat cantik dengan gaun putihnya. Wajahnya tersenyum menatap haru ke arah Alvin. Mereka akhirnya sampai ke sini mengikat janji pernikahan dan akan menjadi pasangan suami-istri. Ele dan Alvin tidak bisa menahan harunya. Air matanya mengumpul di pelupuk matanya. Membuat mata mereka berbinar dan berkaca-kaca.


Edward membawa keponakannya dengan bangga. Maju ke depan dengan diiringi musik pernikahan. Dentingan piano semakin terdengar. Amira melambaikan tangannya kepada Ele. Ele tersenyum mengangkat tangannya dan melambai kepada Amira yang berdiri di kursi tengah bersama Marvel. Harry juga duduk di sana, ia duduk di kursi roda melambaikan tangannya kepada Ele. Harry juga tak ingin melewatkan momen bahagia ini. Ya, Harry sudah berubah. Saat ini ia sedang menjalankan bisnis cafenya. Alvin banyak membantunya, hingga cafe itu dikenal banyak orang.


Musik terus menggema membawa langkah Ele pada lelaki yang berdiri menunggunya di depan. Edward menghentikan langkahnya yang diikuti oleh Ele. Mereka sudah berdiri di depan pak pendeta dan Alvin. Alvin mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Ele. Edward menyerahkan tangan Ele kepada lelaki yang akan menjaga Ele seumur hidupnya.


Suasana menjadi syahdu, saling menatap dalam. Penuh rasa cinta dan kebahagiaan. Mereka tersenyum melepaskan tatapan dan menghadap ke arah pendeta yang siap memberkati mereka untuk mengikat janji suci, sekali dan seumur hidup. Selamanya sampai maut memisahkan.


Pak pendeta memberikan nasehat kepada Alvin dan Ele tentang pentingnya membangun komunikasi kebersamaan antara pasangan suami-istri. Berbagai acara telah di lalui dengan baik. Mereka saling berhadapan dan berpegangan tangan. Kerena pertukaran cincin momen yang sangat mengharukan bagi pasangan ini.


Alvin mengambil cincin pernikahan yang akan diberikan kepada Ele. Ia menahan cincin itu tidak masuk ke dalam jari manis Ele. Ia mengucapkan sumpahnya dengan penuh penghayatan. Tatapan penuh cinta dan keyakinan. Ia menatap Ele dengan sayang.


"Saya Alvin Smith bersumpah dihadapan Tuhan mengambil engkau Eleanor Gea menjadi istriku untuk saling memiliki menjaga sampai selama lamanya baik susah atau pun senang waktu sehat atau pun sakit. Saling mengasihi dan menghargai untuk saling menjaga selama lamanya. Sesuai hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus."


Ele terus menatap Alvin dengan tatapan penuh cinta, hingga sumpah itu selesai di ucapkan dengan baik dan Alvin memasang cincin itu di jari manis Ele.


Kemudian Ele bergantian dengan memegang tangan Alvin. Ia mengambil cincin dan menahannya agar tidak masuk ke jari Alvin.

__ADS_1


Alvin menatap Ele dengan penuh cinta dan tersenyum penuh hangat. Lalu Ele mengatakan janji sucinya.


"Saya Eleanor Gea bersumpah dihadapan Tuhan mengambil engkau Alvin Smith menjadi suamiku untuk saling memiliki menjaga sampai selama lamanya baik susah atau pun senang waktu sehat atau pun sakit. Saling mengasihi dan menghargai untuk saling menjaga selama lamanya. Sesuai hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus."


Alvin tersenyum bangga, Ele dapat menyelesaikannya dengan baik. Ele pun masukkan cincin itu ke jari Alvin. Alvin menatapnya begitu dalam. Ele tersenyum haru dan mengangkat wajahnya untuk melihat lelaki yang sangat ia cintai itu.


Setelah mengucapkan sumpah itu. Pendeta lalu membuka kedua tangannya dan mengulurkan di atas kepala Ele dan Alvin, untuk mendoakan pasangan ini. Mereka memejamkan matanya. Mendengar setiap doa yang di ucapkan dan mengaminkan di dalam hati. Memegang janji yang mereka ucapkan tadi. Selamanya dalam materai cinta.


Pendeta selesai mengucapkan doanya. Mereka kembali menegakkan kepala dan saling menatap.


"Kau boleh mencium pengantinmu." Ucap pendeta dengan senyuman hangat.


Alvin menatap Ele dengan sayang dan melepaskan tangan Ele dari genggamannya. Dan memegang tudung dan mengangkatnya secara perlahan hingga melewati kepala Ele. Alvin kini melihat wajah istrinya secara langsung. Cantik dan sangat cantik hanya itu yang bisa diucapkan Alvin dalam hatinya. Hatinya berdebar. Alvin mendekat satu langkah dan memegang bahu Ele. Wanita pujaannya itu memejamkan matanya. Dengan lembut Alvin mlumat singkat bibir Ele. Ciuman yang dirasa sangat menggetarkan jiwa. Alvin melepaskan ciumannya dan menatap Ele kembali. Perlahan Ele membuka matanya. Tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya yang putih dan rapi.


Para undangan bertepuk tangan merayakan pasangan ini sudah sah menjadi suami istri. Kedua mempelai berjalan keluar.


Pelepasan burung dan diiringi pelepasan balon gas juga telah dilakukan. Burung merpati dilambangkan sebagai lambang cinta, kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan. Sementara pelepasan burung ini menandai kepergian para pengantin dari keluarganya masing-masing untuk memulai hidup baru bersama.


Senyuman bahagia terus terukir di wajah Alvin dan Ele. Mereka tidak menyangka takdir dan cinta mereka berakhir dalam ikatan perkawinan. Kini tidak ada lagi yang memisahkan mereka. Semoga pernikahan mereka abadi dan bahagia selamanya.


๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ธ๐Ÿ”ธ


Para tamu undangan dilakukan barcode khusus. Untuk itu, hanya tamu undangan dengan akses barcode inilah yang bisa masuk ke resepsi pernikahan Alvin dan Ele.


Seluruh ballroom hingga pelaminan tertutup jutaan bunga yang didominasi warna putih, terasa klasik namun tetap romantis.


Alunan musik terdengar mengalun ketika mengiringi langkah mereka. Alvin sambil berjalan menyanyikan lagu. Semua tamu undangan berdiri menyambut kedatangan kedua pengantin itu.


Alvin bernyanyi dan Ele sendiri melemparkan senyumnya kepada semua tamu undangan. Mereka terus berjalan memasuki ruangan, senyum kedua mempelai ini tidak pernah lepas dari bibir mereka. Amira bangun dari duduknya memberikan bunga kepada Ele. Mata Amira berkaca-kaca. Ia mendongak ke atas berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh di sudut matanya.


Alvin terus bernyanyi, Ele tersenyum dan kembali menoleh ke belakang untuk melihat Amira. Semua berdecak kagum dan memberikan tepuk tangan, menyambut kedatangan mereka. Pengantin duduk di tempat yang telah disediakan.


Sementara Maria tersenyum bahagia, ia berhasil menjatuhkan air matanya. Menyaksikan kebahagian anaknya. Lukas menepuk tangan istrinya dengan lembut, ia memberikan kehangatan melalui senyumannya.


"Aku benar-benar terharu sayang. Melihat putra kita akhirnya menikah dengan wanita yang dicintainya."

__ADS_1


"Ehmmm... aku juga terharu. Kita terus mendoakan untuk kebahagiaan mereka."


"Pastinya sayang." ucap Maria tersenyum hangat.


Berbagai acara telah di lalui dari kata sambutan Lukas dan tamu undangan yang memberikan ucapan selamat. Setelah makan malam. Kini tibalah momen saat kedua mempelai memotong kue pernikahan mereka. Kue bergaya klasik ini ada 10 tingkat dipotong menggunakan pedang yang di hias bunga. Kedua mempelai tersenyum bahagia sambil menunjukkan deretan giginya. Di saksikan para undangan.


Acara berjalan lancar di venue mewah yang didekorasi cantik dan penuh dengan bunga. Sesi foto berakhir dengan baik. Para tamu undangan sudah mulai pulang satu persatu, begitu selesai berjabat tangan dan mengucapkan selamat, tidak lupa mereka memberikan doa kepada kedua mempelai itu.


"Amira..... Terima kasih atas bantuannya. Acara ini berjalan dengan baik." Ucap Ele berterima kasih dengan wajah hampir menangis.


Amira pun menjepit bibirnya sambil memeluk sahabatnya itu. "Aku senang sekali bisa menjadi bagian dalam acara pernikahan kalian." Amira tersenyum haru menatap Ele dengan tatapan berkaca-kaca.


Alvin melihat ke arah Amira. Ia ikut tersenyum. "Terima kasih, Amira. Semuanya sempurna."


Amira tersenyum menganggukkan kepalanya. "Sama-sama, Alvin. Selamat menempuh hidup baru untuk kalian berdua. Cepat-cepat kasih saya keponakan yang lucu, iya..."


Ele tersenyum malu sambil mencubit Amira. "Jangan katakan di depan, Alvin. Aku malu." bisik Ele.


"Kenapa harus malu," Balas Amira berbisik juga. "Ambil ini! ini hadiah untukmu. Kau harus mengenakannya nanti. Aku pastikan kau akan menyukainya."


Ele melengkungkan alisnya. "Terima kasih, Amira. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi selain terima kasih." ucap Ele memeluk Amira lagi.


Amira tersenyum bahagia. "Bye, Ele."


"Bye, Amira! Sekali lagi, terima kasih!" ucap Ele.


Amira pun pamit pergi. Ele dan Alvin berjalan turun hingga pintu depan. Lukas dan Maria sudah menunggu di sana. Mereka berjalan bersama hingga ke luar ballroom. Sebuah mobil Ferrari hitam menunggu mereka di depan ballroom. Dengan Marvel yang sudah siap untuk membuka pintu. Ele pun memeluk Maria dan Lukas yang mengantar mereka, diikuti dengan Alvin. Selesai berpamitan. Mereka menaiki mobil mewah itu menuju hotel terbesar yang ada di kota ini.


BERSAMBUNG


^_^


๐Ÿ”ธTolong dukung ya my readers tersayang. Ini Novel ketujuh aku ๐Ÿ˜


๐Ÿ”ธSalam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.

__ADS_1


^_^


__ADS_2