
Azan subuh mulai berkumandang, Asyifa terbangun dan menunaikan shalat subuh, iapun mengadu pada sang Pencipta Alam semesta. Sesekali ia menitikkan air mata, ini adalah ujian pernikahan, iapun dilatih untuk dewasa dalam mengambil tindakan kedepannya.
Ia menerima pesan dari Uminya untuk membantu bik Inah masak.
Asyifa tersenyum mebuka pesan dari uminya, iapun bergegas kedapur, ia tidak melihat bik inah didapur. Asyifa mulai memasak nasi dan lauk. Tiba-tiba bik Inah datang.
Syifaa? kamu ngapain didapur, kamu istirahat saja dulu dikamar? biar bik inah saja yang masak?
Tidak apa-apa kok bik! lagian ini juga mau siap semua? ucap Syifa dengan senyum manisnya.
Sebenarnya bik Inah sudah bangun dari tadi, bik Inah belajar mengaji Syifa, Alhamdulillah walau belum lancar tapi bik Inah sangat senang sudah bisa membaca al quran sedikit demi- sedikit.Itu semua juga berkat kamu. Ucap bik Inah dengan malu-malu.
Alhamdulillah bik, Syifa senang mendengar bik inah belajar mengaji. Dan Syifa juga senang bisa ajarin bik Inah. Ucap Syifa dengan saling tersenyum.
Syifa gimana tidurmu semalam? apa kamu tidur dengan pulas?
Pulas bik, hampir saja telat subuh.
Syifa kamu yang sabar yaa? Bik Inah selalu mendoakan kebahagian kalian dengan nak Dian, bik Inah tidak bisa membantu kalian selain doa. Ucap bik Inah dengan menangis.
__ADS_1
Asyifa memeluk bik Inah, bik saya baik-baik saja kok, terimakasih atas doanya. Insya Allah semua akan baik-baik saja, jadi bik Inah jangan khawatir.
Iyaa Syifa seharusnya bik Inah yang menguatkan kamu , tapi kamu yang menguatkan bik Inah. Syifa kamu benar-benar anak yang baik. Nyonya Yunda tidak salah memilih kamu sebagai menantunya. Ucap Bik Inah dengan isak.
Asyifa hanya tersenyum dan sesekali menyeka air mata bik Inah.
Asyifa dan bik Inah menuju kemeja makan untuk sarapan pagi.
Tiba-tiba Rahardian sudah didepan mereka.
Asyifa sangat terkejut melihat Rahardian didepannya. Ia tidak tau harus bersikap seperti apa!
Nak Dian kamu kapan sampai? ucap bik Inah dengan nada bahagia..
Barusan tadi bik? ucap Rahardian dan menuju kemeja makan.
Asyifa sanggat cangguh dengan situasi yang ia alami sekarang.Iapun menghampiri Rahardian dengan menyalaminya.
Rahardian juga baru sadar kalau Asyifa adalah istrinya. Keduanyapun terasa sanggat canggung setelah seminggu tidak ada kabar apapun.
__ADS_1
Rahardian mengambil piring dan menuangkan kuah soto.
Bik Inah paham dengan situasi yang mereka alami. Bik inahpun pergi kedapur dengan alasan kalau ia lupa simpan bawang dilemari.
Asyifa ingin membantu bik inah, Bik biar saya saja yang simpan ucap Asyifa sambil berdiri.
Oh tidak usah Syifa biar bik inah saja, lagian ini juga karena kecerobohan bik Inah ucapnya sambil berlari. Bik inah tersenyum dengan misinya tercapai. Biarkan para pengantin baru berkarya ucap Bik inah dalam hati.
Asyifa menuangkan teh hangat untuk Dian, mereka saling diam.
Terimakasih, ucap Dian
eeh iyaa, sama-sama ,ucap Syifa dengan gugup.
Kapan masuk kuliah lagi? ucap Dian dengan gugup
sembilan belas hari lagi? ucap Syifa dengan gugup.
oooh,,, keduanyapun saling diam.
__ADS_1
Setelah selesai makan Asyifa membereskan piring untuk dibawa kedapur. sedangkan Rahardian menuju kekamar.