
Dasar orang gila, ucap Humaira karena sebel pada Ms Prisilia. Masak seorang dosen dan artis suka pada suami orang, udah gitu gak terima lagi kalau Mas Dian udah nikah. Ucap Humaira dengan sewot.
Udah mai , lagian Ms Prisil juga udah pergi, disatu sisi saya juga kasihan lihat Ms Prisil,dan pak Azmi. Tapi bagaimanapun mereka adalah masa lalu kami. Semoga saja pak Azmi dan Ms Prisil mendapatkan penganti yang lebih baik. Ucap Syifa dengan tenang.
Kalau pak Azmi udah pasti dapat yang baik, karena beliau orang sholeh, tapi kalau Ms Prisil mana mungkin dapat yang baik, dia aja sanggar begitu dan masih doyan dengan suami orang.
Udah-udah mai, kamu ngapain mikirin mereka yuk kita makan siang saja dulu, bik inah pasti lagi sibuk didapur. Syifa menenagkan Humaira.
Syifa dan Humaira menuju kedapur, Bik inah masak apa? kok tiba-tiba jadi lapar . Ucap Syifa mencairkan suasana.
Bik inah memang sangat lembut hatinya, ia makin sedih melihat Syifa menampakkan seolah-olah ia perempuan yang kuat.Padahal bik inah tau kalau Syifa gadis yang lemah.
Bik inahpun mencoba untuk saling menghibur, iyaa neng Syifa ini bik inah masak, opor ayam, dan tempe bacem.ucapnya dengan ceria.
__ADS_1
Humaira memang sudah lapar dari tadi, moodnya untuk menyantapi masakan bik inah langsung kembali.Iapun memakan sesuai nasi porsi anak kos.
Asyifa melihat nasi Humaira ikut tersenyum.
Bik inah, Mai, saya harap kejadian tadi Mas Dian jangan sampai tau yaa? saya tidak mau mereka marahan. Saya yakin Mas Dian bisa menyelesaikan permasalahannya dengan baik.ucap Asyifa
Iyaa Syifa, ucap bik inah dan Humaira.
merekapun melanjutkan untuk makan, tiba-tiba Humaira ditelfon oleh ibu Kos, iapun meminta izin untuk pulang kekos.
Iyaaa Humaira, terimakasih sudah menolong na Syifa.Ucap bik inah dengan tersenyum.
Asyifa dan bik inah melanjutkan makannya, sesekali bik inah bercerita hal-hal yang unik yang terjadi didubay.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Syifa membawa piring-piring kotor untuk dicuci.
Bik inah langsung melarang Syifa, jangan Syifan , bik inah sudah diamanakan sama nyonya , Syifa gak boleh urus ursan dapur lagi, apalagi nyuci piring, ucap bik inah sambil menarik piring kotor ditangan Syifa.
Bik inah, sekarang Syifa bukan orang luar lagi dirumah ini,Syifa sekarang menjadi istri mas Dian, seorang istri harus pintar juga urusan dapur. Ucap Syifa tidak terima karena bik inah melarangnya untuk mencuci piring.
Jangan Syifa, Bik inah udah janji akan melakukan semua tugas dapur biar bik inah sendiri yang melakukanya.
Bik inah, saya juga mau jadi istri yang bisa melakukan semua hal. Ucap Syifa dengan merengek pada bik inah.
Ya sudah bik inah izinin ,tapi kalau didepan nyonya Yunda kamu jangan macam-macam yaa? nanti bik inah dipecat karena posisi bik inah diganti oleh menantu nyonya. Ucap Bik inah dengan tersenyum.
Bik inah bisa saja , ya sudah saya setuju, oh ya bik inah, setau bik inah Mas Dian itu dimana sih orangnya?
__ADS_1
Hmmm,,,,Nak Dian orangnya jarang ngomong, dan juga pendiam.Tapi dia sangat peduli pada orang lain.