
Syifa kamu keluar saja, jangan membuat saya kaku dikamar saya sendiri. Ucap Rahardian dalam hati.
Asyifapun keluar kamar dan membantu bik Inah. Mas Dian aneh juga orangnya tadi suruh mijit eh tiba-tiba udah ngelarang. Yasudah tidak masalah setidaknya saya bisa keluar kamar tampa harus sekamar dengan mas Dian. Lagian saya juga tidak tau harus berbuat apa. Ucap Asyifa pada diri sendiri.
Setelah mendengar suara pintu tertutup Rahardianpun terbangun, Dian, kenapa kamu minta dipijitin, bikin malu diri sendiri saja! ucap Rahardian
Untung saja dia keluar, kalau tidak bisa-bisa jantung saya meledak. Ucap Dian dengan tersenyum,
tunggu, bukankahnya diaceh kami juga pernah bersama ? kenapa sekarang jadi lebih kaku yaa? Dian kamu itu pasukan khusus kenapa jadi pengecut gitu dengan perempuan.timpanya dalam hati.
Asyifa membaca buku yang berjudul wanita yang dirindukan Syurga adalah wanita yang taat pada suaminya. Ia sadar selama ini belum melakukan apapun pada mas Dian.Ia merenung semua masa lalu dan kesalahan yang pernah ia buat, belum lagi masalah pak Azmi dan Ms prisilia. Setelah merasa cukup dengan bacaannya iapun beranjak untuk kekamar.
Bik inah sedari tadi mengamati gerak gerik Asyifa merasa bingung dengan apa yang Syifa pikirkan.
Asyifa berjalan menuju kamar Dian, iapun membuka pintu, Rahardian pura-pura tertidur.
__ADS_1
Asyifa memegang kepala Dian sambil memijit dengan lembut, ia memandang wajah suaminya yang begitu tampan dan menawan.
Rahardian makin salah tingkah dibuatnya iapun tidak bisa melakukan apapun, hanya saja jika makin lama Syifa memegang kepalanya membuat Dian makin berdebar dan tidak tau harus bersikap apa pada Syifa.
Asyifa membuka jelbabnya dan menguraikan rambutnya, iapun mencoba memakai lipstik dengan berdandan layaknya pengantin baru.
Rahardian membuka mata sambil melirik kearah Asyifa, ia melihat Asyifa dengan Rambut yang lurus dan riasan makeup yang natural membuat dirinya ingin terbangun dari kepura-puraan tidurnya.
Tiba-tiba suara hp berbunyi, teryata itu telfonan dari umi Asyifa. Iapun mengatakan kalau suaminya sudah dibandung dan sekarang lagi istirahat.Iapun mengakhiri telfonan dari uminya.
Asyifa menghampiri Dian dan memegang dahi suaminya,Ia takut kalau mas Dian demam.
Lagi-lagi Dian tidak fakus akhirnya membuka mata dan mengucek seolah-olah ia terbangun dari tidur.
Asyifa merasa bersalah karena telah menganggu mas Dian yang lagi tidur pulas.
__ADS_1
Ma maaf Mas, saya pikir tadi Mas Dian demam, maaf.
Iyaa Syifa tidak apa-apa, lagian saya juga sudah istirahat. Oa boleh saya minta tolong?
Iyaa Mas, minta tolong apa? tanya Syifa dengan memandang Mas Dian.
Bisa bawakan saya air putih, sepertinya tenggorokan saya lagi gatal. Iapun batuk-batuk.
Asyifa langsung berdiri dan menuju pintu kamar untuk mengambil air minum untuk Mas Dian.
Uuuh,,,Dian ini bukan sifat kamu yang sebenarnya, saya harus cari cara agar tidak terkurung disini, rasanya hampir setengah mati. Padahal saya dulu tidak pernah begitu.
Rahardian mengambil baju olah raga untuk berolah agar bisa keluar dari kamar.
Akhirnya, bisa tenang, Rahardian berlari-lari untuk mengurangi rasa deg dekan dikamar. Iapun melakukan beberapa gerakan.
__ADS_1
Asyifa membuka pintu kamar dan melihat Mas Dian sudah tidak ada lagi dikamar.