
Untuk para teman dalam ruangnya tidak heran lagi ketika Asyifa menjelaskan. Hanya saja kali ini mahasiswa/i jurusan kimia yang terkagum atas penjelasan dari Asyifa.
Rahardianpun ikut ditantang atas jawaban yang dijawab oleh Asyifa. Karena misi utama Rahardian dikampus harus terlihat paling unggul disegala mata kuliah, tapi kali ini ia mendapati saingat berat. Cara jawabnya dia bukan gadis biasa. Rahardian melihat kearah Asyifa tapi situasi berkata lain.
Asyifa menjatuhkan pulpennya hingga ia menunduk kebawah untuk mengambil pulpen yang jatuh tersebut.
Rahardian tidak sempat melihat perempuan tadi.
dan ia akan bertekat untuk menjumpai dengannya.
Pak dosen Jasafatpun terdiam, dan terkesima atas jawabannya.
kamu yang jawab tadi, setelah matakuliah selesai tolong jumpai dengan saya diruang yaaa!
Untuk semua kita akhiri hari ini, dan pertemuan selanjutnya akan kalian persentasi judul makalah satu persatu yaa. Tolong dicek emailnya dan tugas kalian yang sudah saya kirim pada komting.
__ADS_1
Setelah pak Jasafat keluar dari ruang teman-teman Asyifa pada memujinya. Untung yang ditanya kamu bukan saya, atau teman-teman yang lain.
Asyifa terimakasih yaa sudah membanggakan anak-anak ruang kita. Ucap teman-temannya.
Hari ini memang dua mata kuliah saja, tapi tugas yang diberikan juga lumanyan banyak. masing-masing tugas sudah dikirim ke email pribadi.
Asyifa lebih memilih pulang dari kampus dari pada keperpustakaan. karena dia sudah memesan beberapa buku-buku kuliah di online shop. Dia tidak perlu lagi berlama-lama dikampus, karena koleksi bukunya sudah bertambah banyak.
Tiba-tiba Humaira mengikutinya kearah belakang dan mengejutkan Asyifa yang sedang menuju jalan pulang kerumah.
Hey,,, asik melamun dari tadi. ucap humaira sambil memeluk sahabatnya.
Iyaa,,, saya bolehkan ikut kamu kerumah biar kita buat tugas bareng? ucapnya dengan memeluk sahabatnya.
hmm,,,, boleh, kalau kamu tidur juga boleh, ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
Kalau tidur saya pikir-pikir dulu yaa? karena kalau tugasnya cepat selesai saya tidak nginap. Tapiiii kalau tidak selesai yaa terpaksa harus nginap.
oh yaa kamu tadi ada lihat gak, ada cowok ganteng seperti oppa oppa korean. Seisi ruang kita pada heboh dengan ketampananya, gak mirip anak kuliahan lebih mirip anggota gitu. Jelas Humaira ber api-api pada Asyifa.
Asyifa tidak mendengar apa yang disampaikan oleh sahabatnya karena ia sedang membalas pesan whatssup dari uminya.
Tiba dirumah Humaira terkejut melihat rumahnya dan ia mengucek-ngucek mata karena sangat kaget melihat kemewahan dan kemegahan rumah tersebut. Sebelumnya Asyifa memang sudah menceritakan rumah yang ia tinggal itu sangat besar. Tapi tidak sebesar yang ia lihat.
Dengan santai Asyifa membuka pintunya dan memepersilahkan Humaira masuk.
faaa,,,, ini rumah apa istana? kok besar banget, ini kaca apa marmer kok glowing banget, ya Allah isi dalam rumahnya bagus banget. Ini juga yang ini juga, Humaira memegang benda-benda yang ada dialam rumah tersebut.
Raa,,, jangan norak gitu deh, inikan bukan rumah saya.
Prisilia terkejut melihat mereka berdua, begitu juga dengan Asyifa dan humaira mereka sama-sama kaget dan saling berpandangan.
__ADS_1
Maaf kalian siapa yaa? ucapnya dengan menuju kearah mereka dengan wajah cuek.
Tiba-tiba Rahardian melihat mereka bertiga dan menghampirinya.