
Ohyaa untuk hari ini ruang kalian saya beri catatan saja yaa? besok baru kalian persentasi satu persatu kedepan.
Baik bu, kami pamit undur diri, yaaah gagal deh bisa jumpa dengan dosen cantik.
Pulang dari kampus Asyifa membeli beberapa sayur dikiosnya pak mamang, pak mamang memang tau pasaran apa saja yang harus ia jual diperkarangan kampus. Kiosnya kecil tapi berbagai sayur-sayuran juga ia sediakan.Bahkan istrinya juga menjual nasi kucing,dan lauk pauk lainnya.
Asyifa mau beli apa neng geulis, ucap pak mamang dengan sedikit menggoda, Pak mamang memang lucu, bahkan hampir semua mahasiwi ia goda, tidak heran banyak para mahasiswi mudah akrab dengannya. Beliau juga sering membagikan sayur mayur yang masih layak dimakan tapi kurang layak untuk dijual kepada para mahasiswa diperkarangan kampus.
__ADS_1
Asyifa mengambil sayuran campur dan tempe, beserta kentang. Dia ingin masak sayur bening dan goreng tempe, plus membuat perkedel. Itu sudah tersave difikirannya ketika tiba dirumah.
Setelah sampai kerumah iapun buru-buru untuk masak, karena biasanya ketika pulang kuliah semua masakan enak sudah tersedia diatas meja, ia hanya perlu melahap saja tapi kali ini ia benat-benar seperti anak kos, masak sendiri. Asyifa mengenakan dastel Habel berlengan pendek yang berwarna pink dengan motif bunga-bunga, rambut diikat tanpa mengenakan jelbab terlihat wajah yang begitu ayu.
Setelah selesai masak , suara azan Asharpun terdengar ia memilih untuk shalat ashar terlebih dulu setelah itu baru makan.
bebapa menit kemudian setelah selesai shalat Ashar, iapun bergegas kedapur. Dengan terkejut Asyifa melihat Rahardian dengan lahap memakan makanan yang ia sajikan. Keduanya saling berpandangan dan tiba-tiba Rahardian ikut tersedak dengan tempe yang ia gigit hingga iapun susah bernafas tangannya mencoba mengetuk dada tapi rasa sakit yang ia derita membuat ia susah bergerak, matanya mulai memerah begitu juga badannya ikut memerah.
__ADS_1
Asyifa memberi minuman untuknya supaya tidak dehidrasi.
Terimakasih yaa sudah menolong saya? ucapnya dan langsung bergegas menuju kamar.
Saking paniknya Asyifapun sangat khawatir apa yang mereka alami barusan. Mereka tidak pernah berbicara satu sama lain. Tiba- tiba ia menolongnya dengan cara RJP. Iapun kesal atas sikapnya yang membuat orang lain kaget. Padahal ia tahu kalau ini rumah orang bukan kos milik pribadinya , sewaktu-waktu pemilik rumah akan pulang.
Ia shok karena tidak memakai jelban, ia malu karena telah membuka auratnya didepan yang bukan mahramnya. Apalagi Asyifa gadis sholeha yang tidak pernah membuka auratnya pada siapapun.
__ADS_1
Hampir saja saya kehilangan nyawa tadi, eeets tunggu inikan rumah saya kenapa harus saya yang kaget. Bik inah dan mama pada kemana? apa mereka masih dipuncak? tanya pada diri sendiri, Rahardian segera membuka iphonenya dan membaca pesan Whatssup dari bik inah. Izin pamit nak yaa? kami sama nyonya kedubai, titip nak Asyifa yaa!
Rahardiapun hanya bisa berucap, jadi yang masak tadi buka bik inah? pantesan rada aneh gitu masakannya.