
Lagi-lagi tante Yunda melirik bik Inah dan tersenyum.
Ternyata setelah kami diDubai kalian makin akrab yaa! Tante dengar kalian juga mengajar less anaknya dosen kalian yaa? kok bisa yaa! dosen kalian menyuruh ngajar anak-anaknya pada kalian berdua.
Iyaa nyonya, alam saja merestui hubungan mereka.Ucap Bik inah dengan tertawa.
Asyifa melihat keanehan dari kata-kata bik Inah dan tante Yunda iapun mencoba untuk menjelaskan kalau mereka tidak ada hubungan apapun.
Tiba -tiba Rahardian mucul iapun menyalami bik Inah dan mamanya.
Asyifa tidak sempat menjelaskan apapun pada bik Inah dan tante Yunda.
Asyifa membuka pesan whatssup dari Pak Azmi,
Assalamualaikum Syifa jangan lupa shalat ya.
Bik Inah dan tante Yunda melihat kearah Rahardian sibuk membalas pesan, merekapun melihat kearah Asyifa sedang tersenyum memegang hp.
Bik Inah ternyata kita selam ini ketinggalan, Asyifa dengan Rahardian sekarang sudah main kucing-kuncingan. Mereka menebak sesuatu yang belum tentu benar.
__ADS_1
Rahardian sedang membalas pesan whattsup dari Rio dan Putri anak pak Jasafat dosennya.
Bik Inah dan tante Yunda berjalan untuk keluar, Bik inah saya paham kenapa Asyifa pindah dari sini, Syifa takut kalau mereka satu rumah pasti mereka tidak bisa menjaga diri. Namanya juga lagi kasmaran, makanya Asyifa pinda kekos.
Iyaa nyonya saya mikirnya juga gitu, Asyifa juga anak baik-baik dia tidak mungkin mengecewakN abi dan uminya. Jelas bik inah dengan saling penuh curiga.
Tenang Bik Inah , untuk sekarang biar saya sendiri yang akan turun tangan untuk hubungan mereka. Ucap tante Yunda dengan penuh rahasia.
Bik inah kedapur untuk memasak ,makan malam. Sedangkan Asyifa bercerita masalah kampusnya. Sesekali tante Yunda tertawa mendengar cerita dari Asyifa.
Rahardian melihat mamanya tersenyum lepas dengan Asyifa. Mamah bisa-bisanya tertawa bebas dengan tu cewek, padahal mama dulunya tidak begitu dengan anak angkat mama yang lain.ucapnya dalam hati.
Setelah selesai menghidangkan makanan , Bik inah memanggil semua anggota dalam rumah untuk mencicipi makannya.
Tante Yunda dan bik Inah tersenyum.
Bik inah memasak tempe dengan memotong potongan dadu kecil, Syifa pernah menolong Rahardian tersedak dengan tempe karena ia memotong dadu.
Rahardian mengambil tempe sebagai lauknya.
__ADS_1
Asyifa melihat hal tersebut dengan spontan Mas, bukannya Mas Dian tidak bisa makan tempe? ucapnya dengan perhatian.
Rahardianpun tidak jadi mengambil tempe karena ia juga sudah trauma dengan tersedak.
Terimakasih nak Syifa sudah perhatian pada Nak Dian ucap bik inah dengar tersenyum.
Bukan begitu bik Inah? ucap Syifa dengan Dia barengan.
Asyifa mempersilahkan Dian untuk menjelaskan dengan memberi kode silahkan.
Rahardian menjelaskan kalau dulu ia pernah tersedak dengan tempe, Asyifa yang menolongnya.
jelas Rahardian pada keduanya agar tidak salah paham. Mereka melanjukan makan malamnya.
Syifa besok kamu jam berapa kebandara?
penerbangan jam delapan tante, Syifa diantarin kebandara sama kakak kos. Syifa tau kalau dia tidak mengatakan ada yang antar pasti tante Yunda akan mengantarnya.
Ohhh,,tante piki biar tante saja yang ngantarin kamu.Ucap Tante Yunda,
__ADS_1
oh yaa kakak leting kamu bisa bawa motor dengan baik kan? jangan nanti kamu ketingglan pesawat!
Enggak kok tante, kakak kos saya sudah sering mengantar teman-teman lain kebandara.