Love You Kapten

Love You Kapten
Syifa obat penawar bagi umi dan tante Yunda


__ADS_3

Abi , om dan Mas Dian pasti mencemaskan kita, sekarang kita keluar kamar dan melupakan semua kesalah pahaman ini ucap Asyifa dengan tenang.


Dokterpun keluar dari kamar ia sangat kagum melihat Syifa begitu bijak dalam memecahkan masalah yang terjadi pada keluarganya.


Gimana dokter keadaan istri saya? kenapa dokter lama sekali keluar tanya abi dan papanya Dian


kalian tidak perlu khawatir karena anak bapak sudah menjadi dokter yang terbaik untuk mereka. Ucap dokter sulas dengan tersenyum, iapun pamit untuk pulang.


Syukur kalau begitu, Abi menghampiri umi. begitu juga Dian dan Papanya


Umi gimana keadaannya apa sudah baikan? ucap abi dengan cemas. Merekapun mengotong istri-istrinya keluar kamar.


Rahardian juga membantu papanya keluar kamar.


Asyifa sendirian dikamar, akhirnya tangis yang sudah membengkak didirinya kini pecah, rasa sakit yang nyesek didada membuat dirinya ingin menangis sekencang-kencangnya.


Ya Allah kenapa harus begini jalan hidup hamba, Ya Allah kuatkanlah hati Hamba.Berilah hamba kekuatan dalam jalani hidup ini. Hamba sangat malu pada diri sendiri dan malu dan kasihanpada Pak Azmi.

__ADS_1


Syifa menangis tersendu, bahkan dia tidak tau kalaj Rahardian sudah dikamar dan duduk disampingnya.


Rahrdian tidak tau harus berbuat apa! karena dia benar-benar bingung setelah akad nikah kedua keluarga mendadak pada pingsan satu persatu.


Setelah puas dengan menangis Asyifa sangat terkejut melihat Rahardian disampingnya.


Astaqfirullah ,iapun sadar kalau dia sudah menjadi suaminya.


Rahardian membuka alat berat yang ada diatas kepalanya satu persatu.


Asyifa duduk terdiam didepan kaca lemari dan pasrah walau sesekali Rahardian tidak sengaja mengambil jarum pentul salah arah, yang menyebabkan ia tertusuk.


Akhirnya Syifa bisa bernafas lega karena seluruh pernak pernik yang ada dikepalanya sudah dilepaskan.


Diluar Kamar Asyifa


Umi Asyifa meminta maaf karena telah terjadi sesuatu musibah dikeluarganya, begitu juga dengan pihak keluarga Dian.

__ADS_1


Yang diundang juga keluarga terdekat, jadi tidak perlu menjelakan apapun, Syifa dan Dian juga menikah siri.


Bahkan kedua belah pihak keluarga saling memuji kedua pengantin begitu serasi.


Saya lihat Syifa dan suaminya benar-benar gante dan cantik,kok bisa yaa Allah jodohkan mereka jadi paket lengkap gitu. Pasti anak-anaknya nanti canti dan ganteng-ganteng yaa? ucap salah satu tamu dari pihak Banda Aceh.


Umi Asyifa mempersilahkan para tamu untuk mencicipi hidangan yang sudah ia sediakan. Ia melihat abi dan papanya Dian sibuk dengan para tamu, mereka terlihat sangat bahagia. Sedangkan umi dan tante Yunda tersenyum para tamu dengan sesekali hatinya gelisah.


Rasanya umi Asyifa ingin kekamarnya Asyifa dan memeluk putrinya sekencang-kencangnya, ia sangat merasa kasihan pada syifa. Kini ia hanya bisa berdoa semoga kelak Syifa bahagia dengan Suaminya.


Mama Rahardian tidak bisa membendung lagi, hatinya juga seperti tersayat-sayat dengan pedang.


Tante Yunda manarik tangan umi dengan tersenyum dan mengajak umi kekamar Asyifa.


Rahardian diajarkan oleh abi Asyifa untuk membaca doa pengantin baru untuk meniupkan diubun-ubun istrinya.


Sebelumnya mohon maaf , tidak bermaksud yang lain. Abi memberi doa untuk ditiupkan diubun-ubun agar pernikahan ini menjadi barokah. Jelas Rahardian supaya Asyifa tidak salah paham.

__ADS_1


Rahardian mengajak Asyifa untuk berdiri berhadapan dengannya. Asyifa menunduk, Raharidan membaca doa yang diajarkan dengan suara medok khas bandung.


__ADS_2