
Asyifa melihat disekelilingnya semua teman-teman fokus dengan kelompok masing-masing.Ia tersenyum pada Azhar, "iya Azhar saya sudah nikah.
Azhar sangat terkejut dengan jawaban dari Syifa,karena dia tidak menyangka kalau Syifa sudah punya suami, Azhar memang punya hati pada Syifa,dia hanya menunggu momen yang tepat untuk pedekatan dengannya.
Alhasil ,,,,,Azhar tidak mendapatkan lampu apapun dari Syifa .Untung saja tadi saya bercanda kalau tidak sudah patah hati sebelum menembak. Ucap Azhar dengan tersenyum malu.
Humaira kaget dengan kejujuran Asyifa, padahal Syifa sendiri yang merahasiakan pernikahannya. Iapun ikut tersenyum pada Azhar dengan senyuman cengengesan.
Tapi ini rahasia kita bertiga yaa? karena saya belum siap saja mengumumkan pernikahan. Alasan keduanya suami saya juga belum menghadap dengan negara untuk mengajukan pernikahan. Jelas Asyifa pada kedua sahabatnya.
waw,,,, padahal saya mau tanya suami kamu kerja apa dan dimana. Ternyata Abdi negara toh,kira-kira seganteng apa sih suami kamu? pasti dia beruntung banget yaa beristrikan kamu Syifa. ucap Azhar
Makanya Ms Prisilia selalu musuhin Syifa karena Ms Prisilia sukanya sama suaminya Syifa. Jelas Humaira dengan jengkel.
Azhar berkata pada kedua sahabatnya "
__ADS_1
tunggu,tunggu,Ms Prisilia suka sama suami Syifa? trus Pak Azmi suka sama Syifa? Tanya Azhar dengan penasaran.
Yaa begitulah cerita yang sebenarnya, jelas Humaira pada Azhar.
Asyifa hanya terdiam,ia tidak tau harus berkata apalagi,padahal ia tidak mau teman-teman lain mengetahui kalau dia sudah menikah.
Syifa harusnya kamu jangan nikah muda dulu,harusnya kamu nikmatin dulu masa-masa kuliah kamu dengan kita-kita. Ucap Azhar dengan kecewa
a
Asyifa hanya bisa diam mendengar perdebatan sahabat barunya itu. Ia tidak terlalu fokus dengan obralan mereka, yang ia pikirkan sekarang Mas Dian apa juga pulang hari ini atau besok.
Kira-kira anak-anak jurusan Kimia juga pulang hari ini gak yaa? Ucap Syifa pada keduanya.
kenapa? apa ada yang kalian kenal? tanya Azhar
__ADS_1
" hmmm,,, cuman penasaran saja ! "jawab Syifa"
Bentar saya telfon sahabat saya dulu yaa? Azhar menelfon teman yang ia kenal dijurusan Kimia.
Mereka besok pulangnya,ucap Azhar setelah mendapati info dari sahabatnya..
Asyifa hanya mengangguk,dan mengucapkan terimakasih pada Azhar.
Asyifa sebelumnya selalu membatasi diri dengan orang lain, semetropolitan apapun situasi ia tetap membawa dirinya sebagai anak mondok yang taat hukum agama. Tapi ketika berteman dengan Azhar ia merasa dekat dengannya bahkan Syifa sangat terbuka dengan Azhar.
Azhar juga sebelumnya sangat jarang berteman dengan mahasiswi apalagi dikampus ia dikenal sebagai aktivis dakwah kampus,bahkan ia pernah menjabat beberapa kali sebagai ketua diorganisasinya.
Syifa berpamitan pada Azhar dan Humaira untuk kembali ketenda. Asyifa membuka whatssup dari Mas Dian,ia melihat photo-photo Mas Dian dengan teman-teman kampus, api cemburu sangat terlihat dimatanya, bahkan ketika dikemah beberapa mahasiswi Kimia membicarakan sosok suaminya.
Syifa sangat takut kalau Mas Dian masih labil dalam urusan perempuan, Ia tidak kenal kelebihan dan kekurangan suaminya,untuk dirinya sendiri ia bisa mengontrol kalau dirinya sudah punya suami,tapi kalau Mas Dian apakah sesetia seperti ibu mertuanya?
__ADS_1