
Setelah selesai makan Asyifa meminta Dian untuk berhenti disalah satu butik, ia meminta Dian untuk meninggalkan dirinya.
Dianpun mengiyakannya dan segera pergi.
Asyifa dengan malu-malu bertanya pada mba-mba disana. Mba kalau baju tidur untuk suami isri dirak mana yaa? ucapnya dengan ragu-ragu.
Oh baju malam pertama? ucap mba kasir dengan santai. Sini ikuti saya, mbak kasirpun menunjukkan baju tersebut.
Asyifa sangat shok dan kaget melihat baju-baju yang ditunjukkan mbak kasir karena menurut dia tidak ada baju yang cocok untuknya bahkan baju-baju tersebut sangat seksi.
Jangan -jangan yang itu mba ucapnya dengan salah tingkah.
Mba, kalau baju pengantin disinilah yang paling best, bahkan hampir semua pelanggan merasa senang dengan baju-baju yang mereka ambil disini.
Buat mba yang ini saja, ia mengambil baju merah dan warna hitam. ini bagus dikulit mbak karena mba putih. ucap mba kasir tersebut.
__ADS_1
Asyifa mengambil baju yang diberikan tadi dan membayarnya dikasir.
Tiba-tiba ada ibu-ibu melihat Asyifa membili baju tersebut.
emang aneh yaaa? anak-anak zaman sekarang penampilan bergamis eh baju malamnya seksi-seksi ucapnya pada ibu disampingnya.
Iyaaa, beda dengan kita dulu, palingan untuk selfi-selfi dengan pacarnya, penampilan diluar emang gak bisa tebak didalamnya.
semua orang pada melihat kearahnya, Asyifa hanya bisa bersabar dan segera meninggalkan butik tersebut.
Antara butik dan rumah Dian memang tidak jauh, cukup berjalan kaki beberapa menit saja.
Asyifa mengunci pintu agar tidak ada siapapun yang masuk, karena dia takut Mas Dian yang masuk, Asyifa mengambil baju yang berwarna merah. walau dikulitnya merasa asing ia juga iseng mencoba, bahkan Asyifa memaikai lipstik warna merah yang sesuai dengan baju.
Asyifa mengikat rambut keatas dan mengurai bebera rambut yang tersisa membuat dirinya semakin anggun. Ia tidak berani lagi menatap dirinya didepan kaca! Asyifa berdandan begitu terinspirasi dengan konsep begitu dari bacaan novel, Diaroma Sepasang Al Banna.
__ADS_1
Tiba-tiba Rahardian membuka pintu kamar mandi, dan melihat kearah Asyifa, iapun sangat terlena melihat kearahnya.
Asyifa sangat terkejut bahkan ia menjatuhkan lipstik yang ada ditangannya. Dirinya jadi salah tingkah.
Dian menhampiri Asyifa.
Asyifa seperti anak kecil yang ketahuan mencuri,ia tidak bisa berkata-kata apapun, ia terjebak dengan ulahnya sendiri.
Rahardian mendekati Asyifa dengan tersenyum kearahnya. Rahardian melayangkan satu kecupan dikening Syifa,Rahardian benar-benar terpana atas apa yang ia lihat.
Asyifa makin shok karena Dian sudah salah paham padanya. Iapun hanya bisa berpasrah apapun yang terjadi , itu memang kesalahan dan kecerobohan dirinya.
layaknya laki-laki normal Dian sudah siap menunaikan tugasnya sebagai suami, iapun mencoba melakukan langkah - langkah selanjutnya.
Dian mengajak Asyifa untuk kekasur dengan mengendong Syifa dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
Tiba-tiba hp Syifa dan Dian bunyi berbarengan, mereka saling bertatapan dan memberi insyarat untuk menerima telfonan terlebih dahulu dan ternyata dari komting Dian.
" Bus mau berangkat Syifa, kamu kenapa tidak kekampus " ucap Humaira dengan berteriak padanya, karena suara anak-anak kampus membuat Humaira berteriak agar Syifa mendengar apa yang ia sampaikan.