Love You Kapten

Love You Kapten
Syifa terbentur


__ADS_3

Ms Prisilia meninggalkan Asyifa dengan tersenyum kemenangan.


Tangannya masih pegal dan sakit, Asyifa menuju ketenda untuk beristirahat. Asyifa kebetulan satu tenda dengan Humaira dan Rina, Asyifa mencoba meluruskan tanganya dan melakukan gerakan pergelangan tangan.


Ia seperti sedang bermimpi, Ia melihat sosok Dian sedang tersenyum padanya. Iapun mencubit tanganya. aaau, ucapnya dengan sedikit berteriak.


Hello, saya bukan hantu atau jin, ucap Dian dengan tersenyum. Oh yaaa, saya kesini cuman mau bilang kalau sudah siap acaranya hubungi saya yaa? biar kita sama-sama ke villa. Ucap Dian dan segera pergi.


Belumpun iya menjawab, Dian sudah menghilang dari hadapanya? Iapun melihat kearah sebelah ternyata mahasiswa Kimia berdekatan perkemahannya.


Asyifa juga melihat Villa tante Yunda yang begitu indah dan mewah, Asyifa baru sadar kalau dirinya akan menginap disana.


Setelah merasa tanganya sudah enakan,Asyifa berjalan menuju tempat perkumpulan para teman-temannya.


Setelah selesai memberikan arahan, mereka diberikan tugas dalam bentuk permainan. Yaitu mengikat tali sepatu berlari siapa yang duluan sampai diarea yang telah panitia tentukan.


Semuanya terlihat senang bahkan bahkan para mahasiswa ada yang terjungkal balik karena terjatuh sebelum memulai.

__ADS_1


Asyifa dan Rina berjalan dengan pelan-pelan mereka menuju kearah Finish. Semuanya saling bersorak dengan menyemangati teman-teman yang lain.


Semua para mahasiswa sangat menikmati permainan tersebut, bahkan para Dosen-dosen juga ikut bermain. Pak Azmi dan Pak Rahmat hampir digaris Finish.


Antara Asyifa dan Pak Azmi sangat dekat , mereka tidak memerhatikan lawan disampinya. tiba-tiba Rina menginjak sepatu Asyifa, disamping Asyifa terdapat batu besar. Asyifa jatuh terpeleset, kepalanya terbentur sangat keras.


Pak Azmi langsung melepaskan tali sepatunya dan membantu meggotong Asyifa.


Humaira berlari kearahnya, pak biarkan saya saja yang membantunya, anak-anak pada liatin kearah bapak semua ucap Humaira sambil membantu menggotong Asyifa.


Pak Azmi berjalan dari belakang, semua para Mahasiswa pada liatin pak Azmi yang begitu sigap membantu Syifa, Asyifa dibawa kekemah.


Humaira sadar kalau itu suaminya, iapun menjelaskan kronologi atas kejadian tadi.


Dian meminta pada Humaira untuk membawanya ke mobil yang tidak jauh dari lokasi kemah.


"Pak Azmi dan Dian saling berpandangan"

__ADS_1


Humaira mengatakan pada Dian kalau pak Azmi adalah dosen mereka.


Dianpun memperkenalkan dirinya, Saya Dian suaminya Asyifa ucapnya sambil membantu merebahkan Asyifa ditenda yang dilapisi tikar yang tebal.


Pak Azmi tersenyum padanya, oh yaa salam kenal ! saya dosennya Syifa, Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu, oh yaa kalau Syifa sudah baikan langsung balik kebarisan yaa? ucapnya dan langsung meninggalkan mereka.


Humaira melihat Dian memandang ke arah pak Azmi.


"Pak Azmi itu yang pernah dengan Asyifa dulu " ucapnya dengan rasa cemas.


Dian hanya bisa terdiam, ia mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan ke hidung Syifa.


Ya sudah ,saya pamit dulu. Ucap Humaira dan langsung bangun untuk keluar tenda.


Oh yaa! Humaira saya bawa ke villa saja yaa? karena dari rumah kami sudah sepakat untuk bermalam divilla itu. Tunjuk Dian kearah Villa keluarganya.


Humaira melihat villa tersebut dan menjawab iyaa, dan segera meninggalkan tenda.

__ADS_1


Mai kamu kok bodoh banget ngapain juga bilang pak Azmi sama Mas Dian. Pasti Syifa dalam masalah besar ini. Celetuk Humaira dalam perjalanan.


__ADS_2