Love You Kapten

Love You Kapten
niat mengucap perpisahan malah berujung apes


__ADS_3

Tiba dirumah dengan kelelahan Asyifa pergi keruangan penyimpanan kabel-kabel listrik, iapun berkata " Gara-gara kalian saya harus pindah dari sini "


Rahardian dari tadi sedang memperbaiki kabel-kabel yang berdempetan.


Asyifa sangat terkejut dan membanting pintu, pintupun terkunci otomatis.


Rahardian tidak sempat mencegahnya karena mereka sama-sama terkejut.


Asyifa benar-benar sangat malu atas apa yang ia lakukan.


Dian dengan wajah ikut memerah, karena ini kali kedua mereka terkunci diruang yang sama.


Kamu tau tidak? disini tidak ada orang satupun? dan kamu dengan entengnya menutup pintu, sebetulnya ada salah apa sih saya? apes mulu dengan kamu. aduuh,,,, Ucap Rahardian dengan nada marah.


Asyifa tidak tahan dengan omongan Dian, iapun menitiskan air mata.


Okeee,,,bisa tidak, gak usah drama begitu? solusi sekarang kamu telfon teman kamu dan minta tolong carikan kunci cadangan.

__ADS_1


Iyaa,,,iyaaa Ya Allah kenapa harus saya lagi yang buat salah. Ucapnya dalam hati dengan hati yang sedih.


Asyifa mencoba menghubungi sahabatnya, tapi tidak ada hasil.


Dian melanjutkan menyusun kabel satu persatu, setelah selesai iapun mengambil hpnya Asyifa dan menelfon sahabatny Rio.


Asyifa hanya bisa menunduk dengan seribu penyesalan,Sesekali tidak bisa menahan air mata. Padahal sebelumnya ia tidak pernah berurusan dengan siapapun tapi dengan Rahardian lagi-lagi terjebak.Jangankan berurusan bahkan berbicara saja dengan kaum adam bisa terhitung dengan tangan.


Setelah lima menit menunggu Rio datang bak seorang penyelamat.


Rio membuka pintu dan melihat kearah Asyifa ia sangat terkejut.


Bro itu anak angkat mama kamu yang kamu cerita itu? Subhanallah cantik banget, kalau saya belum punya calon sudah pasti minta dicomblangin sama dia. Kamu kok gak bilang-bilang kalau dia itu cantik banget, seperti bidadari yang turun dari Syurga. ucap Rio dengan semangat.


Kamu ini diotanya cewek terus, anak orang masih kecil juga mau diembat. Ucap Rahardian sambil memukul pelan sahabatnya.


Sakit bro, ucap Rio sambil keluar dari kamar.

__ADS_1


Ya Allah kenapa harus perpisahan dengan cara begitu, kalaupun saya curhat pada Humaira pasti dia tidak mau dengar lagi dan dia nganggap saya lebay. Ya Allah saya harus memendamnya sendiri saja tanpa harus bercerita pada siapapun.Ucapnya sambil mengemaskan baju-baju yang akan ia bawa besok.


Setelah selesai berberes iapun menuju kamar Rahardian. Sambil menganti baju Rahardian dan Rio saling berbicara.


Asyifa mengetuk pintu Rahardian


Rio langsung membuka pintu hingga Asyifa terlihat kembali auratnya Rahardian.


Kan kan, kamu lihat sendirikan dia itu emang parasit banget bisa gak jangan lihat kesini. Ucap Dian sambil melihat kearah Asyifa yang sedang melanjutkan memakai baju.


Asyifa menunduk sambil meminta maaf, Maaf maaf iapun berjalan kekamarnya dan mengambil kopel yang sudah didepan pintu.


Dengan mata berkaca-kaca iapun berjalan keluar, niat pertama ingin mengucapkan terimakasih pada Rahardian mewakili anaknya tante Yunda, tapi disaat yang tidak tepat ia justru menerima rasa malu dari anaknya tante Yunda.


Rio melihat reaksi Asyifapun merasa iba.


Whatssup Bro, yang bukain pintu itu saya bukan dia, kenapa kamu maharahin anak orang?

__ADS_1


Kamu juga ngapain bela orang, lagian gara-gara kamu ni main bukain pintu aja. Kamu tau sendirikan untuk kesekian kalinya saya dengan dia terjebak. Dan yang lebih gondok, dia sok suci didepan temannya seolah-olah saya cowok apaan. Ucap Dian dengan nada marah.


__ADS_2