
Rio bertekad untuk siap menerima resiko apapun kedepannya,ia akan jujur pada kedua orang tua tunanganya. Ada benar juga nasehat Dian, ia harus membuang sesuatu yang tidak berfaedah.
Ya sudah saya pamit dulu yaa? kamu juga ngapain masih di Villa, kalau istri kamu setia jangan disia-siain,kalau kamu gak mampu menjaganya saya siap menampunghnya. Ucap Rio dengan menepuk bahu sahabatnya.
Woww,,jangan bro,itu permata saya gak boleh ada yang sentuh,Ucap Dian dengan tersenyum pada Rio.
Iyaa Dian,saya bisa merasakan kalau istri kamu itu istri sholeha,beda dengan tunangan saya, Jadi kamu jangan sia-siain dia, karena kalau udah kecewa gak ada arti hidup ini.
Rio segera menghidupkan motornya dan meninggalkan kediaman Villanya Dian.
Dia meminta sopir divilla untuk menjemput Syifa dirumahnya,ia tidak ingin pulang kerumah,karena Dian merasa malu karena bik Inah dua puluh empatt jam ada dirumah.
Pak sopir langsung bergegas untuk menjemput Asyifa.
Dikediaman Nyonya Yunda
Syifa? Syifa?
__ADS_1
Bik Inah terus menerus mengetuk pintu Syifa,hingga Asyifa terbangun, iapun setengah tidak sadar,karena kelelahan dalam perjalanan.
Syifa,nak Dian sudah mengirim sopir dari Villa untuk menjemput kamu kesana,katanya ada acara kampus.
Asyifa sedikit curiga,bukanya mereka sudah resmi bubar,kenapa tiba-tiba ada acara kampus lagi?
Asyifa menjumpai pak sopir,,,,
" pak,ada apa? "
Pak Sopir mengatakan dengan pelan!
Asyifa membaca pesan dari Mas Dian, ikut saja pak sopir,karena saya yang minta jemput kamu!
Asyifa masih mengumpulkan rohnya,iapun mengambil beberapa baju untuk menuju ke villa dengan pak sopir.
Bik inah tidak mengatakan apapun,karena memang menyangkut kampus.Iapun kedapur untuk membereskan makanan yang diatas meja.
__ADS_1
Bik,saya pamit dulu,bik Inah hati-hati dirumah yaa? ucap Syifa dan menuju kepintu masuk mobil yang sudah terparkir rapi.
Dalam perjalanan Asyifa masih bingung,ia tidak tau kenapa tiba-tiba harus balik lagi kevilla.
Setalah beberapa puluh menit dalam perjalanan,Asyifa tiba diVilla suaminya,iapun diberi kunci kamar Mas Dian,ia melihat Mas Dian tertidur lelap dikasur.
Mas Dian pasti sangat lelah,bahkan ia tidak tau kalau Syifa sudah dikamar.Asyifa duduk disudut kasur dan membaca beberapa buku yang ia bawa. karena ia tau kalau divilla kerjaanya hanya tidur dan makan,jadi untuk kali ini ia membawa banyak buku untuk menyibukkan diri dari liburannya.
Tiba-tiba Mas Dian terbangun,dan ia sangat kaget kalau Syifa disampingnya. Iapun baru ingat kalau Rio sedang menghipnotis dirinya, ia sangat malu karena menjemput Syifa ke Villa,padahal niatnya tidur diVilla untuk menjauh dari Syifa,karena ia siap tidak siap menerima Istrinya.
" Kamu baru tiba " ? Tanya Dian
" iyaa Mas" tadi pak sopir jemput saya,katanya Mas Dian yang suruh. Ucap Syifa dengan polos.
Iyaa,,,saya minta jemputin kamu,karena disini ada beberapa makanan yang belum kamu cicipi. Ucap Dian dengan salah tingkah.
Asyifa melihat gelagat salah tingkah suaminya mulai paham,iapun tidak menyia-nyiakan waktu luar mereka berdua. Seperti biasa ia menggunakan andalan terakhirnya dengan memakai riasan terbaik pada suaminya.
__ADS_1
Mas Dian