
Asyifa tertidur begitu pulas, tiba-tiba hp berdering.
Syifa kamu dimana?
Dirumah Mas Dian?
Saya bentar lagi kesana ya?ucap humaira
Iyaa, mai hati-hati dijalan ya?
Asyifa terbangun dan menuju kekamar mandi. Iapun memcuci muka dan segera berkemas.
Hanya butuh beberapa menit Humaira tiba dikediaman nyonya Yunda.
Humaira masuk kerumah yang dibukakan pintu oleh bik inah. Seperti biasa mereka terlebih dahulu berbincang-bincang dengan bik inah.
Syifa mengetahui sahabatnya diluar iapun kekuar kamar dan menghampirinya.
Keduanya saling berpelukan, Bik inah melihat keduanya makin heran,seakan-akan mereka tidak berjumpa lagi.
Syifa, gimana kabarmu? tanya Humaira dengan merasa iba padanya. Kamu sudah siap ? kalau kamu belum siap, besok aja kita jumpa dengan pak Azmi.
Tidak Mai, lebih cepat lebih baik.oh yaa saya tidak mau anak-anak lain tau kalau saya sudah menikah.
Iyaaa,,, ucap Humaira
__ADS_1
Asyifa sudah memesan grab car, hanya perlu menunggu beberapa menit untuk menuju kekafe yang mereka janjian.
Setelah tiba mobil keduanyapun menaiki dan segera melaju pada lokasi yang dituju.
Pak Azmi sudah menunggu mereka.
Assalamualaikum pak, ucap Syifa dan Humaira barengan.
Waalaikumssalam, Ucap pak Azmi dengan santun.
mereka saling diam, Humaira mengetauhui posisinya iapun pamit untuk kekamar mandi.
Maaf Syifa, pak Azmi saya izin kekamar mandi dulu yaa? Ucap Humaira dan meninggalkan mereka berdua.
Ada apa Syifa? sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?
Pak Azmi, sebelumnya mohon maaf, mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya.
Iyaa langsung ke inti saja, tidak perlu sungkan, ucap pak Azmi dengan tersenyum padanya.
Pak, saya sudah menikah, ucap Syifa dengan tertunduk.
Apa?
Saya sudah menikah dengan laki-laki pilihan Abi dan Umi. Beberapa hari yang lalu kami dijodohkan!
__ADS_1
Syifa? itu tidak mungkin! bukankan kita sudah berkomitmen untuk saling menunggu? ucap Pak Azmi dengan tidak menerimanya.
Iyaa pak, Syifa tau, tapi abi dan umi sudah memilih suami untukku. Ucap Syifa mencoba untuk tegar.
Pak Azmi wajahnya mulai memerah, kenapa Syifa? kenapa kamu menikah begitu mendadak? tolong beritahu alasannya hingga saya bisa memaklumi alasan kamu? ucap Pak Azmi dengan nada kecewa.
Asyifa menceritakan semuanya, bahkan ia tidak pernah lupa kejadian-kejadian yang menimpa mereka.
Sekarang kamu jawab yang jujur? apakah kamu masih punya perasaan cinta untuk saya? Tanya pak Azmi dengan mata berkaca-kaca.
Asyifa menahan air mata, tidak pak, Saya sekarang mencoba mencintai suami saya seutuhnya.
Syifa, kamu tidak perlu berbohong, saya yakin kalau kamu masih suka dengan sayakan? kamu jawab yang jujur.
Pengakuan cinta antara dosen dengan mahasiswi semester awal. Ucap Ms Prisilia dari kejauhan.
Pak Azmi dan Syifa sangat terkejut karena mereka tidak menyadari kalau Ms Prisilia hadir diantara keduanya.
Iapun tersenyum pada Syifa dan Pak Azmi.
Bu Prisil? ucap pak Azmi dengan mencoba untuk tenang.
Asyifa hanya terduduk Diam.
Sepertinya kehadiran saya disini membuat kalian tidak nyaman ya? ucapnya dengan tersenyum.
__ADS_1
Oh,,,tidak kok, gabung saja ucap Pak Azmi dengan merubah suasana menjadi rilek.
Syifa, pak Azmi itu laki-laki idaman loe, kalau saya tidak punya pacar pasti saya akan memacari beliau. Kalau kamu serius dengannya kamu akan Ms tambah Nilai untuk kamu! ucapnya dengan tersenyum.