Love You Kapten

Love You Kapten
bicaranya orang diam itu bahaya


__ADS_3

kalian cepat banget yaaa dapat kayunya, ucap Kelvin ia dan teman-temanya ditugaskan bagian masak.


Wah kelompok kalian cantik-cantik banget yaa? kenalin dong? Ucap sang kaka leting dengan bercanda.


Rina langsung maju kedepan dengan wajah centil, iapun memperkenalkan namanya dan teman-temannya.


Asyifa menundukkan padangannya, ia benar-benar tidak nyaman berada bersama para laki-laki yang bukan mahram, apalagi ada diantara mereka memakai celana pendek, acara berkemah memang bebas memakai baju apapun. Disitulah para mahasiswa /i memamerkan fasion yang terbaikknya.


Tiba-tiba seorang laki-laki yang mengenakan baju kaos oblong menghampirinya.


Nama kamu Syifa kan? kenalkan nama saya Azhar saya orang Aceh juga. Ucapnya dengan tersenyum pada Syifa.


Asyifa mendegar kata Aceh membuatnya lega dan kanget dengan tanah kelahirannya.


Acehnya dimana?


Banda bang. Jawab Syifa dengan ramah.


Keduanya saling bercerita perihal tanah air, Azhar memang anak Aceh, tapi dari kecil dia sudah dijakarta, bahkan dia tidak pernah pulang lagi keaceh.


Rina melihat keakraban Syifa dan Azhar iapun ikut nimbrung. Jangan bilang kamu mau ajak kakak leting kita nginap di Villa! ucapnya dengan pelan.

__ADS_1


Asyifa tersenyum pada Rina.


Rina, saya tidak mau mencari musuh dengan siapapun, niat saya kesini mencari ilmu bukan mencari musuh ataupun bersaing dihal yang tidak bermanfaat. Kalau kamu tidak suka dengan saya , ya sudah kita tidak usah deketan saja yaa?


Asyifa pun berpamitan dan pergi meninggalkan stand tempat memasak.


Azhar sangat kaget dengan ucapan Syifa, padahal mereka barusaja berkenalan dengan saudara seaceh.


Para kakak leting dan teman-teman seangkatan Syifa ikut terdiam.Mereka tidak menyangka kalau Syifa benar-benar tegas dalam bertutur.


Rina, terlihat seperti linglung dan malu sendiri karena para kakak leting melihat kearahnya.


Suasana menjadi hening, bahkan teman-teman Rina merasa kasihan pada Syifa, Syifa tidak pernah menganggu siapapun,dikampus banyak teman seletingnya sangat ingin dekat dengan Syifa, ia dikenal sebagai perempuan yang baik dan pintar.


Usss, kamu didengar sama Rina bisa jadi geprek lhoe,,, sahut yang lain.


Rina hanya bisa cengesan didepan kakak leting. Ia memcoba mencairkan suasana agar dirinya tidak merasa bersalah.


Rina meminta beberapa sayur untuk dipotong.


Asyifa berjalan tanpa tujuan, matanya berkaca-kaca, ia mencoba untuk tidak terlihat cenggeng didepan siapapun. Tapi ia tidak bisa berbohong pada diri sendiri.Ia menangis dipojokan, sesekali iapun menyeka air matanya.

__ADS_1


Sudah nangis aja kalau itu membuat kamu nyaman.


"Ucap, Azhar sambil berjalan menuju kearahnya".


Asyifa kaget dengan suara itu, tapi ia benar-benar menangis seperti anak kecil, ia menangis dengan terisak.


Azhar menyaksikan tangisan tersebut membuat dirinya ingin tertawa, karena Asyifa terlihat seperti anak-anak yang sedang ngambekan.


Maaf, saya benar-benar tidak bisa menahannya ucap Syifa sambil menyapu air mata.


Iyaa tidak apa-apa, kamu nangis gitu seperti adik saya, dia sering banget nangis dan cara kalian nangis benar-benar sama. Ucap Azhar dengan tersenyum


Emang adiknya seumuran dengan saya? ucap Syifa dengan polos.


"tidak "


"Jadi? " tanya Syifa dengan serius


Dia masih kelas satu Sd, jawab Azhar sambil tertawa.


Asyifa terdiam.

__ADS_1


Azhar merasa serba salah ,disatu sisi dia ingin menghibur Syifa, disisi lain ia merasa tidak pantas karena mereka baru saja kenal.


__ADS_2