
Asyifa menempelkan telapak tangan didahi Rahardian, suhu tubuhnya diatas suhu normal. Asyifa menelfon Humaira, sambil menunggu sahabatnya datang, Asyifa mencoba mengangkat badan Rahardian yang sedang tidak sadarkan diri. Dengan menyeretnya perlahan, Asyifa mengabil air dan segera mengompresnya. ia melihat kondisi Rahardian membuat dirinya makin yakin untuk pindah dari sini.
Pasti anaknya tante Yunda sakit gara-gara semalam, pokoknya ini terakhir kali saya berurusan dengannya. Lagian saya disini kuliah bukan jadi suster siapapun, Ucapnya dalam hati.
Tiba-tiba hpnya berbunyi, iyaa pak, insya Allah jadi, besok saya kesana lagi pak yaa! ucapnya pada pemilik kosnya.
Asyifa menghubungi komting kuliahnya dan meminta no hp dosen B.inggris yaitu Ms Prisilia. Setelah mendapatkan no hp ia segera menghubunginnya dan mengatakan kalau Rahardian terbaring lemas, suhu bandannya juga tinggi.
Asyifa saya minta maaf, untuk hari ini saya tidak bisa kesana! hmm ,,,kalau acaranya sudah selesai nanti akan saya kirimkan asisten saya kesana yaa! saya titip Dian yaa!
Ya Allah kok semua pada lepasin tangan gitu yaa! kenapa harus saya terus yang jagain anak orang. Abi Umi, dosa apa yang saya perbuat hingga masalahnya itu-itu terus. Sekalian saja saya tidak kuliah , dan nikah muda, jadi tak perlu belajar ngurus suami langsung dapat berkah dari Allah. Kalau ini saya harus ngurus anak orang, laki-laki yang bukan mahram. Dan apesnya lagi mereka tidak punya keluarga.
__ADS_1
Uhuk,,,uhuk uhuk,,,
Mendengar suara batuk dari Rahardian Asyifa sangat terkejut.
Maaf sudah merepotkan kamu, ucapnya dengan masih lemas.
Iyaa tidak apa-apa, ya sudah istirahat saja dulu, saya mau sholat dzuhur.
Waduh kok pusing banget yaa! pasti tu anak kewalahan banget menangani saya. Lagian kok saya jadi lemas gitu ya! padahal dulu-dulu waktu latihan seminggu gak jelas tidur hujan badai tetap tahan. Rahardian mencoba untuk bagun, tiba-tiba dia mendegar suara Asyifa yang lagi curhat.
Udah , udah tidak ada guna juga curhat sama kamu.
__ADS_1
Dasar cewek aneh, emang saya cowok mesum, waaah gak jelas ni cewek. Saya pikir dia tolongin saya ikhlas gak taunya dia mikir yang bukan-bukan tentang saya. Coba kalau kamu bukan anak angkat mama pasti udah saya usir kamu. Lagian saya musibah pasti gara-gara dia, iyaa jejadian didapur dia yang mukul saya, belum lagi yang lain. Rahardian merasa kesal karena Asyifa curhat pada temannya seolah-olah dia cowok mesum.
Rahardian memakai jaket berjalan keluar dengan tertatih-tatih, Asyifa sadar kalau Rahardian keluat iapun melihatnya.
Rahadian berjalan dengan oleng,,,
Mas, mau kemana? kenapa tidak istirahat dulu? kondisinya juga lagi tidak stabil.
Inikan rumah saya, terserah saya mau kemana saja. Ucapnya dengan kucut.
Asyifa sangat shok dengan jawaban yang ia dengar, dan merasa tidak dihargai atas pertolongan yang ia lakukan.
__ADS_1
Bukannya berterimakasih, malah ngomong kasar.Ucapnya dalam hati.
Asyifapun masuk kamar,kok bisa-bisanya yaa ada orang yang sudah saya tolongin dengan segenap jiwa tapi malah ngomongnya kasar banget. Beda sama tante Yunda yang ramah.