
Mereka menutup pintu hotel, dan menguncinya.
Rio terduduk lemas dibalik dinding luar hotel yang ia ikuti. Hatinya lemas ia tidak tau harus bagaimana,padahal ini pertama kalinya ia serius dalam menjalin hubungan.
Ia dikhianati oleh tunangannya sendiri.
Dian penasaran kenapa hp Rio tiba-tiba mati, iapun memilih untuk kembali kekemah dan mengemasi barang-barangnya untuk meninggalkan perkemahan dan menuju ke villa.
Dalam perjalanan menuju Villa hp Dian berbunyi, ada apa Yo? tadi kenapa?
Dian,kamu dimana sekarang? tanya Rio
Saya lagi menuju kevilla,kamu dimana? apa ada masalah yo?
__ADS_1
Ya sudah kamu tunggu disana yaa? lima belas menit lagi saya kesana?
Oke,,,Dianpun tiba divilla dan beristirahat,ia tau kalau Rio sedang ada masalah. Dian sudah paham kalau sahabatnya tidak mungkin bersikap begitu jika tidak ada masalah.
Dian membuka hpnya dan melihat beberapa lembar photo pernikahannya, ia mengamati photo Syifa,ia terlihat begitu cantik bahkan ia membuka photo-photo Syifa dengan menekan tombol Zoom,ia melihat wajah Syifa cantik natural.
Rio datang dengan wajah pucat, Dian sadar dengan kedatangan sahabatnya,iapun meletakkan hpnya diatas meja.
Yan,saya gagal jadi laki-laki yan! ucapnya dengan lemas.
Tunangan saya selingkuh dengan laki-laki lain,bahkan mereka Chek In dihotel. Jelas Rio dengan wajah memerah.
Sekarang gimana kondisi kamu? beruntung juga kamu bisa melihat langsung dengan mata kepala sendiri ! coba kalau udah nikah? ucap Dian dengan santai
__ADS_1
Iyaa sih, tapi saya sudah cinta sama dia?
Rio,cinta itu kalau pasangan kita saling setia,kalau pasangan kita sudah tidak setia,cinta tidak akan berarti apa-apa! lagian kamu ini cowok,jangan lemah hanya satu wanita. Baru tunangan saja udah berani selingkuh,apalagi kalau udah nikah,pasti suka jajan diluar! Apalagi kita anggota,gak mungkin dua puluh empat jam sama dia. Sekarang terserah kamu aja mau pertahanin tu cewek atau putus,karena semua keputusan ada ditangan kamu.
Kamu ceramah gampang,tapi saya yang jalanin kamu tau sendirikan dia itu baik bangget didepan saya,bahkan semua keluarga saya sangat suka sama dia,kalau mereka tau perbuatannya begitu pasti kedua orang tua saya akan menaggung malu dengan pembatalan pertunangan itu.
Ya sudah kamu pertahanin tu cewek,tapi kedepannya kamu jangan ngadu kesaya kalau kalian ada masalah. Ucap Dian mulai kesal dengan sikap sahabatnya.
Saya mikir dulu,cara memutuskan tunangan tanpa mengatakan yang sebenarnya. Ucap Rio dengan dengan nada sedikit melemah.
Terserah kamu saja, saya siap temanin kamu untuk ngomong sama kedua orang tuanya. Ucap Dian dengan sedikit kesal pada Rio.
Saya tau kamu pasti kecewakan dengan jawaban saya, tapi saya tidak punya keberanian untuk menjumpai kedua orang tuanya. Apalagi untuk membatalkan pertunangan ini! Ibu dan ayahnya ada riwayat jantungan dan darah tinggi. Saya tidak mau gara-gara anaknya,justru orang tua yang menjadi korban. Jelas Rio pada Dian.
__ADS_1
Iyaa juga sih,lagian tu cewek gak mikir apa,sudah ngerusak semua hubungan. Sebenarnya apasih yang mereka mikir? padahal kamu ini gak kekurangan apapun deh, ucap Dian dengan tersenyum pada sahabatnya.
Rio hanya terdiam, ia tidak tau harus bagaimana,jika ia memberanikan diri untuk mengatakan sejujurnya.