
Tiba dirumah merekapun saling diam, umi, adik dan abi Asyifa sedang makan malam diatas meja.
Syifa, nak Dian sini gabung makan bersama? ajak abi dan umi barengan
Asyifa dan Rahardianpun duduk dimeja makan, Asyifa mengambil piring untuk menaruh nasi beserta lauk pauk,untuk Rahardian, ia tidak perlu bertanya kesukaan apa dan lauk apa saja.Karena Syifa hafal betul Dian suka makan apa saja, mie instan saja dia mau apalagi masakan khas aceh.
Rahardian makan dengan lahap, bahkan ia tidak malu minta nasi tambahan pada Syifa.
Abi senang lihat kamu makan lahap nak, inilah masakan khas aceh, namanya gule pliek aceh, dan ini namanya kuah Asam keueung, jelas abi Syifa dengan menunjukkan satu persatu nama lauk yang ia makan.
Asyifa memang bukan perempuan yang berwatak keras, tabiatnya yang sopan santun membuat ia terlihat ke ibuan.
Asyifa mengambil air minum untuk disuguhkan pada Rahardian.
Setelah selesai makan abi dan umi beserta adiknya menuju ruang tv untuk bisa duduk santai dengan keluarga.
__ADS_1
Asyifa dan Rahardian saling terdiam.Setelah selesai makan malam, Rahardian langsung masuk kekamar, sedengkan Asyifa mencuci piring-piring kotor .
Syifa, biar umi saja yang cuci piring, kamu istirahag saja dulu nak, kan syifa kelelahan?
Iyaa gak apa-apa umi, lagian pirinya juga tidak banyak.
Setelah siap mencuci piring iapun masuk kekamarnya, dan melihat Rahardian menunaikan shalat Insya. Andai itu pak Azmi pasti setelah shalat Insya mereka akan bertadarus bareng.
Astaqfirullah,kok saya mikir orang lain. Ucapnya dengan melupakan sosok yang pernah ia cintai.
Karena kelelahan seharian penuh, Asyifa ketiduran dikasur.
setik berganti menit, menit berganti jam, kini azan subuh mulai berkumandang, Asyifa bangun dan tiba-tiba dia melihat seseorang berada disamping kasurnya. Iapun sangat terkejut dan ia baru sadar kalau itu adalah suaminya.
Asyifa menghampiri Dian, dan memandang Dian sedang terlelap tidur.Ia melihat Rahardian dari dekat, hidungnya yang mancung terlihat dan matanya yang sipit membuat dirinya sangat mirip dengan oppa oppa korea.
__ADS_1
Kok bisa-bisanya umi salah paham dan menikahkan kami dengan cara begitu, padahal mas Rahardian sendiri punya pacar saya juga sedang menjalani proses taaruf dengan orang lain. Karena terbawa suasana, Asyifa mencoba memegang wajah Rahardian.
Rahardianpun terbangun dan terkejut melihat Asyifa duduk disamping dirinya.
Maa maaf mas, tadi saya mau bangunin Mas Dian untuk shalat subuh.
Oh ya sudah saya sudah bangun. Ucap Rahardian dan langsung menuju kamar mandi.
Aduh Syifa ngapain saja sih kamu, kok jantung saya jadi berdebar begitu. Rahardian begitu lama.dikamar mandi.
Asyifa merapikan tempat tidur dan mengambil selimut yang Rahardian tidur ,ia melipat dan menaruh dilaci kasurnya.
Asyifa melihat keluar masih gelap gulita, hujanpun mulai turun dengan deras, suasana dingin membuat dirinya untuk tidur kembali.Tapi ia urungkan niatnya dengan membaca buku.
Syifa, yuk shalat bareng, Ucap Rahardian dengan wajah sudah fresh karena dia sudah mandi.
__ADS_1
Mas duluan, saya lagi berhalangan. Ucapnya dengan pelan.
Oh ya sudah, iapun menunaikan shalat subuh, sendirian. Setelah selesai shalat ia melihat hujan begitu deras dibalik jendela