
kalau orang belum tau nak Dian, mereka akan menganggap kalau nak Dian itu sombong, karena yaa seperti bik inah bilang tadi ,kalau nak Dian tidak banyak bicara.Dia paling tidak suka mencampuri urusan orang, Nak Dian orangnya berprinsip.
Ooh, gitu bik inah yaa?
Tapi bik inah bisa lihat kalau Syifa dengan Nak Dian benar-benar pasangan yang serasi. Ucap bik inah dengan tersenyum.
Tiba-tiba Pak Azmi menelfon Syifa.
Assalamualaikum Syifa, apakah besok kita bisa jumpa? karena saya pingin jumpa dengan suami kamu! ada hal penting yang harus saya bicarakan dengan dia. Pinta pak Azmi dengan ramah
Maaf pak, untuk beberapa hari kedepan , suami Saya tidak dirumah. Insya Allah kalau beliau pulang akan saya sampaikan. Ucap Syifa dan langsung memutuskan panggilan.
Syifa tidak mau terjadi kesalah pahaman lagi, apalagi sifat Ms Prisilia tadi benar-benar sanggat menganggu fikirannya.
Asyifa masuk kekamar dan ia melihat disisi kamarnya dipenuhi dengan buku-buku Rahardian. Disana terdapat berbagai jenis bacaan. Asyifa melihat-lihat buku, iapun menemukan beberapa kertas surat, dengan nama yang beda-beda.
Iapun membaca surat satu persatu yang isinya pengakuan jatuh cinta pada Rahardian. Iapun membaca surat dari Prisilia, ternyata dari sekolah Prisilia sudah menyukai Rahardian, bahkan surat dari Prisilia ada beberapa amplop.
__ADS_1
Syifa bisa maklumi keadaan Rahardian masa itu, karena dirinya juga pernah mengalami seperti yang Mas Dian alami. Ia bahkan pernah ditembak oleh ustdnya sendiri ketika dipondok.
Syifa pertama jatuh cinta juga pada Dian, kini menjadi suaminya. Iapun mengenang ketika dirinya mengatakan suka pada Mas Dian ternyata Dian juga mendengarnya. Pantesan Mas Dian tidak peka ketika saya curhat sama tante Yunda, teryata banyak perempuan yang diluar sana mengatakan cinta padanya.
Bik inah mengetuk pintu Asyifa.
Syifa, boleh bik inah masuk?
Iyaa bik, silahkan. jawab Syifa sambil membuka pintu.
Ada tamu yang mau jumpa dengan Syifa? ucap bik inah dengan wajah penasaran.
Syifa, maaf menganggu! ucapnya.
Bapak tau rumah ini dari siapa? tanya Syifa dengan penasaran.
Iyaa kebetulan bapak telfon komting kalian, jadi bapak no hp Humaira, dan saya menayakan alamat kamu dimana! Ucapnya dengan ramah.
__ADS_1
Asyifa merasa malu pada bik inah, ia takut bik inah salah paham.
mau minum apa tuan? ucap bik inah dengan ramah.
apa saja boleh, terimakasih.
Bik inah langsung menuju kedapur.
Syifa rumah suami kamu besar yaa! oh yaa kapan dia ada waktu? ucapnya dengan santai.
Kalau mas Dian sudah pulang nanti saya kabarin bapak. Ucap Syifa dengan sopan.
Syifa, maaf saya sudah lancang pergi kerumah suami kamu! tapi saya hanya ingin penjelasan dari kalian berdua.
Iyaa pak,tapi saya harap, ini terakhir kali bapak kesini. Saya tidak mau keluarga saya dan Mas Dian salah paham.
Iyaa Syifa saya tau, tapi kenapa dengan tiba-tiba kalian menikah? kenapa kamu tidak teliti begitu dalam memilih pasangan, kita sudah sepakat kalau saya akan menunggu kamu selesai kuliah. Tiba-tiba kamu beri info kalau kalian sudah menikah!
__ADS_1
Iyaa pak, saya kan sudah cerita sama bapak waktu di kafe, saya pikir udah jelas, tapi kenapa bapak tiba-tiba mencari alamat kami? tanya Syifa mulai emosi