
Azan magribpun mulai berkumandang, setelah siap dengan baju ganti merekapun shalat bersama.
Syifaa, apa kamu sudah mantap untuk pindah dikos? tanya Humaira sambil melipat mukena.
Hmm,,,iyaa, lagian disini juga tidak punya siapa-siapa. Tujuan saya kesini menimba ilmu bukan untuk kemewahan seperti sekarang ini.
Ya sudah besok saya akan temanin kamu melihat-lihat kos baru kamu yaa. Oh yaa bagaimana dengan tante Yunda? apa beliau sudah tau?
Belum Mai, saya akan berkunjung kesini kalau tantr Yunda pulang. Nanti biar Umi dan Abi yang akan ngomong sama tante Yunda.
Rasanya sebentar saja menikmati jadi orang kaya raya yaa! tau gini jauh-jauh hari saya main kesini dan tidur barang. Ucap Humaira dengan kesal pada diri sendiri.
Hujan diluar makin keras, sesekali petir membuat suasana menjadi terang benderang.
Gimana kalau kita masak mie? ucap mereka barengan.Keduanya ikut tertawa dan menuju kedapur.
Wangi mie disaat musim hujan memang penggoda yang sesungguhnya. Rahardian berjalan menuju dapur tanpa basa-basi iapun mengambil piring dan langsung menuangkan beberapa sendok.
__ADS_1
Asyifa dan humaira saling berpandangan, dan menoleh dalam wajan hanya tersisa untuk satu piring saja.
Rahardian berjalan tanpa rasa salah dan langsung melahapnya dimeja makan.
So cool banget sih, andai itu suami saya pasti romantis banget, gak banyak ngomong dan langsung lahap masakan istrinya. Ucap Humaira dengan mengenggam tangan Asyifa.
sweet sweet,,,lihat tuh porsi mie kita berkurang tau, ucap Humaira dengan kesal.
Inikan rumah dia, kok kamu yang sewot , kamu juga salah sih maunyakan masaknya yang banyak biar bisa bagi-bagi. Jelas Humaira dengan kesem-sem sambil melirik kemeja makan yang diduduki Rahardian.
Kenapa tiba-tiba ngebahas tentang hubungan kita? ucap Dian dengan kaget.
Humaira dan Asyifa ikut terdiam, walau didapur mereka tetap bisa mendengar percakapan Prisilia.
Dian sejak SMA kamu juga tau kalau saya suka sam a kamu. Saya tidak mau jadi teman kamu tapi saya mau lebih dari sekedar teman.
Pril,,, kamu jangan gitu dong, jangan buat saya merasa bersalah. Saya tidak mau jadi pacar kamu karena kasihan.
__ADS_1
Dian, terserah apapun kata kamu, yang penting kita coba jalanin saja dulu.
Ya sudah,saya akan mencobanya, tapi kalau sewaktu-waktu cinta itu tidak tumbuh jangan salahkan saya kalau meningalkan kamu.
Iyaa Dian, saya tidak akan menyesal dan saya juga akan menerima apapun keputusan kamu kedepan.
Hari ini kita jadiankan? ucap Prisilia dengan tersenyum bahagia
Terserah apa kata kamu, ucap Rahardian sambil melanjutkan makan mie.
Waaaw, ternyata mereka tidak pacaran, dan selama ini Ms Prisil suka sama anak tante Yunda dari dulu. Ucap Humaira dengan kaget.mmm,,,, tau gini dari kemaren saya PDKT sama anak tante Yunda, lanjut Humaira.
Syifaa,,, kamu dengar gak apa yang saya ngomong tadi?
Iyaa,,, ngapain juga urusanin urusan orang. Lagian mau mereka pacaran atau gak kan bukan urusan kita. Jelas Asyifa dengan santai.
Waaah,,, Miss Prisil saja yang cantik bukan tipe anak tante Yunda . Apalagi seperti saya ya Syifa! kalau kamu cocok sih tapi lima puluh persen.
__ADS_1