Love You Kapten

Love You Kapten
nyonya Yunda pingsan


__ADS_3

Rahardian menguping pembicaraan mamanya dengan anak angkat baru mamahnya. Ia pun mendekatkan telinga didinding kamarnya agar suara yang didengarnya jelas, sesekali ia tersenyum karena keluguan cara bertanya.


Tapi tante janji tidak bilang pada siapun yaa? karena ini menuangkut dengan keluarga tante.


Iyaa sayang, jauh-jauhari tante sudah menganggap kamu sebagai anak tante.


hmm,,,hmmm,,


ya sudah kamu tenangkan pikiran saja dulu...


hmmm


hmmm,,,,


Saya jatuh cinta pada anak tante,,,iapun menutup mata,dengan wajahnya.


Dibalik dinding Rahardianpun terjatuh hingga terdengar suara yang keras. Mamanya langsung kekamar Rahardian membuka pintu keduanya saling berpandangan, matanya mengisyaratkan kalau Rahardian mendengar pengakuan dari anak angkatnya.


iapun menutup pintu Rahardian dan masuk kekamar Syifa kembali,, maafin tante tadi yaa, tadi ada kucing menjatuhkan vas bunga.


Syifa,,kalau kamu mencintai anak tante,tante senang kok, tapi apa umi Syifa ngizinin kalau Syifa menjalani hubungan ditengah kuliah?


Syifa mohon tan, jangan sampai umi tau kalau Syifa ngomong gitu. Syifa tidak mau umi kepikiran dan umi mikirnya saya tidak belajar serius disini. Karena janji saya sama umi untuk mendapatkan nilai terbaik.


Iyaa sayang, tante paham kok bagaimana perasaan Syifa sekarang.Ya sudah Syifa istirahat dulu yaa? bentar lagi kitakan mau liburan. Tante pamit dulu yaaa? ia menciumi kening Syifa layaknya ibu dan anak.

__ADS_1


Akhirnya saya menemukan calon yang cocok untuk anak saya, ucap tante yunda.


iapun segera menelfon anaknya untuk menemuinya dikamar,,,


Rahardian mengetuk pintu,, maa maa,,


Masuk, ucapnya


Ada apa ma?


Mama tidak perlu jelasin lagi apa yang terjadi barusan,karena kamu juga mendengarnya kan?


iyaa maa,,,


yaa wajar,toh bukan satu dua orang yang membuat pengakuan begitu. Ucapnya dengan cuek


Raharian, tolong jangan samakan dia dengan perempuan lain. Kalau perempuan yang lain mama tidak open mau buat pengakuan apapun.


Tapi kalau Asyifa mama sendiri yang setuju.


hmmm,,,ya sudah berarti sudah claer kan? kan mama tidak butuh pendapat saya, jadi terserah mama saja deh. Ucap Rahardia dengan cuek dengan sedikit emosi.


Nak selama ini mama tidak pernah open apapun kehidupan kamu, tapi kalau dalam hal memlilih pasangan mama harus tau siapa keturunanya, akhlaknya bagaimana? apa itu salah bagi seorang ibu? ucapnya sambil menangis,,,


Rahardianpun terdiam,

__ADS_1


Tiba-tiba mamanya jatuh tergeletak,,


maa,maa,,maaa,,,


Rahardiapun segera memanggil bik inah,,


bik,,,bik,,,bik inah,,,cepetan kesini,


iyaaa nak Raa,,,ya Allah nyonya kenapa? ucap bik inah dengan kaget dan membantu mengankatnya ke kasur.


Bentar saya panggil Asyifa dulu yaa,,dia kuliah dijurusan kedokteran. iyaa bik cepetan,kalau tidak saya hubungin dokter saja?


bik inah berlari menuju kamar Asyifa,


Asyifa lagi membaca quran untuk menenangkan jiwanya dengan mengunakan mukena yang berwarna putih.


Syifa,,,nyonya yunda pingsan! ucapnya dengan panik,,,


ya Allah ,bliau dimana bik? ucapnya


merekapun menuju kamar nyonya yunda,,,Syifa masuk dan langsung memegang urat nadi dan memeriksa dibagian mata,beserta membuka mulut.


oh,,,tidak apa-apa beliau hanya depresi ringan dan menyebabkan pingsan, mungkin karena memikirkan sesuatu yang menganggu pikirannya. Insya Allah beberapa menit lagi akan sadarkan diri, oh yaa bik inah bisa ambilkan air minum dan minyak kayu putih?


iyaa iyaa Syifa akan bik inah ambilkan.

__ADS_1


__ADS_2