Love You Kapten

Love You Kapten
Cafe Biasa


__ADS_3

Rahardian menjumpai mamanya, ma gimana kabarnya?


Alhamdulilah sudah lumanyan nak, maafin mama sudah merepotkan kalian semua.Ucapnya sambil memegang bahu Rahardian.


Iyaa tidak apa-apa ma, yang penting sekarang kondisi mama sehat. Ucapnya dan berjalan keluar kamar.


Seperti biasa, iapun segera menghubungi Rio untuk menjumpai sahabatnya terakhir kali, Rio memang tidak bisa ikut denganya ke aceh karena mereka sedang menjalankan misi rahasia.


Jadi kalian tidak jadi hari ini keaceh? ucap Rio


Iyaa cuacanya kurang mendukung, kami juga tidak mungkin egois untuk urusan banyak nyawa, jumat pagi kami akan kesana.


Baguslah kalau begitu, oh yaa kamu sudah telfonan belum sama calon istrimu? atau kalian sudah saling kirim-kirim photo?


Telfon apaan saya saja tidak ada nomornya, lagian yang jodohin sayakan mama.Ucapnya acuh tak acuh


Yang jodohin emang mama kamu tapi, setelah itu kehidupanmu akan berubah seratus derajat tau, kemanapun kamu berdua denganya, mulai dari pertama buka dan tutup mata yang kamu lihat itu dia terus. Jelas Rio dengan semanga empat lima.


Kamu larinya kenceng Dian, saya aja masih tunangan eh kamunya langsung nikah.

__ADS_1


Oh yaa kapan ni pesta lajang dengan anak-anak, jangan sampai terlewatkan yaa! dan tempatnya dilaut yaa! Ucap Rio


Kamu atur aja sendiri kapan saja boleh, yang penting urusan kamu urusin Prisil, karena saya tau betul sifat dia itu bagaimana.


Dikediaman Asyifa


Syifa inainya bagus sekali ditanganmu nak, nanti malam setelah shalat Insya baru kita tempel dikaki dan dikuku yaa! minimal pakai inai itu dua malam supaya terlihat merah.


Iyaa bu, makasih yaa.


Ijah kamu jangan nanti suruh balas inai anak kamu yaa? karena saya tidak ada seni dalam ukir mengukir. Canda uminya Syifa hingga para saudaranyapun ikut ribut. Suasana rumah Syifa menjadi ramai karena banyak anak-anak berlari-lari dalam rumanya dan diluar rumah, tentunya saudara dekat semua.


Ya sudah kamu sekarang istirahat dulu, biar kami yang kejakan urusan rumah, pengantin gak boleh capek-cape, ucak bibiknya Syifa.


Bibiknya Syifa mengetuk pintunya, Syifa kalau sudah siap bawa mukenanya keluar yaa? karena bibik dan saudara-saudara lain mau pakai.


Bibik Syifa adalah adik mamaknya, bibik Asyifa tipikal orang yang ceplas ceplos.


Ini bik pakai saja, tadi bukanya baru azan? kok udah siap shalat. Ucapnya heran

__ADS_1


Iyaa bik, Syifa berhalangan, ucapnya dengan polos


Bibik Asyifa mengambil mukena, dan mengatakan pada saudara lain, Syifa anak kita lagi berhalangan lagi gak bisa shalat, ucapnya dengan tersenyum.


Semua pada tertawa, kamu ini kayak gak pernah muda saja, padahal sudah punya anak lima. Sahut menyahutpun membuat suasana riyuh.


Umi Asyifa hanya bisa tersenym dengan wajah yang gelisah. Iapun menuju kamar Syifa!


Syifa umi boleh masuk kekamar nak?


Iyaa umi, masuk saja ucapnya sambil membuka pintu.


Syifaa, kamu lagi tidak bisa shalat?


Iyaa kenapa mi? kok umi tau?


Iyaa tadi bibik kamu bilang sama saudara kita kalau kamu lagi gak bisa shalat.Syifa,,,


Iyaa umi ada apa?

__ADS_1


Yasudah Umi keluar dulu yaa? mungkin mereka lagi butuh sesuatu kalau umi disini mereka tidak tau dimana mencarinya.


Asyifa merasa aneh melihat uminya


__ADS_2