Love You Kapten

Love You Kapten
Rio terjebak


__ADS_3

Bik Inah tersenyum,


Syifa tadi siang bik inah dapat telfon dari nak Dian,katanya kamu pulang hari ini,jadi nak Dian menyuruh bik Inah untuk masak menu-menu yang kamu sukai.


Asyifa tersenyum pada bik Inah, terimakasih bik ya sudah repot-repot masaknya.


kamu ucap terimakasih pada nak Dian jangan sama bik Inah. Kan itu pesanan nak Dian.


Iyaa bik,nanti saya telfon Mas Dian untuk ucapkan terimaksih.


Asyifa berjalan menuju kamar untuk membereskan baju-baju yang ada dalam kopelnya. Setelah merasa semua rapi,iapun berjalan kedapur untuk mencicipi hidangan makanan dari bik Inah. Padahal ia sangat lelah dalam perjalanan,karena menghargai masakan Bik Inah iapun memaksakan diri untuk menikmati hidangan yang sudah disajikan.


Tiba dimeja makan,Asyifa mengambil beberapa lauk untuk ia makan,Masya Allah bik Inah,enak banget rasanya,ucap Syifa sambil tersenyum pada Bik Inah.


Terimakasih Syifa,bik Inah jadi tersanjung dapat pujian dari kamu.


Iyaa bik,masakan Bik Inah semua enak, jadi ingat masakan Umi dikampung.

__ADS_1


Bik Inah melihat Syifa makan dengan lahap membuat dirinya merasa senang,karena tidak sia-sia Bik Inah memasaknya.


Bik, Mas Dian kapan pulang? apa beliau ada bilang sama Bik Inah pulangnya kapan?


Gak tau Syifa,soalnya nak Dian gak bilang apapun pulang kapan. jelas Bik Inah.


Ya sudah bik, saya pamit dulu yaa? mau istirahat,capek dalam perjalanan tadi.


Iya Syifa kamu istirahat saja dulu,kamu pasti kelehankan?


"Diperkemahan Dian "


Dian menelfon sahabatnya Rio ia sangat gugup untuk pulang kerumah. Ia menceritakan semua kebimbangannya pada Rio.


Wah,akhirnya kamu menunjukkan kejantananmu yaa,gak nyangka ternyata Villa tante Yunda menjadi termpat terindah kalian dengan Syifa yaa? Ucap Rio dengan candaanya.


Yoo,,,saya bigung,karena saya tidak tau harus bersikap bagaimana dengan Syifa,disatu sisi saya senang menjadi suami istri Syifa,tapi disisi lain saya pinginnya sendiri dulu. Syifa dan saya masih sama-sama canggung.

__ADS_1


Apalagi kami sering berpisah,kamu tau sendirikan kami punya kesibukan masing-masing. Padahal teman-teman yang lain sudah pada pulang,hanya beberapa diantara kami yang belum pulang dari perkemahan.


Jadi Syifa sudah dirumah? tanya Rio


Iyaaa,,dia baru saja tiba dirumah hari ini,saya juga sudah bilang sama bik Inah untuk masak -masakan yang ia suka.


Dian,kamu ini aneh yaa? punya istri cantik,masih muda,disia-siain,saya saja baru tunangan ngebet banget pingin nikah,tapi karena misi kita baru permulaan terpaksa ditunda dulu. Eh Dian tunggu dulu yaa? sepertinya itu tunangan saya!


Dian memanggil-manggil nama Rio,ternyata Rio langsung mematikan telfonya.


Rio melihat tunanganya berjalan dengan laki-laki lain,bahkan mereka tampak mesra, Rio menutup kepalanya dengan topi dan berjalan kearah dua sejoli tersebut. Mereka menuju ke hotel bintang lima, Rio terus mengikuti mereka dengan penuh hati-hati.


Mas,apa gak bosen hotel ini terus-terusan? apa kita coba dihotel yang lain?


gak apa-apa sayang,saya lebih leluasa disini dari pada tempat lain! ucap sang cowok dengan nada candaan.


Mendegar kata-kata tersebut hati Rio bak disambar petir disiang bolong, hatinya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


__ADS_2