
Setelah selesai membersihkan diri Asyifa mengambil mukena dan mushaf untuk menuju kemushola didalam perkarangan ibu kos.
Asyifa dihampiri banyak anak-anak kos lain.Mereka saling memperkenalkan diri. Beruntung banget sih kamu bisa bicara dengan pak Azmi, beliau itu banyak yang fans, dikampus diamanapun beliau mengajar.
Asyifa langsung ingat Humaira, dan teman-teman lainya yang selalu memuji pak Azmi, teryata dikosnya juga diperebutkan. Asyifa hanya tersenyum, dia tidak mau lagi terlibat urusan hati. Bahkan ketika ia menyukai seseorang hanya kepedihan yang ia rasakan. Asyifa memutuskan untuk tidak mikir urusan cinta dulu.
Azan Zuhurpun mulai berkumandang, yang sewa kos disini rata-rata anak IAIN bahkan diantara mereka ada yang hafal quran tiga puluh juz. Suasana dalam perkarangan kos sangat sejuk bahkan lebih cocok seperti pesantren.
Asyiga dan teman-teman barunya berbarengan untuk kemushala. Pak kos sebagai imam mereka dalam shalat.
Selesai shalat zuhur, sebagian ada yang balik kekampus da sebagian lagi mengikuti pengajian rutin. Aayifa hari ini tidak masuk kampus, hanya saja dia harus mengajar les Privat anaknya pak Jasafar. Untuk kesana ia harus naik gojek, karena lumanyan jauh alamat rumah pak Jasafat.
Asyifa pun ikut pengajian, dimushala mereka menarik sekat untuk pembatas, hingga antara imam dan makmum tidak bisa melihat antara satu dan lainya, hijab tersebut akan ditarik ketika pengajian al quran saja. Karena Ustd menampakkan magharijul huruf yang akan dibaca.
__ADS_1
Hari ini pengajiannya Al quran, satu persatu para mahasiswi akan bergiliran membaca al quran.
Tiba giliran Asyifa yang mengaji, Asyifa mengaji dengan suara merdu dan makhraj yang pas. Bapak kos tersenyum pada Syifa dan mengatakan kalau orang aceh yang mengaji memang seperti orang arab, karena merak memakan asam sunti! kalian tau asam sunti? tanya bapak kos dengan tertawa.
Itu belimbing wuluh yang dipermentasikan dengan garam, rasanya asam dan asin.iakan Syifa?
Asyifa tersenyum dan mengangguk, teman -teman barunya juga ikut tertawa. Mereka terlihat kompak dan lebih kekeluargaan.
Tanpa disadari, waktu berlalu begitu cepat. Azan Asharpun mulai berkumandang. merekapun menunaikan shalat Ashar.
Setelah selesai shalat Asyifa buru-buru turun dari mushala dan menuju kamar kos, Asyifa mengambil alamat dan keluar dari kamar.
Kemana dik? apa masuk kuliah lagi? ucap sang kakak kos dengan ramah.
__ADS_1
Asyifa memberi secarik kertas yang berisi alamat pak jasafat.Ohhhh itu dekay dengan kampus saya! kamu baregan naik motor saya saja yaa? ucapnya dengan ramah.
Asyifa mengangguk dan menaiki motor tersebut.Kamu pulang jam berapa? kamu simpan saja no hp saya yaa! siapa tau kita barengan pulang, Asyifa mencatat nomor hp kakak kosnya dibuku.Merekapun tiba didepan rumah yang dituju.
Rumahnya gede banget pasti orang kaya, ucap kakak kos dan langsung pamit dari Asyifa.
Asyifa melihat motornya Rahardian memarkin didepan ayunan. Asyifapun berjalan menuju pintu masuk.
Rahardian dan putri anaknya Pak jasafat sedang serius belajar.
Asyifa disambut langsung oleh pakJasafat dan istrinya.
Oh ini Asyifa yang bapak ceritakan, itu anak ibu sama bapak namanya Putri dan Putra. Istrinya menujuk pada kedua anaknya.
__ADS_1