
Baru kali ini ada anak angkat mama yang sangat ceroboh tingkah lakunya. Pertama jumpa saja apes dibuatnya bahkan dia mikir kalau saya maling, belum lagi kejadian didapur, trus nginjak bajunya.kok bisa sial terus yaa dibuatnya. Jadi parno aja ni cewek. Katanya dia suka sama saya, tapi dari tingkah lakunya saja tidak mencerminkan suka ,biasanya cewek-cewek yang suka sama saya pasti pada caper-caper tapi saya liat dia biasa-biasa saja. Atau mama yang nyusun strategi supaya saya mau dijodohkan. Aduh kok jadi mikirin dia, huh hus hus,,,fokus pada kuliah otak.
Azan subuh mulai berkumandang, Asyifa asik bersin-bersin. Kamu kenapa kok dari tadi bersih terus. Tanya humaira
Sudah tau nanya lagi, gimana gak bersin semalam saya tidak tidur pulas, belum lagi hujannya deras.
eeeh yaaa,,, semalam kalian ngapain saja berdua, apa dia ada ngomong sesuatu? atau kalian ada cerita-cerita? ucap Humaira dengan girang
Emang kamu pikir saya cewek apaan, semalam kami tidak ngomong apapun.jadi stop mikir yang aneh-aneh.
Iyaa deh, saya minta maaf karena tidak lihat lagi hp waktu kamu telfon dan Wa namanya juga phobia gelap, jadinya saya tidak sadar dan langsung mememkan mata tanpa berkedip.
__ADS_1
Ya sudah yuk kita sholat subuh, selesai shalat subuh Asyifa dan humaira menuju kedapur untuk masak.
Rahardian membaca buku-buku yang akan ia pelajari besok dengan dosennya.Ia tidak menhiraukan bersin dan lebih memilih fokus pada pelajaran.
Setelah bergantian mandi Asyifa dan Humaira berangkat kekampus dengan jalan kaki, keduanya bercerita sambil menuju kekampus.
Setelah siap mandi Rahardian menuju kedapur setelah ia membuka tudung saji iapun langsung menutupnya karena tidak selera untuk makan.
Detik kian menit, menit kian jam, Asyifa dan Humairapun berpisah, Syifa maaf yaa! bukan tidak setia teman, tapi adik mamak saya telfon katanya tali jemuran dikos kami amruk, jadi baju-baju pada kotor semua, saya janji besok malam nginap lagi disana.
Dengan berat hati Asyifa mengangguk, padahal dia sangat berharap Humaira tidak balik kekosnya dulu. Tapi harus bagaimana musibah telah membuat mereka harus berpisah sesaat.
__ADS_1
Asyifa tidak langsung pulang kerumah, ia berjalan menuju gerbang yang bertuliskan menerima sewa anak kos, Asyifapun masuk dan bertanya-tanya tentang kos tersebut. Setelah melihat-lihat iapun sudah mantap dengan pilihannya.
Alhamdulillah akhirnya dapat kos yang dekat dengan kampus, bahkan lebih dekat dengan rumah tante Yunda, tinggal kabarin sama Abi Umi bentar lagi.
Keluar dari kos, iapun pulang menuju rumah tante Yunda. Ia menap rumah tante Yunda terlihat sangat besar. Sebenarnya rumah tante Yunda benar-benar sangat nyaman untuk ditempati. Tapi karena lain satu hal, yang membuat saya tidak betah disini, bahkan lebih kerasa bersalah. Solusi yaa harus pindah dari sini. Semoga Tante Yunda tidak tersinggung dan mengizinkan saya untuk pindah dari rumahnya.
Setelah tiba dalam rumah, Asyifa menuju kedapur dan ia melihat dapur sangat berantakan, dan ia sangat terkeju.
Rahardian terbaring lemas didekat dapur dengan gula berceceran dilantai.
Mas, mas, ucapnya dengan cemas, ia memegang dahinya Rahardian sangat panas, hingga tidak sadarkan diri.
__ADS_1