Love You Kapten

Love You Kapten
iapun tidak merasa bersalah


__ADS_3

Tiba dirumah , wajah Rahardian memerah , lebih baik kita putus saja. Ucap Rahardian dengan kesal.


Kamu tau tidak? apa yang sedang terjadi tadi! Saya tidak tau Asyifa anak angkat mama kuliah disitu. Sedangkan dia tau kalau saya bukan anak kuliahan lagi. Saya mengikutinya dan menegaskan untuk merahasiakan identitas saya sebagai Kapten. kamu main tampar saja anak orang, sekarang kita tunggu dia pulang dan kamu sendiri yang minta maaf.


Seorang dosen masak menampar mahasiswi dipublik. jelas Dian dengan kesal!


Jadi kalian bukan pacaran? Ucap Prisilia dengan tersenyum. Tanpa merasa bersalah


Pacaran apaan kamu saja belum saya anggap pacar. Ucap Rahardian dengan suara kecil.


Rahardianpun menutup pintu kamarnya, dan meninggalkan Prisilia sendirian diluar.


Huuuuh, bagus deh kalau kalian tidak ada hubungan apaapa! karena kalau tidak, saya tidak akan membiarkan Dian jatuh pada orang lain.


Prisilia kedapur mencari sesuatu agar bisa ia masak untuk menebus kekesalan Dian padanya.Iapun menemukan mie instan dan langsung memasaknya.

__ADS_1


Rahardian tidak puas, iapun keluar kamar dan mengetuk pintu Asyifa, tapi tidak ada suara sahutan. Iapun membuka kamar dan melihat kamarnya sudah rapi tanpa ada tanda-tanda penguhuni. Rahardian mebuka lemari lemarinyapun kosong.


Dia baru ingat kamaren dia melihat Syifa dengan kopel, waktu ada Rio. Ia baru ingat ternyata Asyifa kekamarnya untuk meminta pamit.Rahardian mengingat kejadian-kejadian yang menimpa padanya dan Asyifa.


Rahardian merasa bersalah pada Asyifa karena selama ini dia telah berbuat kasar pada anak angkat mamanya.


Ya Allah Dian kenapa harus berbuat kasar pada anak orang sih, kamu sudah dewasa bukan anak-anak lagi. Bahkan kamu kapten yang bergelar pemimpin percontohan. Ucapnya dengan mensesali yang sudah terjadi.


Rahardian menghidupkan motor gedenya dan menjumpai Rio.


Asyifa tiba dirumah dengan mata sudah membengkak, iapun berpapasan dengan ibu kos, Ibu kos Asyifa memang terkenal sangat ramah.


Sudah nak, kalau mau menangis nangislah, janhan ditahan. Gak baik untuk kesehatanmu?lagian kamu perantau tidak boleh sakit kamu harus kuat apapun itu masalah kamu!


Asyifapun menangis setelah puas dengan menangis,iapun menceritakan semuanya.

__ADS_1


Ibu kos tersenyum dan memeluk Asyifa, iapun menceritakan kisahnya disekolah, hampir sama yang ia alami. Hanya saja ibu Kos Asyifa dulunya sangat tomboi, ia cukup memasang wajah sanggar yang lain akan takut sendiri.Iapun menceritakan kisah-kisahnya masalalu,mereka saling tertawa.


Anaknya ibu kos menghapiri ibunya, maa sudah cukup ceritanya yuk kita shalat berjamaah.Ucapnya sambil tersenyum pada ibunya.


Asyifa melihat keatas dan itu adalah dosenya, Pak Azmi.Iapun sangat terkejut.Oh yaa Syifa, ini anak ibu,dia dosen juga loe. jelasnya sambil memperkenalkan pada Syifa.


Be,,beliau dosen saya juga, ucap Asyifa sambil tersenyum pada ibu kosnya.


Oh yaa, saya tidak memperhatikan mungkin, karena saya juga mengajar dibeberapa kampus lainnya. Ucapnya dengan sopan


Ya sudah Asyifa, yuk kita shalat berjamaah dengan teman-teman kamu yang lain.


Iya pak, buk, Syifa pamit dulu yaa?


Assalamualaikum.

__ADS_1


walaikumssalam.


Asyifa masuk kamar dan segera menyegarkan tubuhnya dengan mandi. Iapun merasa ketenangan atas nasehat dari sang ibu kos. sesekali ia merasa malu mungkin tadi ia menangis seperti anak kecil.Dan yang lebih kaget lagi kalau ibu kos anaknya dosennya sendiri.


__ADS_2