
Kalau saya cabut dari rumah kasian juga anak orang gak berani tinggal dirumah sendirian. Kalau saya disini dengannya juga gak enakan. Kok bisa berada posisi serba salah sih.Dia udah ngebantuin selamatin hidup saya lagi! Pasti dia kuliah dikedoteran atau ia seorang perawat ,siapapun kamu terimakasih sudah menolong saya.
Iapun lebih memilih fokus kembali pada laptopnya dan mencoba membaca buku-buku yang berberkenaan dengan mata kuliahnya.
Assalamualaikum
Hmm,,,, ini saya buatkan jahe hangat untuk meredakan tenggorokannya. Insya Allah akan membantu iritasi ditenggorokan. jelas Asyifa dengan memegang air jahe.
waalaikumsalam,,, oh yaa terimakasih. Rahardiapun langsung meminumnya sampai habis.
Asyifa pamit dan menuju kepintu dapur, jantungnya yang berdegup tidak bisa ia kendalikan. Rasa bersalah pada diri sendiri dan pemilik rumah yang ia tepati benar-benar membuatnya tidak nyaman. Apalagi ia selalu membayangkan ketika melakukan pertolongan pertama, benar-benar membuatnya tidak nyaman.
__ADS_1
Ya Allah bagaimana ini! apakah saya harus telfon umi dan Abi untuk dicarikan kos atau rumah baru. Atau selama tante Yunda dan bik inah tidak disini saya harus tidur dikosan teman saya yaaa Humaira.
Asyifa langsung menekan tombol yang bertuliskan nama Humaira.
Assalamualaikum Maira? oh yaa hmm,,,malam ini dan beberapa hari kedepan apa boleh saya tidur dikosan kamu? atau saya bayar setengah juga boleh?
gimana yaa Syifa, sebenarnya boleh-boleh saja, hanya saja sekarang lagi ada adik mamah saya disini, bliau juga tidak tau kapan perginya.
ooh ya sudah tidak apa-apa, maaf yaa merepotkan kamu.Iapun menutup telfonya dan pasrah atas apa yang terjadi. Ia berada pada dilema yang besar, karena disini akan tinggal dengan sosok laki-laki yang bukan mahramnya dan laki-laki yang membuat pengakuan pada ibu dari laki-laki yang oa cintai.
Rahardian meninggalkan rumah untuk membeli mie, ia sangat gemar memakan mie apalagi dia tidak bisa memasak juga. Walaupun mie tapi tetap ia tidak bisa memasaknya. Hanya saja dipikirannya masak mie adalah cara praktis bertahan hidup, dan memasaknya juga gampang.
__ADS_1
Azan insya mulai berkumandang, Asyifa mengambil wudhuk dan segera menunaikan ibadah sholat Insya, iapun mengambir quran untk persiapan mengaji setelah usai shalat Insya.
Tiba-tiba terdengar suara salam dari pintu kamarnya. Dengan balutan mukena Asyifa membuka pintu dan ternyata Rahardian.
Salam, oh yaa mienya sudah saya beli dan ada dalam lemari dapur. Bisa kamu masak untuk saya?
hmm,,,boleh, ucap Asyifa dengan menundukkan pandangannya.
Rahardian menuju keruang olah raga dan mencoba melakukan beberapa pergerakan ringan dalam berolah raga.
Ya Allah ujian apalagi ini, masak mie saja harus saya yang masakin. Ucapnya dalam hati, iapun segera menuju kedapur.
__ADS_1
Ia melihat dapur yang selalu bersih kini penuh dengan kertas mie dan mie yang sudah dimasak tapi airnya muncrat kemana-mana. Iapun menginjak mie-mie yang tumpah dilantai membuat kakinya geli.
hmm,,, jadi ini alasan anak tante Yunda minta saya yang buatkan mie, teryata dia tidak bisa masak. Tidak heransih karena Abi juga tidak bisa masak apapun.Iapun tersenyum menginggat tentang abinya.