Love You Kapten

Love You Kapten
tiap orang punya prinsip masing-masing


__ADS_3

Suasana Villa mulai sepi satu persatu para sahabat tante Yunda mulai berpamitan. Mereka menghabiskan waktu sehari semalam untuk canda ria, hari berikutnya sudah pasti mereka pekerja keras, tentunya mereka bisnismen. Asyifa hanya bisa melamun dengan apa yang ia lihat.


Wajar saja kalau mereka ber wara wiri dan menghabiskan waktu malamnya untuk mengobrol bebas bersama para sahabatnya. Mungkin inilah alasan mereka memilih bergadang untuk melepaskan penatnya waktu kerja.


Syifa lagi melamun tentang apa ini? bagaimana tadi malam apa kamu menikmatinya? ucap tante Yunda sambil menepuk pundaknya Asyifa.


eeeh tan tee,,, iyaa tan saya menimatinya, tapi mohon maaf saya tidak bisa bergadang selarut malam seperti tante dan teman-teman lainya. Bahkan saya sudah berusaha untuk ikut gabung tetap saja mata tidak bersahabat. Syifa menjelaskanya dengan polos.


Iya sayang tidak apa-apa yang penting kamu sudah ikut hadir tante udah senang banget. hmm,,, nanti kalau Nak Dian libur kita akan berliburan kepuncak bersama saja.


Asyifa sangat shok mendengar disebutin nama Rahardian, baginya setelah membuat pengakuan pada tante Yunda membuat dirinya merasa menyes al dan merasa bersalah.

__ADS_1


Sayang sudah jangan melamun dulu, kamu harus mikirin kuliah bukan mikirin Rahardian dulu. Canda tante Yunda sambil melempar senyum padanya.


lagi-lagi Asyifa dibuat merona oleh tante Syifa, please tan, jangan membuat saya canggung. Ucapnya dalam hati.


ya sudah yuk kita pulang, bik inah juga sudah menyiapkan bekal untuk kamu didalam mobil. Karena kamu tadi terlalu lelap tidur jadinya tidak sempat sarapan bersama.


Dalam perjalanan Asyifa hanya terdiam seribu bahasa, sedangkan tante Yunda asik dengan telfonan dengan para sahabatnya.


Syifa, mungkin ini bukan waktu yang tepat yang harus tante bicarakan, tapi mau gimana lagi? hmm,,, kita harus berpisah tante mau kedubay untuk urusan bisnis, bik inah juga ikut dengan tante karena disana akan mengadakan sedikit pesta jamuan dengan rekan kerjanya suami tante.


Ja jadi saya juga ikut nyonya? ucap bik inah dengan wajah sumbringan.

__ADS_1


iyaa bik, ucap tante Yunda


Iya tidak apa-apa tan, semoga hari-hari disana bisa menyenangkan, dan bisnis om dan tante diberi kelancaran oleh Allah. Ucap Asyifa dengan wajah sedih, ia sedih karena harus tinggal sendiri dengan rumah mewah tanpa penghuni.


oh yaa Syifa, kamu juga boleh kok ajak teman-teman kamu untuk nginap dirumah, mungkin kamu takut kalau sendirian dirumah. Ucap tante Yunda.


iyaaa tan, ucap Asyifa dengan patuh.


Tiba dirumah bik inah asik mempersiapkan koper untuk keluar negri bahkan baju-baju yang ia bawa sangatlah banyak membuat bik inah terlihat sibuk dengan apa yang ia kerjakan.


Asyifa lebih memilih kekamar untuk beristirahat. Benar-benar seperti dalam mimpi, semalam mereka terlihat orang yang tidak ada kerjaan.Tapi hari ini mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing.

__ADS_1


Apa itu tujuan mereka bekerja, pontang panting dalam mencari nafkah dan lupa akan umur . harusnya masa sekaranglah mereka beristirahat karena sudah pasti hartanya sudah melebihi kapasitas satu keluarga.la membandingkan dengan suasana kampung halamanya dimana orang-orang tua disana lebih memilih menimbang cucu dari pada bekerja.


__ADS_2