Love You Kapten

Love You Kapten
villa


__ADS_3

Jadi Syifa dan Mas Dian udah sepakat bermalam divilla? waaaah so sweet banget mereka. Ucap Syifa dengan tersenyum.


Pak Azmi menghampiri Humaira" gimana kabar Syifa? kamu kok gak ditenda ? ucapnya dengan panik.


Kan sudah ada suaminya pak, jadi terserah mereka mau ngapain" Ucap Humaira dengan cuek.


Pak Azmi terlihat kesal dan cemburu dengan jawaban Humaira, iapun berjalan sesekali melihat kearah tendanya Syifa.


Humaira menghampiri temannya, Syifa beruntung banget yaa dibantu sama pak Azmi, ucap anak-anak dengan membangga-banggakan pak Azmi. Coba kalau saya yang dibawa pasti so sweet bangget ucap anak-anak lainnya.


Humaira hanya bisa tersenyum sinis memdengar kata-kata pujian untuk pak Azmi, mereka tidak tau pak Azmi itu sifat aslinya bagaimana.


Setengah sadar Asyifa terbangun, kepalanya sangat pusing. Ia melihat Rahardian disampingnya. Asyifa langsung terbangun, ia khawatir kalau teman-temannya melihat Dian disini.


Mas, sejak kapan disini? ucapnya dan langsung bangun.


"Sejak kamu pingsan, ucap Dian dengan santai" Oh yaa gimana , apa sudah baikan? kalau gak kita kerumah sakit saja.

__ADS_1


Gak apa-apa kok Mas, Katanya mau ke Villa kan? yuk kita pergi sekarang. Ucap Syifa dengan melihat-lihat kearah teman-temanya.


Dian paham dengan apa yang Syifa khawatirkan. Kamu takut ketahuan pak Azmi yaa?kalau saya menjemput kamu? Ucap Dian dengan santai.


Asyifa sangat terkejut dari mana Dian tau pak Azmi.


Tadi pak Azmi yang membawa kamu kesini, dan kami berpaspasan.Humaira juga bilang kalau Pak Azmi pernah dekat dengan kamu? atau jangan-jangan dia cinta pertama kamu yaa? Ucap Dian dengan nada sedikit jengkel.


Asyifa hanya terdiam, Mas? kita langsung ke Villa yuk?


Tangan Dian makin dingin, jantungnya mulai berdebar kencang. Iapun melepaskan tangan Asyifa dengan cepat, hingga tanngan Asyifa tersentak.


"Pasti Mas Dian marah gara-gara Pak Azmi membantu saya" ucapnya dalam hati.


Mas, sebelumnya saya mohon maaf sebelum kita berjodohan , pak Azmi pernah nembak saya. Tapu setelah kita Nikah saya sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Pak Azmi. Jelas Syifa sambil terus berjalan menuju Villa.


Dian berjalan dengan tersenyum, untung Syifa salah paham, kalau tidak hilang deh kemacoanku didepannya. " Ucap Dian dalam hati ".

__ADS_1


Mas masih marah yaa? ucap Syifa dengan memegang lagi tangan Dian.


Dian hanya terdiam dan terus berjalan, hingga sampai divilla.


Tiba divilla mereka disambut dua orang pelayan, dengan dihidangkan beberapa makanan pembuka. Mereka dipersilahkan untuk duduk dimeja yang sudah dipenuhi beberapa makanan.


Asyifa sangat terpukau dengan apa yang ia lihat, diperkarangan Villa ia melihat lampu-lampu yang begitu banyak.


Dian mempersilahkan Asyifa duduk.


Asyifa terlihat gugup, dia tidak bisa menebak sifay Dian bagaimana. Ia hanya mengikuti apapun yang suaminya lakukan.


Mas, maafin yang tadi yaa?


Dian memberi isyarah untuk stop berbicara tentang maaf, sekarang waktunya makan bukan berdiskusi mengenai orang lain. Ucap Dian dengan tegas,oh yaa silahkan makan yang ini, buah ini bagus untuk menghilangkan rasa sakit kepala ucap Dian sambil menyodorkan buah pir.


Asyifa tersenyum dengan penjelasan yang ia berika tentang buah pil, yang ia tahu buah pil bagus untuk pencernaan bukan untuk menghilangkan pening.

__ADS_1


__ADS_2