Love You Kapten

Love You Kapten
makan pagi dan siang


__ADS_3

Ms Prisilia memantau Syifa dari jauh, Ia sangat jengkel melihat Syifa.


Wah, ternyata kamu emang gatal banget yaa? semua para anggota kelompok ada dibarisan masing-masing ,bahkan mereka tidak berpisah dengan teman-teman lainnya! kamu asik keluyuran dengan mahasiswa lain, siap-siap kamu dapat hukuman. Ucapnya pada Syifa


Asyifa tidak mengubris perkataan Ms Prisilia, karena hatinya berkecamuk ,disatu sisi dia sudah sah menjadi istri orang, tapi disisi lain dia mahasiswa/i yang baru kenal antara sesama mahasiswa/i tentunya interaksi antara laki-laki dan perempuan akan lebih terjalin. Bukan masalah bisa menjaga diri sendiri atau kedewasaan, tapi baginya tidak etis saja seorang istri terlihat akrab dengan laki-laki yang bukan mahram.


Asyifa terus berjalan ,Humaira melihat gelagat Syifa langsung menghampirinya. Syifa, Ms Prisil ngomong apa tadi? tanyanya sambil memegang tangan Syifa.


Syifa terkejut dari lamunannya, iyaa Mai kenapa? kamu tanya apa? ucapnya dengan datar.


Ya Allah Syifa dari tadi saya lihat Ms Prisil asik ngoceh sama kamu dan kamunya tidak mendengar apapun ? ucap Humaira dengan kaget.


Tidak Mai, saya tidak tau arah hidup saya sekarang seperti apa. Mai sejak saya kuliah dan tinggal disini hidup saya benar-benar tidak seperti yang saya rencanakan.Mai kamu pasti paham dengan prinsip hidup saya bagaimanakan? curhanya pada Humaira.

__ADS_1


Iyaaa saya paham maksud kamu,kamu juga harus bersyukur Syifa diusia muda kamu sudah nikah dengan baik-baik, dapat suami tampan, keluarga yang baik juga. Saya pribadi saja iri lihat kamu, ucap Humaira dengan tersenyum padanya.


Gak tau Mai, kalau dibilang siap saya belum siao dengan keadaan sekarang ini, tapi mau gimana lagi emang itu kenyataan yang saya alami sekarang.


Azhar sangat terkejut mendengar percakapan antara Syifa dan Humaira. Ia bisa merasakan bagaimana kehidupan yang dijalani tidak sesuai dengan harapan bagi dirinya.


Maaf bukanya saya menguping pembicaraan kalian! tapi saya sudah mendengar semua kisah kehidupan kamu Syifa. Ucapnya dengan sopan


Asyifa dan Humaira sangat terkejut ada yang menguping pembicaraan mereka.harusnya itu menjadi rahasia mereka berdua.


Humaira langsung mengatakan pada Azhar kalau percakapan mereka jangab ada yang tau lagi.


Azhar tersenyum melihat dua perempuan yang begitu polos didepannya.

__ADS_1


Iyaa tenang saja rahasia kalian aman kok ditangan saya! Ucap Azhar dengan tersenyum kearah mereka. Azhar terlihat senang bisa bergabung dengan Asyifa dan Humaira. Mereka saling bercerita sesekali terdengar tawa ketiganya.


Humaira memang cepat akrab dengan siapa saja,beda dengan Syifa ia lebih tertutup dan tidak mudah baginya dalam berinteraksi sesama.


Cara humaira dan Azhar berbicara terlihat seperti bukan teman baru, mereka terlihat seperti teman yang sudah lama tidak bertemu,keduanya sangat mudah akrab.


Asyifa hanya bisa tersenyum melihat keduanya saling bercengkrama.


Bel tanda berkumpul mulai berbunyi, karena sudah waktunya makan pagi dan bisa dikatakan makan siang karena waktu sudah menunjukkan pukul dua belas empat puluh.


Semua berkumpul di area, masing-masing dibagikan satu persatu piring plastik. Lauknya ikan bakar dan telur rebus.


Semua pada antusias dengan makanan yang dibagikan, dari pagi sekaranglah waktu makan,tentu saja semua pada ribut.

__ADS_1


Setelah giliran Syifa yang mengambil lauk,ia berjalan kearah Humaira dan Azhar.


__ADS_2