
Abi Asyifa tiap berkata apapun tidak pernah plinplan ia tetap memegang pada janji pertama. Bahkan banyak mahasiswa yang merasa malu dengannya, ketika beliau janji datang jam dua, para mahasiswa datangnya jam 3 , beliau tidak marah tapi sangat tidak suka pada orang-orang yang ingkar janji dan tidak berkomitmen dalam bicara.
Asyifa menunaikan shalat istikharah, dan lebih memilih tidur dengan perut kosong setelah menunaikan shalat istikharah, Asyifa memilih untuk tidur iapun tidak berani kedapur untuk makan malam, karena ia masih malu berhadapan dengan kedua orang tuanya.
Dalam mimpinya Asyifa melihat sosok Rahardian membawa burger dan jus mangga untuknya.Dengan tersenyum padanya
Ayifa terbangun dan beristiqfar.
Kamu mimpi apa nak? ucap Umi melihat Asyifa terbangun dalam tidur. Titidak umi,ucapnya dengan perasaan tidak enak karena membohongi uminya.
Syifa harusnya kamu senang dengan keputusan Abi dan umi .Itu semua untuk kebaikan kalian! jadi kamu tidak perlu merasa tidak enak sama abi dan umi. Kamu harus terbuka dengan kami nak karena bahagiamu adalah bahagia abi dan umi juga.
Asyifa memeluk uminya, umi, sebenarnya Syifa juga belum siap untuk menikah dulu. Tidak apaapa sayang, abi sudah bilang kalau kalian nikah siri saja dulu, setelah Syifa tamat kuliah baru nanti kita urus pernikahan agama. Jelas umi denga menenagkan Asyifa.
Setelah merasa tenang dan nyaman, uminyapun masuk kekamar tidur dan menghampiri abi yang sedari tadi berzikir.
Biii,apa keputusan kita itu sudah bulat? karena saya lihat Syifa belum siap untuk hubungan pernikahan!.
__ADS_1
Umi, kalau sudah mengeluarkan fatwa, itu tidak bagus diragukan lagi, lagian mereka saling suka, jadi apalagi yang harus kita tunggu? apa kita tunggu kabar dari orang-orang kalau anak kita, Astaqfirullah. Umi tidur saja dulu jangan mikir yang bukan-bukan ucap Abinya dan melajutkan Dzikir kembali.
Tante Yunda menelfon uminya Asyifa,
Assalamualaikum
waalaikumssalam yun, ucapnya dengan lemas.
bagaimana apa Syifa setuju dengan pernikahan ini?
Syifa tidak pernah membantah apapun apa yang dikatakan abinya.
Iyaaa,,,nanti saya beri kabar hari lamarannya yaa jeng, ucap tante Yunda dengan kegirangan.Iapun menutup telfon.
Alhamdulillah keluarga Syifa setuju dengan pernikahan ini. Sekarang giliran saya yang memastikan Rahardian untuk melamar Asyifa.
Rahardian sedang membaca buku, tiba-tiba mamanya menghampirinya! Dian?kamu pernah mengatakan dulu kalau kamu setuju dengan siapapun yang mama jodohkan apa kamu masih ingat?
__ADS_1
Iyaa kenapa ma?
Sekarang mama akan menagih janji kamu itu.
to the poin saja ma! jawab Dian dengan cuek.
Mama berniat untuk melamar Asyifa, Rahardiapun tiba-tiba tangannya tersungkur dengan meja. ia sangat terkejut apa yang ia dengar barusan!
iiiiini serius ucapnya dengan kaget!
sejak kapan mama tidak serius dengan kamu, mama juga makin tua, jadi sebelum mama dan papa tiada, kami ingin melihat kamu menikah. Ucapnya dengan iba.
Hmmm,,,ya sudah terserah mama saja, mama yang urus semuanya. Ucapnya dan melanjutkan membaca buku.
Mamanya menutup pintu dan kembali kekamar.
Rahardian menelfon Rio dia mengatakan kalau dirinya dijodohkan dengan anak angkat mama, yaitu Asyifa. Rio tertawa begitu keras, akhirnya kalian berjodohan ucap Rio.
__ADS_1
Kamu malah bikin saya jengkel, ya sudah yuk kita jumpa, otak saya lagi blank ini.