
Setelah saling memaafkan, Syifa dan Dian menikmati menu makanan yang berada dihadapan mereka. Rahardian sangat menikmati menu yang Syifa pesan, bahkan ia sangat terkesima dengan kue yang Syifa pesan dengan tulisan kata-kata maaf.
Dian, apa sesakit itu perasaan istrimu, hingga dirinya belum bisa memaafkan diri sendiri. Ucap Dian dengan melihat Syifa yang sedang asik makan.
Apapun masalahnya, saya berjanji semoga ini terakhir kalinya kami bertengkar. Ucap Dian dalam
hati.
Syifa, besok saya harus pulang kebandung, karena besok saya harus masuk kantor dan melapor. Kamu juga tau kalau saya bukan anak kuliahan. Jelas Dian pada Syifa.
Iyaa Mas, Syifa juga akan ikut dengan Mas Dian, lagian Syifa juga sekarang Syifa istri Mas Dian.
Kamukan masih libur kuliah, kamu saya izinkan untuk puas-puasin disini dengan umi dan abi kamu, kamu juga masih kangenkan sama orang tua kamu.
Iyaa Mas, saya rasa abi dan umi juga tidak setuju kalau Syifa disini dan Mas Dian disana.
Ya sudah terserah kamu saja, Ucap Dian sambil tersenyum padanya.
Asyifa membalas senyum Rahardian.
Asyifa menceritakan sejarah Aceh pada Rahardian, mereka saling bertukar pikiran. Tiba-tiba hp Syifa berbunyi dan mereka melihat yang menelfon adalah pak Azmi.
__ADS_1
Asyifa melihat kearah Dian. Dian terlihat kesal,
Syifa menekan tombol non aktif.
Dian tidak mengatakan apapun, Asyifa memegang tangan Mas Dian. Mas Yuk kita jalan-jalan dipinggir pantai. Ucap Syifa sambil menarik tangan Rahardian.
Sebenarnya Syifa memang bukan sosok perempuan yang suka jalan-jalan kepantai, itu semua ia lakukan untuk Dian, supaya Dian tidak kesepian berada diAceh.
Rahardian merasakan hal yang aneh, Syifa memegang tanganya , merekapun berjalan kepinggir pantai, Syifa memang masih kaku, Syifa memeluk tangan Dian.
Dian benar-benar Syok karena Syifa memperlakukannya layaknya seperti suami istri.
Asyifa tidak melepaskanya malah memeluknya dengan erat.
Rahardian keluar keringat dingin, kenala tiba-tiba Syifa mendadak romantis.
Syifa bagaimana kalau kita pulang kerumah saja, saya sudah lelah dipantai.
Iyaa mas, matahari juga sudah muai terik. Ucap Syifa.
Asyifa dan Rahardian menaiki motor dan segera pulang kerumah, Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit merekapun tiba dirumah.
__ADS_1
Umi dan Abi Syifa lagi duduk didepan rumah,tengah menikmati teh.
Umi pikir kalian dirumah, ucap umi sambil tersenyum pada Syifa dan Dian.
Tadi Syifa dan Mas Dian kepantai Lhok Nga.
Oh gitu ya, ya sudah kalian siap-siap dulu yaa! bentar lagi kita makan bareng.
Syifa diruang makan udah umi siapin teh, kamu kasih untuk nak Dian yaa!
Dian berpamitan dan langsung masuk kekamar untuk membersihkan diri.
Iyaa umi, umi besok Syifa kebandung dengan Mas Dian. Ucap Syifa dengan hati yang berat..
Iyaa sayang, hati-hati disana, ingat Dian adalah suamimu, jaga dirinya baik-baik, jadilah istri hang soleha nak yaa?
Umi, Syifa masih kangen sama abi umi, Syifa masih belum puas bermain dengan adik Syifa. Ucap Syifa sambil menangis pada uminya.
Iyaa sayang, kapanpun kamu rindu pada abi umi , Syifa bisa pulang kapan saja, Insya Allah nanti umi sama abi juga akan kesana yaa? Ya sudah kamu kekamar temanin suamimu, mungkin dia membtuhkan sesuatu. Ucap Uminya
Asyifa menuruti uminya dan menuju kekamar.
__ADS_1