
Azan subuh mulai berkumandang, Asyifa sudah siap dengan koper untuk menuju bandara, Asyifa tidak diantar oleh uminya, karena adik Asyifa sendirian tidak ada yang temanin.
Asyifa diantar oleh abinya, keduanya saling terdiam didalam mobil. Asyifa memang tidak banyak bicara dengan abinya.
Setelah selesai chek in, Asyifa berpamitan dengan abinya, Abinya memeluk Asyifa, hati-hati dijalan nak yaa? jangan lupa baca doa.Assalamualaikum
Iyaa abi,,,waalaikumssalam, Asyifa berjalan menuju ruang tunggu.
Abi Asyifa meneteskan air mata, ia sangat sedih melepaskan kepergian anak kecilnya, anak kebanggaan orang tua,ia tidak pernah mengecewakan orang tuanya, kini ia pergi mencari ilmu dan pulang dengan menjadi istri.
Tiba dibandara,Asyifa menaiki mobil taxi untuk menuju kekosnya. Hanya butuh waktu beberapa menit saja iapun tiba dikos. Dikosnya tidak terlihat sepi, dikarnakan ada sebagian kampus masih masuk kuliah seperti sediakala.
Asyifa menjumpai ibu kos, ia melihat disekitarnya tidak ada pak Azmi. Asyifa meminta izin untuk pindah dari kos, uang kos sudah jauh-jauh hari dilunaskan.
Syifa, kamu disini hanya tinggal beberapa hari saja, jadi kami tidak mengambil sewa sepeserpun. Ini kamu pakai untuk biaya kuliah kamu disini.ucap ibu kos sambil menyodorkan uang jutaan dalam amplotnya.
__ADS_1
Tidak bu, walau beberapa hari tapi Syifa sudah tinggal disini dan banyak ilmu yang Syifa dapatkan disini. Kalau ibu tidak mau menerima semua ambil saja setengah dari harga kos yang Syifa sewa.
Tidak usah nak, Ibu sedekahkan untuk penuntut ilmu, Insya Allah kami ada anak kos yang lain. Ucapnya sambil tersenyum.
Asyifa hanya bisa pasrah, iapun mengambil amplopnya dan memeluk ibu kos, ibu yang sudah menganggap anaknya sendiri.
Asyifa, kalau kamu ada waktu, dan tidak menganggu kuliah, datang kesini lagi yaa? dan Syifa juga boleh ikut pengajian disini.
Iyaa bu, insya Allah, Syifa akan datang kalau tidak sibuk. Asyifa meminta izin pada ibu kos dengan mengatakan akan pindah kerumah. Ia tidak mengatakan kalau dirinya sudah menikah.
kakak kosnya juga ikut membantu Syifa membawa beberapa buku kedalam mobil. setelah semua dimasukkan dalam mobil, sebagian anak-anak kos bersalaman dan berpelukan dengan Syifa, walau Syifa teman baru, tapi mereka sudah menjadi saudara serantau.
Tiba-tiba mobil Avanza berwarna putih terparkir disamping pagar pintu keluar masuk.
Pak Azmi melihat Syifa sedang bersalaman dengan anak-anak kos.
__ADS_1
Asyifa melihat kearah mobil pak Azmi, hatinya berdebar kencang, ia tidak tau harus bersikap seperti apa. Ibu kos memegang tangan Syifa dan mengantarnya kemobil.
Syifa mau kemana? tanya pak Azmi.
ini, dia mau pindah kerumah saudaranya,tapi Asyifa tetap santriwati kita selama Asyifa datang untuk mengaji jawab ibunya pak Azmi.
Asyifa hanya menunduk dan berpamitan pada seluruh teman-teman barunya.
Pak Azmi tersnyum pada kedua orang tuanya dan masuk kerumah.Ia mengirim pesan whatssup untuk Asyifa.
Hati-hati dijalan yaa? sampai jumpa nanti sore.
Asyifa membuka pesan whatssup dari pak Azmi, ya Allah , bagaimana ini!
Hanya butuh beberapa menit Asyifa tiba dipintu gerbang Mas Dian.
__ADS_1
Bik inah menyambut Asyifa dengan wajah yang ceria. Ia langsung memeluk Asyifa dan membantu membawakan tas dan kopernya.