Love You Kapten

Love You Kapten
Terjebak digudang listrik


__ADS_3

Rahardianpun menghampiri Asyifa, pintu itu sudah puluhan tahun tidak boleh ditutup karena otomatis terkunci sendiri.


Maksudnya kita tidak bisa keluar lagi dari sini? Ucap Asyifa memberanikan diri untuk berbicara pertama kali padanya.


Iya,,,


Ya Allah gimana ini ucap Asyifa dengan kepanikan. Hujan diluarpun makin deras, bahkan sesekali terdengar petir.Kenapa saya berubah jadi cewek ceroboh ya? padahal saya tidak pernah melakukan kesalahan sebelumnya, dan lagi-lagi dengan anak tanye Yunda.


Asyifa mencoba menelfon Humaira, tapi tidak ada tanggapan apapun dari sahabatnya.


Rahardian mencoba mengecek kabel listrik dengan senter. Sesekali iapun mencoba menghidupkan saklar, hasilnya tetap tidak ada percikan api sedikitpun.


Asyifa hanya bisa berdiri didepan pintu, dan terus mempersalahkan diri sendiri. Ia sangat merasa risih pada diri sendiri.


Setelah mengotak ngatik beberapa menit, tiba-tiba batry senterpun mati. Asyifa dengan sigap memberi lampu flash di hpnya.

__ADS_1


Rahardian melanjutkan kotak katik mesin tersebut, hasilnya tetap sama. Rahardian memberikan hp pada Asyifa.


Kamu kirim pesan pada teman kamu suruh ambil kunci cadangan disamping rak sepatu pintu depan, bilang saja kalau kita terjebak digudang.


iiiyaa,,, setelah mengirim pesan Asyifa juga menelfon sahabatnya Humaira, bahkan ia tidak berhenti menelfon sahabatnya dan berharap segera diangkat atau di baca pesan whatssupnya.


Gimana apa teman kamu ada membaca pesan? Tanya Rahardian.


Ti ti tidaak,,,


Rahardian segera merapikan tempat duduk mereka, disamping hujan yang deras, angin juga sangat kencang.


Rahardian memakai kaus oblong putih dengan celana jins hitam, sedangkan Asyifa mengenakan baju piyama gamis, dengan ditutupi jelbab.


Angipun begitu enak masuk pada tubuh mereka hingga suasana sejukpun masuk pada tulang belulang.

__ADS_1


Merekapun saling bertatap muka, tidak ada api dan korek sedikitpun yang terdapat disana. Coba hubungin pacarnya . Ucap Asyifa sambil memberi hpnya pada Rahardian, Rahardian juga tidak membawa hp bersamanya.


Pacar? Ucapnya dengan keheranan, dan Rahardian paham, pasti anak angkat mama dan temanya mikir kalau Prisilia adalah pacarnya.


Rahardian terdiam dan tidak mengambail hp yang diberikan oleh Asyifa.


Teman kamu juga tidak ada kabar, fix malam ini tidur disini. Ucapnya, Rahardian pun mencoba tidur diatas kertas-kertas plastik yang ia gelar.


Asyifa mulai pegal dan duduk disamping Rahardian tidur. Asyifa memilih untuk tidak tidur, karena hatinya penuh was-was dan bersuudhon pada anak tante Yunda. Ia takut kalau Rahardian melakukan sesuatu yang dilarang oleh syariat, bahkan Asyifa sudah mewanti-wanti kalau anak tante Yunda mulai beda,ia sudah siap dengan jurus karate yanh ia pelajari dipondok dulu.


Cuaca makin dingin, Asyifa melihat Rahardian dengan wajah yang mengigil, sesekali memeluk kakiknya.


Asyifa mulai kasihan melihat Rahardian tidur beralas plastik, dan itu semua gara-garanya. Dengan penuh hati-hati Asyifa mulai mendekati tempat tidur dan menyelimuti Rahardian dengan baju gamisnya, yang kebetulan kainnya lebar bahkan bersayap.


Iapun bisa melihat Rahardian tidak lasak meringkuk lagi hingga ia tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2