
semua pada bengong, ternyata selama ini selain rajin, IQnya Asyifa memang diatas rata-rata. Ditambah lagi dia hobi membaca buku, bahkan sehari tanpa memegang buku rasanya ada yang aneh pada dirinya.
Asyifa sepertinya kamu tidak cocok jadi dokter, mending kamu jadi Profesor saja.Ucap teman-teman yang lain.
Pada dasarnya mau IQ kita rendah dan tidak itu tergantung kemauan kita. Dulu waktu kecil saya sering sakit kepala, Umi sama abi sudah membawa saya berobat kemana-keman. Kebetulan sahabatnya umi, dosen Psikolog, beliau memberi saya buku anak-anak, setelah selesai membaca buku, sakit kepala saya jadi hilang.Jelas Ayifa dengan serius pada teman-temanya.
Beruntung kamu Syifa yaaa obay sakit kepala buku, sedangkan saya sakit kepala membaca buku. Ucap Aldo dengan tersenyum.
Orang lagi serius dengarin Syifa ngomong kamunya malah ngelawak, ucap veri sambil mengetuk jidat Aldo dengan jari.
Syifa, kami pikir kamu cupu, eh ternyata kamu Suhu, ucap teman-teman yang lain. Tapi kami bangga bisa satu ruang dengan kamu, jadi kami akan bercerita pada anak-anak kami kalau teman bapak dulu ada yang genius, supaya mereka termotivasi dalam belajar.
Iya iyaaa,,, jawab teman-teman yang lain.
Akhirnya mereka tiba difakultas Kimia,mereka berebutan untuk duduk dekat dengan Asyifa, begitu juga teman-teman yang cewek, karena setau mereka dosen itu juga sangat Arogan.
__ADS_1
Syifa selamatkan anak-anak ruang kita yaa? jangan biarkan kami malu. Kedepan kami akan berjanji untuk lebih giat lagi dalam belajar.
Pak Jasafat dikenal dengan dosen akademisi, apapun yang ia tanyakan harus ada referensi, bahkan sesekali beliau memberi tugas harus ada fote note dan an note.
Rahardian sudah duduk manis dibangku, dan melihat kearah Asyifa, oh ternyta kamu kulih disini juga,kemana saja kamu pagi ini! saya jadi lapar tidak ada yang masak.Ucapnya dalam hati, eeeh,kok anak-anak yang lain pada duduk dekat denganya yaa? Iapun tersenyum sendiri.
Rahardian tidak sadar kalau anak-anak perempuan yang lain memerhatikannya.
Semua cewekpun melihat kearah Asyifa dengan sinis, beda halnya dengan sahabat seruang Asyifa mereka terlihat biasa saja dan lebih memerhatikan penjelasan dari pak jasafat.
Kamu yang duduk dipojok yang dikerumin para cewek-cewek coba sebutkan tokoh-tokoh pencetus Metodelogi penelitian, Rahrdian sadar kalau itu ditujukan kearah dia.
Dengan sigap Rahardian menjelaskan dengan baik hingga seluruh ruangan terdiam. Bahkan ia juga menjelaskan sejarah awal mula pencetus metodelogi penelitian.
Seisi ruangan takjum padanya, dan pak Jasafatpun terdiam, lebih melajutkan proses mengajar.
__ADS_1
Asyifa sangat kaget kalau itu Rahardian, karena setau Syifa kalau anak tante Yunda adalah abdi Negara. Iapun semakin bingung kenapa ia muncul dengan identitas Mahasiswa, teryata Humaira juha penasaran.
Syifa pasti kamu juga penasarankan? tentang anak tante Yunda?
Iyaa, kok bisa jadi mahasiswa yaa?
Mungkin dia lagi melakukan misi rahasia makanya menyamar jadi mahasiswa. Ucap Asyifa dengan polos.
Apapun itu semoga saja saya bisa bertemu denganya terus-terusan.
Untuk hari ini cukup sampai disini, Asyifa bisa keruang bapak?
Asyifa mengangguk, teman-teman yang lain pada ngelihatin kearahnya, karena ini kedua kali Asyifa dipanggil didalam ruang.
Asyifa berjalan mengikut pak Jasafat, teryata pak Jasafat meminta bantuannya untuk diajarkan anaknya les semua pelajaran. Asyifapun setuju atas tawarannya.
__ADS_1