
Asyifa mengakhiri pengajiannya dan langsung menuju keruang makan.
Syifa mulai besok kamu jangan pakai jelbab lagi didalam rumah, krena nak Rahardia sudah pergi dan awal bulan baru balik lagi.
iyaa bik inah, tapi saya sudah nyaman menggunkan jelbab kok.
iyaa Syifa,tante juga setuju apa kata bik inah,toh dirumah cuman kita-kita aja. Pasti kamu juga gerah kan atau ribet mau minum kedapur pakai lagi jelbab ,sampai dikamar buka lagi jelbab lagi.
Asyifapun terdiam,merekapun melanjutkan makan bersama.
Oh yaaa syifa, kamu ada kegiatan apa saja dikampus hari ini?
matrikulasi tante, hari ini juga pertama kami mengerjakan tugas.
Memang yaa dosen sekarang begitu masuk langsung poin inti yang diajarkan, sepertinya perkenalan hanya diselipkan ketika hari-hari persentasi saja, disitu para dosen akan mengenal muridnya yang pintar dengan yang bodoh.
Asyifapun tersenyum manis pada tante yunda.
__ADS_1
Syifa, dikampus ada yang naksir sama kamu tidak? karena tante lihat Syifa cantik dan manis? puji tante yunda dengan tersenyum padanya.
Tante bisa saja,disana banyak perempuan-perempuan cantik, dan saya juga termasuk yang biasa-biasa saja. Ucap Syifa dengan polos.
maafin tante yaa,tante gak maksud menggoda kamu, tante cuman bercanda saja agar kita tidak serius sekali ketika makan.
Betul nyonya saya lihat Syifa itu gadis yang pendiam,kalau kita tidak ajak bicara syifa lebih banyak diam. Ucap bik inah
Syifa tersenyum melihat mereka dalam berpendapat tentang dirinya.
Tidak heran kalau orang yang pandai otak kiri lebih pendiam dari pada orang yang bekerja otak kanan.
Setelah selesai makan, Syifa mengumpulkan piring kotor dan langsung mencucinya. bik inah melihat hal tersebutpun langsung lari kearah syifa.
Tidak usah syifa biar bik inah saja yang nyuci, ucapnya dengan mencoba merebut sabun cuci yang ditangan syifa.
tidak apa-apa bik inah, biar saya bantu saja, bik inahkan sudah capek jemur baju. Oh yaa bik inah selama saya disini, saya mohon sama bik inah biar saya yang cuci piring.
__ADS_1
Jangan syifa,tugas kamu disini belajar dan belajar, bukan mengerjakan tugas cuci piring. Lagian ini sudah profesi bikna dari dulu.
Gak apa-apa bikna saya sudah diberi tempat tinggal disini saja sudah syukur. Apalagi kalian baik banget disini. Ucap Asyifa dengan bahasa santunnya.
Nyonya yunda sedari tadi memerhatika merekapun ikut berbicara.
Ya sudah begini saja, kalau Syifa pingin nyuci piring, tante izinin, tapi kamu jangan terlalu fokus tiap hari cuci piring yaa? kapan kamu sempat saja.
iyaa tante,terimakasih yaa? Asyifapun melanjutkan mencuci piring , sedangkan bik inah mengalah dan lebih memilih merapikan meja.
Setelah selesai mencuci piring Asyifapun masuk kekamar untuk mengulang tugas yang akan dipersentasi besok dikuliahnya.
nyonya syifa bener-bener beda dengan gadis-gadis yang pernah tinggal disini yaa, baru dua hari disini, tapi ia begitu rajin dan tekun dalam belajar, ia menjaga amanah orang tuanya yang diaceh. Kalau yang dulu-dulu kerjaanya diluar melulu alasannya ada tugas lah,pulang-pulang sudah hamil.
eee bik inah jangan ngomong begitu gak bagys loh,,,,
iyaa nyonya, Astagfirullah
__ADS_1