Love You Kapten

Love You Kapten
Hal yang tidak bisa ditebak


__ADS_3

Tiba-tiba Asyifa terpeleset , dengan sigap Rahardian mencoba menarik tangannya. tapi kaki Rahardian menginjak Baju Asyifa hingga keduanya terjatuh dilantai.


Rahardian jatuh tepat diatasnya Asyifa dengan tertindih, hingga kedua kening mereka terbentur keras.


Prisilia melihat adegan tersebut sontak terkejut.Dan langsung menuju kearah mereka untuk membantu membangunkan. Merekapun bangun dengan rasa sakit dikepala.


Maaf, tadinya mau bantu karena terpeleset dengan baju kamu, jadinya tertindih dikamu! ucap Rahardian dengan merasa tidak enak.


Asyifa memegang keningnya sambil mengusap, iyaa tidak apa-apa ucapnya dan langsung masuk kekamar.


Ya Allah kok apes banget begini yaa? kenapa harus berurusan terus-terusan dengan dia ya. Jangankan memeluk cowok, pegangan tangan cowok saja tidak pernah. Tapiii dengan anak tante Yunda,,,,


aaaaa tidak tidak, tidak, kenapa harus begini?


Ada apa Syifa? tanya Humaira dengan penasaran.

__ADS_1


Asyifapun menceritakan semua yang pernah ia alami dengan anaknya tante Yunda.


Waaaw kenapa tidak disaya saja yaa kejadian yang kamu alami itu. Ucap humaira dengan senang.


Mai, please deh, saya tidak mau bercanda dalam hal ini, saya paling anti disentuh siapapun. Saya mau yang menyentuh saya adalah suami saya sendiri, bukan pacar orang lain. Apalagi orang yang tidak pernah saya kenal.


Namanya juga musibah, lagian kaliankan bukan niat mesum, candanya dengan tersenyum.


Kok bisa sih kamu jatuh begitu? malu-maluin saja deh, ucap Prisilia dengan sewot.


Maksud kamu gimana? Ucap Prisilia dengan penasaran.


Dulu saya pernah tersedak, terus dengan ilmu yang ia tau dia membantu saya hingga makanan yang saya makanpun keluar. Waktu itu kondisi tubuh saya benar-benar drop, karena kehabisan nafas. Jadi niat saya ingin membantunya malah membuat dia kesakitan. Kamu lihatkan kening saya saja merah gitu, apalagi dia yang cewek. Jelasnya dengan merasa bersalah.


Dia dia, namanya Asyifa, masak adik angkat sendiri tidak tau nama? ucap Prisilia dengan tersenyum. Oh yaa maaf yaa, malam ini saya tidak jadi nginap disini karena oma telfon katanya mau jumpa dengan saya, ada hal penting, lagian adik angkat kamu juga ada temannya, besok malam baru nginap disini yaa!

__ADS_1


Oke pril, makasih banyak untuk hari ini yaa? Hati-hati dijalan.


Prisiliapun pergi , Rahardian masuk kekamarnya.


Hati-hati, au au sakit tau, ucap Asyifa karena sahabatnya Humaira mengompres dengan es dikening Asyifa.


Makanya besok-besok jalan tu hati-hati. Ucap Humaira dengan logat emak-emak yang sedang berceramah pada anaknya.


Tiba-tiba suasana menjadi gelap, hujanpun turun dengan deras. Humaira phobia tempat gelap, Humaira memeluk Asyifa denga kuat.


Maira, tidak apa-apa kok, cuma mati lampu saja, ucapnya sambil menenagkan sahabatnya.


Syifa dari kecil saya memang phobia tempat gelap. jelasnya dengan memeluk sahabatnya dengan erat.


Asyifa menghidupkan lampu flash dihp, ya sudah kamu dikamar saja dulu ya! biar saya cek, mungkir saklarnya bermasalah. Humaira menarik selimut dan memejamkan mata, Iyaa hati-hati yaa ucapnya.

__ADS_1


Asyifa masuk kekamar khusus peralatan kabel-kabel listrik, diapun menutup pintu. Rahardian juga berada dikamar itu, jangan ditutup pintunya ucap Rahardian dengan keras, Asyifa terkejut karena ia tau kalau itu suaranya Rahardian.


__ADS_2