Love You Kapten

Love You Kapten
Keduanyapun salah paham


__ADS_3

Sebelumnya pak Jasafat memang sudah mencari informasi tentang Asyifa, Pak jasafat mempunyai dua anak laki-laki dan perempuan dan keduanya juga masih sekolah SLTP, ia ingin membantu anak kuliahan dengan cara menawarkan les Privatnya.


Pak Jasafat memang sangat disiplin dalam segala bidang, tapi ia juga tidak lupa tugas seorang ayah memberi pendidikan yang bagus sejak dini.


Oh yaa, kamu kenal tidak anak laki-laki yang tadi saya panggil?


yang mana pak? Tanya Asyifa dengan sopan


Iyaapun mengingatnya kalau itu adalah Rahardian. ohh,, saya kenal pak anaknua tante Yunda ucapnya dengan polos.


Oh yasudah kalau kamu kenal, bisa kamu panggilkan dia untuk bapak?


hah? Ucap Asyifa dengan terkejut.


Kalau tidak bisa tidak apa-apa biar bapak paggil saja! ucap Pa jasafat dengan tersenyum.


Asyifapun keluar dan mencari Rahardian,Ia menuju ruangan ternyata seisi ruanganpun kosong.


Asyifa melihat Ms Prisilia dengan Rahardian sedang ngobrol, iapun menghampiri keduanya.


Mas Dian, bapak Jasafat memanggil Mas untuk keruanya, sekarang lagi ditunggu ucapnya sambil menundukkan pandangan.

__ADS_1


Rahardianpun berpamitan dan berjalan dibelakanv Asyifa.


Setelah sampai diruang, pak Jasafat menayakan beberapa mata pelajaran , Rahardiapun menjawab seperti google.


Pak Jasafat tersenyum kearah keduanya,


Perfect, untuk semester dua kalian tidak perlu membayar SPP biar bapak yang bayar, kalian cukup mengajarkan Les Privat anak bapak! Apa kamu setuju? Ucap pak Jasafat sambil tersenyum kearah Rahardian.


Cobaan apa lagi ini, saya disini bukan kuliah beneran, kalau saya menolak pasti tu bapak akan mengacaukan planing kami, kalau saya terima, waktu saya akan terbuang untuk ngajarin anak kecil. Iyaa melamun dan berucap dalam hati.


Gimana nak? Tanya pak Jasafat sekali lagi.


Ohh boleh pak, kirimkan alamat bapak dan jadwal anak-anak bapak belajar. Ucap Rahardian dengan santai.


Kalau begitu saya izin pamit dulu pak, Ucap Asyifa dan menuju pintu keluar.


Yang benar saja anak tante Yunda ngajarin lessnya anak pak Jasafat. Diakan bukan anak kuliahan lagi.Ucapnya dengan keras,


Rahardian dari belakang mendengar ucapan Asyifa, Rahardian mendorong Asyifa didinding.


Yang tau identitas saya disini hanya kamu! jadi saya berharap kamu bisa menjaga Rahasia ini. Ucap Rahardian dengan berbisik pada Asyifa.

__ADS_1


Tiba-tiba Prisilia datang dari belakang, menarik tangan Rahardian langsung menampar Asyifa. Kelihatannya saja lugu,padahal kamu perayu. Ucap Prisilia dengan nada marah.


Para mahasiswa/i melihat kehebohan dari kejauhan.


Asyifa menunduk dan memegang pipiny yang mulai merah.


Rahardian menarik tangan Prisilia, Kamu apa -apaan sih? main tampar anak orang saja?


Kamu sudah tertangkap basah masih ngelak Dian?


Rahardianpun melihat disekeliling kalau para mahasiswa/i makin mendekat. Ia langsung menarik tangan Prisilia dan mengatakan pada Asyifa.


Syifa mohon maaf, kita pulang kerumah biar tidak ada yang salah paham. Ucap Rahardian dan langsung membonceng Prisilia untuk dibawa kerumahnya.


Asyifa berjalan sendirian diperkarangan fakultas Kimia, semua mata tertuju padanya. Iapun menangis dengan menahan rasa malu.


Tiba-tiba suara terlfonya berdering,teryata yang menelfon adalah uminya.


Nak? kok suara kamu begitu? apa kamu kurang sehat?


Tidak umi , hanya pilek biasa, Syifa lagi dijalan sebentar lagi tiba dirumah Syifa telfon umi yaa!

__ADS_1


Asyifapun mematikan telfon uminya dan berjalan menuju pulang.


__ADS_2