Love You Kapten

Love You Kapten
Awak Media


__ADS_3

Azan Ashar mulai berkumandang, Rahardian dan Prisilia pergi ke Mall untuk membeli beberapa baju yang ada kerahnya.


Pril, emang kamu gak syuting, saya gak pede loe ditemanin artis, kemana-mana pada minta photoin kamu.


Tiba-tiba awak medianpun berkurumunin pada mereka. Rajardian menarik tangan Prisilia untuk menghindari wawancara. Merekapun masuk dikamar ganti cowok. Prisilia memandangi Rahardian dengan penuh cinta, sedangkan Rahardian melihat disela-sela apakah para awak media sudah pergi.


Okee,,,,mereka pada keluar, yuk kita keluar dari sini ucap Rahardian dengan masih memegang tangan Prisilia. Prisiliapun tersenyum karena ia merasa sangat senang apa yang barusan terjadi pada mereka.


Rahardian baru sadar kalau dari tadi ia memegang tangan temannya, dan segera melepaskannya. Maaf tadi saya reflek karena panik saja tiba-tiba ada wartawan.


Iya tidak apa-apa Dian, terimakasih sudah membantu saya dari kejaran mereka. Kalau tidak pasti media akan membuat gosip heboh tentang kita.


Iyaa saya juga mikir gitu, kalau sampai atasan saya tau pasti akan berabe juga. Jelas Rahardian sambil tersenyum.


Dian, pokonya selama tante Yunda belum pulang saya akan menjadi baby sister adik angkat kamu yaa! dan saya juga bulan ini lagi kosong syutting, karena bulan depan mau kekanada untuk syuting film horol disana.


Alhamdulillah makasih banyak yaa? kamu memang teman terbaikku. Ucap Rahardian ,merekapun melanjutkan minum teh dengan saling cerita masa lalu.

__ADS_1


Sakit banget rasanya mencintai orang yang sudah punya pacar. Ini pertama kalinya saya jatuh cinta,tapi cinta pada orang yang tidak tepat. Astaqfirullah kenapa saya mikirin gitu yaa? saya kan kesini menimba ilmu, kenapa harus mikirin cinta.Asyifa kamu kesini karena Abi Umi, bukan untuk mencari cinta. Ingat nilaimu, ingat perjuangan Abi Umimu. Ucapnya memotivasi diri sendiri.


Hayooo,,, lagi ngomong apa tuuu? sampai-sampai keningnya berkerut gitu.


aaa,,Maira , eeeng engak kok, saya lagi mikir untuk dapatkan nilai terbaik harus raji kepustaka!


Oh yaa? bukanya mikir cinta-cintaan? canda Humaira sambil mencubit pipi sahabatnya.


Terdengar suara Tv dari luar, tandanya pemilik rumah yang asli sudah pulang.


Hmmm,,,,sepertinya seru kalian yaa!


ibu, maaf kalau menganggu, mungkin suara kami terlalu bising.


ohhh,,,tidak kok, bahkan saking kerasnya suara Tv saya tudak mendengar suara kalian. Oh yaaa kalau dirumah jangan panggil saya ibu, ms atau apa. Panggil aja kak isil. Ucapnya dengan tersenyum.


Iyaa bu,,,ohh kak isil! ucap Humaira dengan kaku.

__ADS_1


Ya sudah saya kesana dulu, kalau perlu apa-apa panggil saya saja yaa? jangan sungkan-sungkan.


Iyaa kak, ucap mereka barengan.


Aduh,,,saya lagi kebelet ni! kekamar mandi dulu yaa? ucap Humaira sambil berlari menuju kekamar.


Asyifa tersenyum melihat kelucuan sahabatnya, iapun melanjutkan masak.


Rahardian menuju kedapur untuk mengambil air, Asyifa langsung terdiam dan fokus pada ikan yang ia goreng.


Ohyaa,,,malam ini tidak perlu masak yaa? karena saya ada pesan pizza. Tapi kalau kamu udah terbiasa makan nasi kasih saja pizzanya untuk teman kamu. Ucap Rahardian dan langsung pergi


Kok saya yang grogi yaa! ucapnya dalam hati.


Asyifa hanya terdiam dan menganguk.


Setelah selesai dari kamar mandi Humaira melihat Rahardian.

__ADS_1


__ADS_2