Love You Kapten

Love You Kapten
Niat yang disalah artikan


__ADS_3

Asyifa berjalan dengan hati yang sedih, antara rumah tante Yunda dengan kosanya memang tidak terlalu jauh cukup dengan berjalan kaki.


Setelah sampai dipintu gerbang Asyifa memasuki kamar yang ia huni. Tiba dikamar Asyifa mengatur baju satu persatu dalam lemari, sambil menelfon dengan umminya.


Tante Yunda sudah tau kalau Asyifa hari ini pindah, ia tidak bisa berkata apapun karena ia sadar kalau dirumah memang lagi tidak ada orang.


Terimakasih Umi sudah memberi pengertian pada tante Yunda. Insya Allah kalau ada waktu senggang dan tante Yunda ada dirumah Syifa akan kesana. Ucap Asyifa dengan lembut pada uminya ditelfon.


Setelah semua sudah beres, Asyifa beristirahat merebahkan diri dikasur.


Alhamdulillah terbebas juga dari hal-hal yang memalukan dirumahnya tante Yunda.


Pasti dia juga ikut lega, karena tidak ada lagi saya. Tapi anak tante Yunda galak benar yaa! dengan tanpa rasa salah dia langsung ngomelin saya didepan temannya.


Tiba-tiba hpnya berbunyi dan itu panggilan dari sahabatnya yaitu Humaira.


Syifa ada apa tadi telfon banyak banget panggilan dari kamu? apa kalian lagi ada masalah lagi?


Udah kelar kok, kapan main kekos saya ucap Asyifa.

__ADS_1


Jadi malam ini kamu langsung menginap dikos baru? ucap Humaira dengan penasaran.


Iyaa dong, ya sudah saya mau istirahat dulu yaa? cape banget ni.


Oke ucap Humaira sambil mengakhiri obrolannya..


Asyifa tertidur dengan pulas,,,


Ada apa ini serius banget? ucap Prisilia dengan masuk kekamar Dian.


Prisilia tersenyum kearah Rio, dan Riopun membalas senyum Prisilia.


Oke, tapi saya mau antarin Rio dulu kerumahnya


Ohh, tidak usah Dian saya bisa pulang sendiri! kamu temanin Prisilia saja dulu kesalon. Ucap Rio sambil mengedip mata pada sahabatnya. Dian terlihat sangat kesal pada Rio


Rahardian hanya bisa tercengir dan langsung pergi dengan Prisilia kesalon. Padahal salon itu hal paling membosankan bagi dirinya.


Dian, Rambut kamu kelihatan panjang yaa? apa kita harus melakukan perawatan bersama? Asyifa memegang rambut Dian.

__ADS_1


Rahardian merasa risih atas kelancangan Prisilia mengucek-ucek rambutnya dan langsung menepis tangannya.


Pril, please saya lagi nyetir! ucap Rian dengan sopan.


Dian kamu bilang tidak saja aku suka, apalagi kalau kamu membelai saya. Walau kamu masih cool dengan saya, saya akan tetap berusahan kalau kamu akan jatuh dipangkuan ku.


Prisilia asik menghayal sendiri, dan dia tidak sadar kalau dirinya sudah didepan salon.


Orang-orang disekitar sana melihat kearah Prisilia dan Rahardia,Semua pada bengong. Karena mereka terlihat cantik dan tampan.


Rahardian tidak PD diliatin terus sama orang-orang disekitar. Sedangkan Prisilia menikmati hal tersebut dan membuat dirinya makin PD berjalan berbarengan dengan Dian.


Yasudah Pril saya sudah bawa kamu kesalon, semoga kamu senang . Oh yaa saya pamit dulu kalau sudah siap nanti kamu telfon saya yaa? ucap Dian dan langsung pergi kemobil.


Sebenarnya Prisilia sangat kesal, karena dia sudah berencana memanggil awak media untuk wawancara dengan Dian, dan ia ingin memperkenalkan Dian sebagai pacarnya. Kini rencananyapun sia-sia.


selang dari beberapa detik kepergian Dian.


Prisilia dikerumunin oleh awak media, tentunya dengan topik yang berbeda.kalian juga kok baru sekarang munculnya kan dia sudah pergi. Maaf mba kami macet diperjalanan.

__ADS_1


Prisiliapun jadi kesel wajahnya sangat cemberut. Setelah ia wawancara Prisiliapun langsung memilih paket untuk memanjakan tubuhnya.


__ADS_2