
Kamu kenapa bisa luluh dengan perempuan yang tidak ada apa-apanya dibanding saya? ucap Prisilia menunjuk kekamar Dian.
Cukup Prisil, saya tidak mau ribut dengan siapapun, dan fakta sekarang kalau saya sudah menikah. Jadi saya harap kita tetap menjadi sahabat seperti dahulu.
Okee,,, terserah kamu! tapi saya tidak akan tinggal diam karena saya juga berhak bahagia dengan kamu Dian! ucapnya dan pergi dari rumah Dian.
Bik Inah sangat marah melihat Rahardian ditampar oleh Prisil, iapun menghampiri Rahardian.
Nak sabar yaa? mungkin ini ujian dari Allah agar nak Rahardian lebih perhatian lagi dengan istrinya. Kemaripun Prisilia juga kesini dan menampar Asyifa.
Apa bik Inah? Syifa ditampar sama Prisilia?
Iyaa nak Dian, bik Inah merasa iba sama Syifa. sesebenarnya Syifa bilang kejadian kemarin jangan sampai nak Dian tau. jelas bik Inah
Prisil memang keterlaluan yaaa! Bik inah besok-besok kalau Prisilia kesini bik Inah beritahu saya. Saya tidak mau tindakan Prisil membahayakan orang lain.jelas Dian pada bik Inah.
Dian masuk kekamar dan mengambil air wudhuk,Asyifa sudah siap memakai mukena. Azan dzuhur mulai berkumandang.
__ADS_1
Setelah selesai shalat Dian mengajak Asyifa untuk makan diluar. Ia merasa bersalah karena Prisilia menamparnya kamarin.
Asyifa mengiyakan ajakan Mas Dian, Dian menunggu Asyifa diruang tv, ia tau kalau Asyifa akan segera menganti baju untuk keluar.
Asyifa penasaran apa yang mereka sampaikan dengan Ms Prisil karena Asyifa mendengar pembicaraan mereka hanya setengah.
Asyifa memakai gamis berwarna biru elektrik dengan perpaduan jelbab berwarna putih tulang. Aura baju yang ia kenakan membuah Asyifa terlihat begitu elegan, ia hanya mendandan mik up yang natural.iapun keluar dari kamar
Dian terpana melihat keanggunan Asyifa, ia sadar kalau Asyifa benar-benar gadis yang sopan dan anggun. Hati Rahardian mulai berdebar bahkan ia tidak merasakan kejadian apa yang terjadi padanya dengan Prisilia.
Rahardian terus memandangi Asyifa, Asyifa tersipu malu karena ini pertama kalinya ia menggunakan mik up untuk keluar rumah dengan Dian.
Dian dan Asyifapun saling kaget.
Bik Inah ucapnya dengan.
Habis dari tadi nak Dian liatin Syifa begitu, jadinya Syifakan salah tingkah Dian .ucap bik Inah dengam tersenyum dan langsung pergi.
__ADS_1
Asyifa menunduk malu karena perkataan bik Inah membuat dirinya makin salah tingkah.
Dian, Syifa itu istri kamu, dan kamu berhak apapun padanya. Ucap Dian dalam hati ".
Ya sudah Mas ayuk kita pergi ucap Asyifa sambil berjalan menuju pintu keluar.
Rahardian menggunakan mobil Pajero berwarna putih. Ia membuka pintu masuk untuk Asyifa dan mempersilahkan Asyifa duduk.
keduanya saling Diam dimobil, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mereka hingga sampai ditempat tujuan.
Setelah memesan makanan Dian mengatakan pada Asyifa. Syifa kamu itu istri saya, seharusnya apapun yang terjadi antara kamu dan Prisil kamu harus memberitahu pada saya?
Iyaaa Mas, saya minta maaf harusnya saya mengatakan itu semua pada Mas Dian.
kita kevilla jam empat sore yaa? karena malam kan acaranya. Ucap Dian dengan santai.
Iyaa Mas.
__ADS_1
Dian kamu harus maco dong ajak ngomong apapun yang penting jangan kaku gitu. ucap Dian dalam hati.
Dian mencoba mencairkan susana namun Asyifa hanya menjawab iya dan iya saja.