
Bik inah menyusuli Prisil, ia pun menarik tangan Prisil. neng, gak bagus tau masuk kekamar pengantin.Ucapnya dengan tersenyum
Prisilia benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya. Bik inah bagaimana Dian bisa menikah sedangkan Dian berpacaran dengan saya? ucapnya dengan kesal.
Bik inah sangat terkejut mendengar pengakuan dari Prisilia.Sejak mereka pulang dari Dubay banyak kejadian-kejadian yang tidak bik Inah ketahui.
Bik inah, sekarang Syifa ada dimana? Tanya Prisilia.
Dibelakang rumah neng, dengan sahabatnya.Neng Prisil bik Inah tidak tau apa-apa, bik Inah harap jangan libatin Syifa diantara kalian. Karena bik Inah tau Syifa anak yang baik. Ucapnya dengan penuh khawatir.
Prisilia langsung menuju belakang rumah, ia langsung menghampiri Syifa. Prisilia menampar Syifa, Humaira dengan sigap memegang tangan Prisilia.
Dasar cewek ganjen kamu ya? betulkan tebakan saya dikampus, kalau kamu perempuan perayu. Ucap Prisilia dengan marah.
Asyifa terdiam karena kaget melihat Prisilia begitu marah.
__ADS_1
Humaira memasang badan untuk sahabatnya. Eh Ms Prisil, asal kamu tau yaa? mereka menikah itu karena perjodohan.
Asyifa menarik sahabatnya, Iapun tersenyum pada Ms Prisil.
Sebelumnya mohon maaf Ms, saya bukan perempuan perayu, kami menikah atas restu kedua orang tua kami, kalau Allah sudah mentakdirkan kami, tidak butuh waktu lama untuk menyatukan dua insanNya.
Mungkin Allah mempertemukan kalian hanya sebatas teman, dan Allah mempertemukan kami untuk menjadi suami istri. Ucap Syifa dengan tutur kata yang lembut.
Alaaah jangan ceramahin saya, saya tidak butuh ceramah kamu, kamu ingat Syifa, saya tidak akan tinggal diam, karena kamu telah merebut pacar saya. Tampang aja sok alim, tapi aslinya perayu cowok orang.
Kamu jangan harap kalau kamu bisa dapatin Dian yaa! karena kamu telah masuk kesarang harimau. Ucap Prisilia dan pergi dari rumah Dian.
Syifa, kamu tidak apa-apa nak? Ucap bik inah berlari kearah Syifa. Ia melihat Prisilia keluar rumah dengan wajah yang sangat sanggar.
Iyaa bik, enggak apa-apa kok, ucap Syifa dengan tersenyum pada bik inah dan Humaira.
__ADS_1
Humaira paham dengan situasi ini, iapun memeluk Syifa, yang sabar ya Syifa, Allah memberi ujian sesuai dengan kemampuan hambaNya.
Bik inah menangis melihat Syifa begitu tenang dalam menghadapi sanggarnya Prisilia.Ia merasa kasihan pada Syifa karena Prisilia seperti ingin memakan Syifa hidup-hidup.
Asyifa meningalkan bik inah dan Humaira, iapun menutup pintu kamar, ia benar-benar tidak bisa membendung tangisnya, iapun mulai menangis, kenapa masalah datang bertubi-tubi setelah pernikahan.
Humaira dan Bik inah mengetuk pintu Syifa , Syifa bukain pintunya dong. Ucap mereka barengan.
Asyifa hanya menangis dan sesekali ia menyeka air matanya. Satu masalah belum selesai kini hadir masalah baru lagi. Ms Prisilia benar-benar tidak terima kalau Syifa dan Dian sudah menjadi suami istri.
Syifa, bukain pintunya dong? ucap Humaira.
Asyifa membuka pintu dan iapun keluar menuju ruang keluarga.
Syifa kamu baik-baik saja? tanya humaira.
__ADS_1
Gak apa-apa kok, saya tidak tau setelah akad nikah akan terjadi banyak hal. Bik inah, Mai, maafin saya yaa karena gara-gara saya kalian berdua ikut terlibat.