
Umi dan Abi sangat tidak suka pada orang yang melakukan perceraian bahkan bibik saya dulu hampir bercerai dengan om saya,umi dan Abilah yang menyatukan mereka. Kalau itu terjadi pada saya, pasti abi dan umi sangat malu pada semua keluarga. Jelas Syifa pada sahabatnya.
ja jaa diii? kalian sekarang bagaimana? tanya humaira
Untuk sekarang kami berhubungan layaknya teman yang ingin berkenalan satu dengan yang lain. Mas Dian juga sudah tau yang sebenarnya terjadi. dan kami berkomitmen untuk mencoba berumah tangga dengan pelan-pelan. Besok saya sudah balik kebandung.
Syifaa,,, yang sabar yaa. Bagaimana dengan pak Azmi?
Iyaa saya juga mikir itu, bagaimana cara kasih tau kalau saya sudah menikah. Mai bantu saya jelasin padanya yaa?
Syifa kamu juga tau kan dosen Prisil? pasti dia sangat marah kalau tau kamu sudah jadi istri Mas Dian! Syifa? bagaimana ini.
Masalah Ms Prisil saya serahin sama Mas Dian. Insya Allah, kalau mas Dian pulang dari bali, kami sama-sama jumpa dengan pak Azmi dan mengatakan kalau kami sudah menikah. jelas Syifa dengan santai.
Syifaa,,, tapi kalau boleu jujur, saya senang banget kamu menikah dengan Mas Dian, Mas Dian itukan laki-laki idaman para mahasiswi. Pak Azmi juga , mereka berdua benar-benar perfect. Andai saya yang menjadi posisi kamu, disuruh tutup mata dan disuruh pilih antara keduanya , dengan senang hati saya milih siapa saja juga boleh. Ucap Humaira mulai melucu pada sahabatnya.
Mai, saya lagi serius, bukan becanda, ucap Syifa.
__ADS_1
Iyaa,,iyaa deh, oh yaa kaliiian? hmmmmm,hehehe.Humaira sangat pecicilan di telfon.
Asyifa langsung paham dengan reaksi sahabatnya.
Apaan sih mai,saya juga lagi gak bisa shalat ni. jelas Asyifa.
Yaaah,,,berarti Mas Dian kebali masih pejaka dong?
Usss,,,kamu ini! orang lagu sedih-sedihnya dengan nasib kamu malah mikir yang lain. Asyifapun mematikan hp sahabatnya.
Assalamualaikum Syifa , Andai waktu bisa dipercepat, saya akan mempercepat waktu hingga kamu dan saya menjadi kita.
Asyifa sangat terkejut membaca pesan dari Pak Azmi.Ia tidak tau harus membalas apa, iapun segera menelfon Humaira kembali.
Pasti kangen yaa? ucap Humaira karena melihat nama Syifa di hpnya.
Mai, pak Azmi kirim pesan, Asyifa membaca ulang apa yang telah ia baca di whatssupnya.
__ADS_1
Jadi kamu balas apa? tanyai humaira dengan panik
Saya belum membalas apapun, dan saya juga tidak tau harus membalas apa.Ucap Syifa dengan panik.
Ya sudah kamu tidak usah balas apa-apa. Besok setelah sampai diBandung kita akan berjumpa langsung dengan pak Azmi.
Iyaa Mai, disatu sisi saya sangat kasihan pada beliau! karena saya juga merespon isi hatinya.
Iyaa Syifa, saya paham apa yang sedang kamu alami sekarang. Kamu dituntut untuk mencintai orang yang tidak kamu cinta. Syifa kamu yang kuat yaa? semoga masalahnya akan segera berakhir dan kalian sama-sama bahagia. Ucap Humaira dengan nada sedih pada sahabatnya.
Ya sudah Mai saya pamit dulu yaa! saya harus membereskan keperluan untuk besok. Besok kita jumpa yaa?
Iyaa Syifa.
Lagi-lagi pak Azmi mengirim pesan.
assalamualaikum Syifa, mohon maaf mungkin pesan saya tadi membuat kamu tersinggung. Saya tarik balik pesannya yaa? Assalamualaikum.
__ADS_1