
Asyifa hanya meminum sedikit saja, bahkan pesanan yang ia pesan tidak berani lagi ia makan. Syifa kami pamit dulu yaa? kamu lanjut makan saja dulu. Ucapnya dengan tersenyum.
Asyifa benar-benar merasa malu karena ia tidak bisa menutupi rasa canggungnya, bahkan kalau pak Azmi makin lama didepannya bisa-bisa detak jantungnya berhenti berdenyut.
Bahagia dan rasa senang bercampur aduk yang ia rasakan. Senang pak Azmi laki-laki sosok yang ia impikan selama ini, bahkan beberapa mahasiwi juga menaruh hati padanya.
Asyifa mulai mengambil martabak mesir dan memakan satu persatu. Pak Azmi juga sudah tak terlihat lagi. Asyifa tersenyum -senyum sendiri atas apa yang terjadi padanya.
Ia melihat kedepan Rahardian dengan Ms Prisilia sedang bercanda ria. Akhirnya anaknya tante Yunda terpikat juga pada Ms Prisil, pasti kalau mereka menikah anaknya cantik-cantik banget. Tidak sia -sia perjuangan Ms Prisil merebut hati anak tante Yunda.
Setelah seselai melahap semua yang ia pesan, Asyifapun meninggalkan reatoran dan melanjutkan pulang kekos. Kali ini pasti merasa canggung baginya menjumpai bapak dan ibu kos.
Sesampai dipintu gerbang, Asyifa mendapat telfon dari tante Yunda.
__ADS_1
Assalamualaikum Syifa? mohon maaf nak yaa! bukan tante meninggalkan Syifa tapi kemaren itu tante sibuk dengan pekerjaan tante.
Kamu sekarang dimana? libur tante dengar mau ke aceh yaa?
Iyaa tante.Tante sehat? bagaimana kabar bik inah! salam untuk bik inah.
Iyaa sayang, tante sama bik inah sehat-sehat saja ni, kamu malam ini nginap dirumah tante yaa? karena tante mau dengar sendiri alasan Syifa pindah dari rumah tante. Kamu kirim alamat kos biar tante yang jemput.
Ohh tidak usah tante Yunda, Syifa bisa jalan sendiri, lagian kos Syifa dengan rumah tante Yunda tidak jauh. Ini kesempatan Asyifa untuk menghindar dari pak Azmi, Syifa masih malu untuk berjumpa dengan keluarga pak Azmi.
Tiba dirumah besar tante Yunda, Asyifa menekan bell rumah, bikna dengan sigap membuka pintu.
Ayifa, bik inah kanget banget sama kamu!
__ADS_1
Syifa juga bik inah, bik inah terlihat lebih cantik lagj tinggal diluar negeri. Canda Asyifa
kamu bisa saja, Syifa kamu juga terlihat lebih dewasa, ucap tante Yunda dengan memeluk Asyifa.
Merekapun menuju ruang tamu dan mengobrol banyak dengan tante Yunda dan Bik Inah.
Bukan Syifa tidak nyaman disini, tapi Syifa merasa tidak baik saja anak perempuan dan laki-laki tinggal satu atap tanpa ditemanin mahram. Jelasnya dengan santun.
Iyaa Syifa, apalagi sama orang yang kamu sukai, ucap tante Yunda dengan keceplosan.
Apa? Asyifa suka pada nak Dian? ucap bik inah dengan kaget.
Asyifa menyikapinya dengan tersenyum, ia juga tidak mengatakan kalau dirinya sudah lama melupakan dan mengubur rasa cinta yang tak pasti pada anak tante Yunda. Sejak tante Yunda dan bik Inah di Dubay bermacam kejadian sudah mereka lalui.
__ADS_1
Tante Yunda dan bik inah saling memberi kode, iyaa iyaa nyonya, saya paham maksud nyonya itu apa.
Maaf tan, Syifa lupa bawa baju tante Yunda, dulu Syifa pernah singgah rumah tante Yunda karena kehujanan, Mas Dian memberi pinjaman baju tante untuk saya.