
Ia hanya bisa berpasrah dan berdoa agar bisa hidup mati dengan Mas Dian.
Mungkin bagi para mahasiswa lain perkemahan ini merupakan interaksi yang menyenangkan,tapi lain halnya dengan Syifa, justru dengan ikut berkemah ujian yang datang bertubi-tubi bahkan ia dapat buly dari sang dosen.
Asyifa hanya bisa menghela nafas atas kejadian-kejadian yang menimpa dirinya. Ia hanya bisa bersabar dan bertawakal,ia berharap kedepan lebih baik lagi dari hari ini.
Humaira juga tidak begitu tertarik dengan acara perkemahan ini,karena ia juga merasakan hal yang sama,bagi Humaira Asyifa sudah seperti saudara sekandung, Humaira selalu ada dikala Asyifa susah. Banyak hikmah yang ia dapati dari berteman dengan Asyifa. Ia mulai dekat dengan agama, dulunya dia sering shalat bolong-bolong,kini Asyifa yang selalu mengingati dan mengajak sahabatnya beribadah.
Keduanya saling berpandangan, Syifa! Mas Dian beruntung banget yaa dapat istri sholeha seperti kamu,kamu sabar banget,gak pernah mengadu apapun dengan Mas Dian, padahal disini kamu begitu tersiksa. Ucap Humaira sambil memegang tangan Asyifa.
Bukan begitu Mai,selama masalah itu bisa saya tangani sendiri kenapa harus libatin Mas Dian, lagian kami punya kesibukan masing-masing. Mai kamu tau kan,kami nikahnya gimana? apalagi kami dengan Mas Dian baru belajar sama-sama mengenal,saya tidak mau kisah lika-liku hidup saya dipikul oleh suami saya. Ucap Syifa pada Humaira.
Iyaa deh,saya tau kamu istri sholeha,,,goda Humaira
Keduanya saling tersenyum,,,,
__ADS_1
Tiba-tiba dibalik perkemahan para mahasiswa sedang sibuk membicarakan Ms Prisilia.
Eh kamu lihatkan tadi Ms Prisilia dengan mahasiswa Kimia,kalau gak salah namanya Di diaan.Ucap salah satu dari mereka
Iyaaa,,,mereka serasi banget yaa? Ms Prisil cantik,dan Dian juga ganteng banget! apa mereka berpacaran yaa?
Bisa jadi sih,kan Ms Prisil dosen tercantik dikampus kita,gak bisa bayangin kalau mereka nikah? Pasti anak-anaknya ganteng dan cantik yaa?
Diluar tenda mereka sedang asik bergosip dengan dosennya.
Syifa tersenyum melihat sahabatnya begitu peduli padanya.Kepolosan Humaira dalam melindungi dirinya membuat Asyifa tersentuh.
Ganjen banget yaa Ms Prisil,sudah tau laki-laki orang masih ngebet lagi. Ucap Humaira dengan jengkel.
Merekapun keluar tenda dan melihat Mas Dian dari kejauhan sedang berbicara dengan Ms Prisilia,mereka terlihat begitu akrab,sesekali Ms Prisilia tertawa.
__ADS_1
Humaira makin jengkel melihat tingkah laku Ms Prisilia, Humaira meninggalkan Syifa dan pergi kearah Ms Prisilia dan Mas Dian.
Maaf Mas Dian,menganggu waktunya, oh yaa Syifa sepertinya kurang sehat! ucap Humaira memberanikan diri berbicara dengan Mas Dian.
Apa? Syifa kurang sehat? ucap Mas Dian dengan kaget. Sekarang dia dimana?
Humaira menunju kearah tenda Syifa,,,,
Mas Dian langsung meninggalian Ms Prisil dan Humaira, ia segera mendatangi Syifa.
Syifa kamu kurang sehat? Ucap Mas Dian dengan wajah penuh khawatir.
Asyifa kaget karena Mas Dian tiba-tiba berdiri dihadapannya dan memegang dahinya. Mungkin karena kamarin malam,ucap Mas Dian dengan polos.
Asyifa melihat disekelilingnya para Mahasiswa melihat kejadian tersebut,bahkan diantara mereka sangat kaget karena tiba-tiba laki-laki yang mereka bicarakan didedepan mereka.
__ADS_1